<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540</id><updated>2011-08-26T18:33:22.951-07:00</updated><category term='Brothers On 3 And 3 Angels'/><title type='text'>Deffie's Diary</title><subtitle type='html'>It's my place...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-6810057166736000283</id><published>2011-08-26T18:33:00.000-07:00</published><updated>2011-08-26T18:33:22.961-07:00</updated><title type='text'>Comeback!! :D</title><content type='html'>Helooo peopleee....&lt;br /&gt;I comeback!! :P&lt;br /&gt;Udah lama banget gak posting new entri. Elaahh~&lt;br /&gt;Terakhir post aja pas tahun nenek gue lahirr -______-"&lt;br /&gt;*Oke forgetting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini yaaahh gue sendirian deh.&lt;br /&gt;Ga ada si dia. Kan si dia pulang kampung. Gue kangen banget elaah~&lt;br /&gt;*menggalau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asli kangen bangeet ppl :* :*&lt;br /&gt;Padahal baru sehari doang ga ketemu. Eits, tepatnya 36 jam -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-2ifHcLjCdxA/TlhJPs9zTNI/AAAAAAAAAHQ/BqmKRKiQX4k/s1600/IMG0007A.jpg" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-2ifHcLjCdxA/TlhJPs9zTNI/AAAAAAAAAHQ/BqmKRKiQX4k/s320/IMG0007A.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Huaaaaa&lt;br /&gt;Miss u so much NS :*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-6810057166736000283?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/6810057166736000283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/08/comeback-d.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6810057166736000283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6810057166736000283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/08/comeback-d.html' title='Comeback!! :D'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2ifHcLjCdxA/TlhJPs9zTNI/AAAAAAAAAHQ/BqmKRKiQX4k/s72-c/IMG0007A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-4111996676136401343</id><published>2011-04-30T18:56:00.000-07:00</published><updated>2011-04-30T18:56:50.242-07:00</updated><title type='text'>Peri Hujan (Cerpen)</title><content type='html'>Well, nih cerpen udah lama aku bikin. Udah di post juga di fb aku (&lt;a href="http://www.facebook.com/deffie13"&gt;Deffie Dionesia&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Peri Hujan"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rintik rintik hujan yang kini membasahi bumi seakan merenggut perhatian sesosok gadis manis yang kini tengah menatap sang hujan. Matanya yang bening seakan beharap hujan ini takkan berhenti. Harapan yang seolah bahwa ia tak ingin ditinggalkan. Senyumnya hadir dalam bias bias cahaya lampu kamarnya. Kepalanya menengadah ke atas. Memandang awan yang lembut, sambil memperhatikan ribuan tetesan air hujan yang jatuh membasahi bumi. Rambutnya yang terurai panjang menggambarkan bahwa ia adalah gadis yang anggun. Jarang sekali ada orang yang menyukai hujan. Tapi gadis ini malah menyukai hujan. Ia senang dan merasa tenang bila hujan turun. &lt;br /&gt; Gadis itu memancarkan senyumnya dibalik jendela kamarnya. Ia berbalik dan mengambil handphonenya. Wajahnya seperti mengharapkan sesuatu. Ia membuka handphonenya. Wajahnya yang tadinya dihiasi senyumnya yang lembut sekarang berubah menjadi murung. Bak awan putih yang tiba - tiba berganti menjadi mendung.&lt;br /&gt;Ia menghela nafas. Dan memainkan handphone itu. Diputarnya handphone itu. Sambil sesekali ia memandang handphone itu kembali. Seperti ada yang ditunggunya dari handphone itu. Tiba - tiba handphone itu berbunyi memecahkan suasana hening kamar itu. Dengan sigap ia membuka dan membaca sms itu.&lt;br /&gt; Setelah ia buka dan ia baca sms itu. Ia kembali menghela nafas. Bukan seperti yang ia harapkan. Kali ini ia benar - benar pasrah. Gadis itu berdiri dan berjalan menuju meja belajarnya. Diambilnya sebuah buku diary berkunci berwarna ungu. Dibukanya buku itu dan ia mulai menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 30 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashilla Zahrantiara ..selalu mencintainya.. Mario Stevano Aditya Haling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kerinduan akan dirinya seakan merusak batin yang hening.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan…aku rindu dia. Selama 13 hari ngelaluin hidup ini tanpa dia seperti hampa. AKu kangen dia, hujan. Apa kabar dia disana? Apakah dia baik - baik saja? Sempatkah ia memikirkan aku, Peri Hujan yang slalu tersiksa setiap merindukan dirinya. Aku seperti sudah tidak memiliki hubungan lagi dengannya.&lt;br /&gt;Hujan..beri aku jawaban atas semua pertanyaan ini. Tetesan air hujan itu menggambarkan kerinduan dan rasa cintaku kepadanya. Aku udah telanjur sayang sama dia. Terlalu sulit ngejalanin ini semua tanpa dia.&lt;br /&gt;Aku udah berusaha buat setia sama dia. Apakah ia juga begitu?&lt;br /&gt;Miris memang kedengarannya. Tapi inilah hatiku saat ini. Galau.&lt;br /&gt;Beharap semua ini berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashilla Zahrantiara ~ Peri Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gadis yang ternyata bernama Ashilla Zahrantiara dan biasa disapa Shilla itu menutup buku diary nya. Memeluk diary berwarna ungu itu sambil air matanya ikut turun membasahi wajahnya. Serindu itukah dia akan kekasihnya yang bernama Rio atau Mario Stevano Aditya Haling itu? Sepertinya dia benar - benar sayang kepada kekasihnya itu. Ia takut kalau saja Rio menduakannya disana. Dia takut disakiti. Lantas, dimanakah Rio sekarang? Kenapa Shilla sangat menyayangi dan mencintai Rio? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLASH BACK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Beb, kamu baik baik ya selama aku tinggalin. I LOVE YOU.” Ucap Rio sambil mencium kening Shilla lembut dan memeluk Shilla dalam kehangatan cinta mereka.&lt;br /&gt; “Iya beb, I LOVE YOU TOO. Kamu jangan macem - macem ya disana. Aku akan slalu merindukanmu.” Ujar Shilla miris. Matanya membendung segumpalan air yang siap jatuh membasahi wajahnya.&lt;br /&gt; “Kamu juga jangan nakal ya disini. Aku pergi cuman 2 minggu doang kok. Rindumu akan selalu jadi sayap indah untuk hatiku, Peri Hujan.” Rio tersenyum. Mencoba menghibur kekasihnya yang kini menangis dihadapannya. Diusapnya air mata yang jatuh diwajah Shilla.&lt;br /&gt; “2 minggu buatku setahun Rio. Apalagi di desa itu engga ada sinyal. Gimana caranya kamu nghubungin aku?” Pekik Shilla. Rio tersenyum.&lt;br /&gt; “Udahlah beb, tenang aja. Aku akan baik - baik aja kok disana..” Rio mengambil sesuatu dari saku celananya. Ia mengambil handphonenya. “Nih aku titipin handphone aku. Kamu boleh cek semua yang ada di dalam handphone itu. Biar kamu tau kalo aku bener - bener cinta dan setia sama kamu beb.”&lt;br /&gt; Rio memberikan handphone itu. Shilla menerimanya dengan wajah sedih. Walaupun mereka baru 2 bulan pacaran. Tapi cinta mereka begitu hangat.&lt;br /&gt; Rio melirik jam tangannya. Jam 8.00. “Beb, udah jam 8 nih, aku harus pergi. Ingat, pergi untuk kembali ya. Oya, maaf gabisa nemenin kamu di tahun baru.” Rio tersenyum. Shilla pun ikut tersenyum, walaupun dengan terpaksa. Kali ini mereka berpelukan untuk terakhir kalinya dalam pertemuan mereka ini.&lt;br /&gt; Rio memasuki mobilnya. Ia melambaikan tangannya kepada Shilla. Shilla membalasnya sambil tersenyum hangat. Rio pergi ke Desa Nian. Tujuannya pergi kesana untuk berlibur sambil menjenguk kakeknya yang sudah tua. Memang di desa itu tidak ada sinyal. Untuk mencari sinyalpun harus pergi sedikit jauh dari Desa itu. Rio berjanji jika sempat ia akan menghubungi Shilla. Sebenarnya bukan kepergian Rio yang Shilla tangisi, tapi harapannya sendiri. Sedari dulu ia slalu beharap malam tahun barunya akan diisi dengan kebersamaannya besama kekasih yang sangat ia sayangi. Tapi harapan itu pupus sudah ketika Rio memberitahu Shilla bahwa ia akan berlibur di Desa kakeknya. Dan notabenenya di Desa itu tidak ada sinyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLASH BACK END&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Shilla merenung di kamarnya. Hujan yang tadinya deras kini detik demi detik mulai reda. Ia memandang handphone milik Rio yang sudah 13 hari berada ditangannya. Tidak ada yang aneh dihandphone itu. Semua sms yang masuk juga sms - sms biasa dari teman - teman Rio. Hal itu membuat Shilla sedikit tenang, karena tenyata ucapan Rio terbuktikan. Ia setia pada Shilla.&lt;br /&gt; Sejak jam 12 siang sehabis makan siang tadi, Shilla hanya berada di kamar. Ia enggan mau menginjakkan kakinya keluar kamar. Shilla melamun. Entah apa yang sedang difikirkannya. Matanya menatap sesuatu dengan tidak fokus. Tiba - tiba suara ketukan di pintu kamar Shilla membuat Shilla bangun dari lamunannya.&lt;br /&gt; “Shilla!” Panggil Papa Shilla dari luar kamar Shilla.&lt;br /&gt; “Ya pa. Bentar.” Shilla membuka pintu kamanya.&lt;br /&gt; “Kenapa pa?” Tanya Shilla sopan.&lt;br /&gt; “Ntar malem kita manggang - manggang di belakang rumah. Bilang Bi Ina (pembantu Shilla) belanjaan yang Papa simpan dikulkas pada dicuci.” Perintah Papa Shilla.&lt;br /&gt; “Iya deh Pa.” Papa Shilla pun pergi. Shilla segera menemui Bi Ina yang sedang memasak di dapur. Bi Ina adalah pembantu di rumah Shilla yang sudah berkerja untuk keluarga Shilla selama 7 tahun. Jadi dia tau kebiasaan - kebiasaan Shilla yang buruk dan yang baik.&lt;br /&gt; “Bi…” Sapa Shilla. Walaupun hanya pembantu, tapi Shilla tetap menghormati Bi Ina dan mengganggap Bi Ina sebagai Bibi nya sendiri. Sejak sepeninggal Mamanya 2 tahun lalu, Shilla tak jarang mencurahkan isi hatinya kepada Bi Ina.&lt;br /&gt; “Kenapa non Shilla? Mau curhat lagi?” Ujar Bi Ina tersenyum sambil tetap memasak.&lt;br /&gt; “Engga bi. Lagi gak mood cerita. Itu, Papa bilang belanjaan yang Papa simpan di kulkas tadi pada dicuci. Ntar malem kita mau manggang - manggang buat tahun baru.” Kata Shilla to the point.&lt;br /&gt; “Iya non. Non ndak ngajak temen non nanti malam? Biar rame.” Shilla mendengus pelan.&lt;br /&gt; “Males Bi. Kalo gak ada Rio gak seru kayaknya.” Ucap Shilla lesu.&lt;br /&gt; “Lah? Itu kan kayaknya non. Masa mau tahun baru non ndak semangat?” Hibur Bi Ina. Shilla duduk di meja makan, tapi pandangannya tetap kearah Bi Ina.&lt;br /&gt; “Tapi tetep aja gak seru. Huft.” Kata Shilla sambil meniup poni nya yang menutupi alis.&lt;br /&gt; “Semangat non. Tahun baru semangat baru.” Hibur Bi Ina lagi. Ia tak mau melihat nyonya mudanya ini bersedih. Bi Ina tau sejak kepergian Rio yang sementara itu membuat Shilla tak bergairah.&lt;br /&gt; “Ya deh Bi. Shilla mau ke kamar. Ngilangin stres.” Shilla beranjak dari tempat duduk.&lt;br /&gt; “Iya non. Ingat ya, non harus semangat. Jangan lesu begitu.” Shilla hanya tersenyum mendengar kalimat itu dan bergegas pergi menuju kamar.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Kak Shilla! Ikut gue nyalain petasan yuk.” Ajak Ray, adik Shilla satu - satunya. Umurnya tidak jauh dengan Shilla. Hanya terpaut 2 tahun saja. Shilla menduduki kelas 10 (1 SMA) sedangkan Ray kelas 8 (2 SMP).&lt;br /&gt; “Males gue ah.” Ujar Shilla lesu.&lt;br /&gt; “Ahh elu kak. Jelek lu kalo gak semangat gitu. Yuk.” Kata Ray sambil menarik tangan Shilla.&lt;br /&gt; “Engga.” Tolak Shilla. Namun Ray bersikeras.&lt;br /&gt; “Ayukkk…” Kata Ray menarik paksa tangan Shilla. Mau tidak mau Shilla harus mengikuti kemauan Ray. Ray tersenyum karna akhirnya kakak satu - satunya mau menurut juga. Ray dan Shilla bermain petasan di belakang rumah. Sambil Bi Ina, Kak Uci dan Papa Shilla memanggang ayam dan sosis di halaman belakang. Ray yang sedari tadi menjaili Shilla dengan petasan hanya tertawa melihat ekspresi kakaknya yang ketakutan dengan petasan. Bi Ina, Papa Shilla dan Kak Uci (kakak sepupu Shilla)  hanya geleng - geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua.&lt;br /&gt; “Ray!!!! Udah aahhh. Gue nyerah deh. Jangan serang gue pake petasan lagi dong.” Kata Shilla ngos - ngosan. Ray hanya tertawa.&lt;br /&gt; “Biar lu semangat dikit kak. Hehe.” Kata Ray nyengir.&lt;br /&gt; “Ahh elo. Gue laporin ke Ify lo ya.” Ucap Shilla merasa menang.&lt;br /&gt; “Aduh….jangan deh kak. Okedeh okedeh. Adikmu yang cakep ini gak akan gangguin kakak lagi dah.” Jawab Ray narsis. Giliran Shilla yang tertawa.&lt;br /&gt; “Hahaa kalo urusan cewek nyerah dah lo. Awas lo gangguin gue pake petasan lagi.”&lt;br /&gt; “Iya. hehe.” Kata Ray nyengir lagi. Shilla segera beranjak pergi dari situ. Sebelum Ray menjailinya dengan petasan lagi. Dor! Petasan berbunyi lagi. Shilla lari kesana kesini. Ray tertawa.&lt;br /&gt; “Haha. Mau aja ditipu.” Kata Ray terus menjaili Shilla.&lt;br /&gt; “Awas lo Ray! Gue bilangin Ify ntar lo.” Pekik Shilla sambil berlarian.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Bi, yang ini udah mateng deh kayaknya.” Kata Shilla sambil memanggang sosis. Bi Ina segera mengambilnya dan menarus sosis yang telah matang itu ke dalam mangkuk yang telah disiapkan. Handphone Shilla berdering menandakan ada sms yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Zevana&lt;br /&gt;To: Shilla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shill, lo lagi dimana noh sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Shilla&lt;br /&gt;To: Zevana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumah lah. Kenapa emang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Zevana&lt;br /&gt;To: Shilla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rio ada di Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Shilla&lt;br /&gt;To: Zevana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lah. Elo kan tau dia lagi di desa kakeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Zevana&lt;br /&gt;To: Shilla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus yang gue liat tadi siapa dong? Kok Rio ada di rumahnya Alvin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Shilla&lt;br /&gt;To: Zevana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah? Sumpah lo? Demi apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Zevana&lt;br /&gt;To: Shilla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Shill. Demi elo dah. Tadi gue liat Rio. Eh, tapi gaa tau juga sih ya. Tapi yang jelas gue ngeliat Rio tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Air mata Shilla mengalir deras. Dari tidak menyangka bahwa Rio se-tega ini kepadanya. Bukankan Rio tau harapan Shilla itu? Tapi kenapa Rio mengkhianati semua ini. Sakit. Begitu perih. Itu hati Shilla saat ini. Berulang kali hatinya bergumam ‘RIO JAHAT!’ ‘AKU BENCI RIO, JAHAT!’. Mengapa Rio tega melakukan ini semua? Pertanyaan itu terus menghantui pikiran Shilla.  Sebenarnya apa maksud Rio melakukan ini semua?&lt;br /&gt; Jam sudah menunjukan pukul 11.20. Shilla masih terduduk lemas di samping Ray. Ray juga ikut - ikutan berdiam. Berdiam untuk memutar otak mencari cara agar kakak satu - satunya ini bisa tersenyum. Tapi sampai saat ini tidak satupun ide muncul dipikirannya. Akhinya Ray pasrah. Ia menghela nafas. Berusaha menenangkan pikirannya sendiri.&lt;br /&gt; “Kak…udah dong sedih - sedihannya. Ntar cantiknya hilang loh.” Hibur Ray dengan nada sok imut.&lt;br /&gt; “Rio jahat, dek!” Pekik Shilla miris. Ray menggeleng.&lt;br /&gt; “Udahlah kak. Ngapain sih mikirin orang yang cuman bisa bikin hati kita sakit. Sama aja nyakitin diri sendiri namanya.” Ucap Ray sembari mengelus - ngelus punggung Shilla. Shilla hanya terdiam mendengar ucapan Ray. Angin malam yang berhembus menyapa tubuhnya membuat Shilla sadar akan sesuatu. Ray menikmati angin malam yang berhembus riang itu. Mata Shilla yang sedari tadi hanya tertuju pada sang bumi kini beralih menuju langit malam yang indah. Bintang yang berkilauan membuat mata indah Shilla memancarkan cahayanya. Air matanya perlahan mengalir melewati wajah Shilla. Ray menggeleng kepala sambil tersenyum. Entah apa yang dipikirkan Ray. Shilla menghapus air matanya kemudian segera beranjak dari tempat duduknya. Mata Ray mengikuti kerpergian Shilla.&lt;br /&gt; “Mau kemana kak?”&lt;br /&gt; “Ke kamar. Males gue disini dek.” Ujar Shilla sambil berlalu meninggalkan Ray. Shilla mencoba membuka pintu belakang. Terkunci. Shilla mengerutkan dahinya.&lt;br /&gt; “Loh kok dikunci sih?” Ujar Shilla bergumam sendiri. Matanya mencoba menyapu seluruh halaman belakang. Lagi - lagi ia mengerutkan dahi. Semakin bingung akan keadaan ini. “Nah, Papa sama Kak Uci mana? Kok cuman Bi Ina doang yang manggang?” Shilla mencoba menebak - nebak. Tapi pikirannya saat ini sedang kacau. Dengan gontai ia berjalan menuju Bi Ina.&lt;br /&gt; “Bi, kok pintu belakang dikunci sih?” Tanya Shilla tiba - tiba. membuat Bi Ina yang sedari tadi senyum - senyum sendiri kaget.&lt;br /&gt; “Eh non, Bibi kira siapa. Itu, hmmm kucing tetangga suka masuk ke dalam rumah. Jadi pintunya dikunci.” Ujar Bi Ina pelan.&lt;br /&gt; “Heh? Biasanya juga engga dikunci. Kuncinya mana?” Kata Shilla sambil membuka tangannya pertanda meminta kunci.&lt;br /&gt; “Ndak ada sama Bibi non, kuncinya sama tuan.”&lt;br /&gt;“Papa sama Kak Uci kemana?” Tanya Shilla. Bi Ina tersenyum.&lt;br /&gt; “Tuan? Tadi Tuan pergi ke acara Open House di rumah temennya. Kalo Non Uci pergi ke rumah Non Winda (teman Uci)..” Shilla memutar bola matanya. Bi Ina mendelik sambil tersenyum. Shilla melangkahkan kaki menuju Ray yang sedang bermain gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Killing Me Inside - Tanpa Dirimu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memang bukan yang terbaik untukmu&lt;br /&gt;dan aku memang bukan yang terindah bagimu&lt;br /&gt;mungkin semuanya tak seperti dulu&lt;br /&gt;saat kita bisa berbagi bersama&lt;br /&gt;aku takkan rela bila kau tak ada disisiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff :  ku berlari dan terjatuh ( disini )&lt;br /&gt;ku mencari dan tak ada ( dirimu )&lt;br /&gt;aku disini aku berdiri hanya untuk bersamamu&lt;br /&gt;aku sendiri selalu menanti saat nanti kau akan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin seandainya kau ada disini&lt;br /&gt;saat aku lelah dan tak tau arah&lt;br /&gt;aku takkan rela bila kau tak ada disisiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ray berhenti memetik gitarnya. Shilla yang sedari tadi memperhatikan permainan Ray langsung mencubiti pipi Ray. Ray kaget, kenapa tiba - tiba ada Shilla disitu. Shilla tertawa geli. Ray hanya mengerutkan kening sambil membentuk tanda X dikeningnya. Shilla mendengus kesal.&lt;br /&gt;“Permainan gitar lo bagus dek. Lagu apaan barusan?” Tanya Shilla.&lt;br /&gt;“Wo ya dong. Ray geto lohh. Tanpa Dirimu dari Killing Me Inside.” Jawab Ray sambil meletakkan gitarnya.&lt;br /&gt;“Wooooo….baru dipuji aja udah gede kepala lo. Keren tuh lagunya. Sama kayak perasaan gue saat ini.” Kata Shilla mulai miris.&lt;br /&gt;“Ah elo kak. Sedih - sedihan mulu. Semangat dong!” Kata Ray dengan penuh semangat. Tapi tetap saja Shilla tak bersemangat. Semilir angin malam kembali berhembus, pohon - pohon yang ada disekitar rumah Shilla bergoyang seakan menyapa pohon yang lain. Langit juga mulai diselubungi awan hitam. Bulan seakan bersembunyi dibalik awan hitam itu. Dingin semakin menusuk kulit. Hujan sepertinya akan turun. Bi Ina terlihat telah menyelesaikan apa yang ia panggang. Dan segera ia memindahkan semuanya ke tempat teduh di belakang rumah sebelum semuanya terkena hujan. Shilla yang menyadari bahwa sahabatnya sebentar lagi akan menemaninya pun tersenyum.&lt;br /&gt;“Hujan…” Lirihnya teduh. Sambil tangannya menengadah merasakan rintik - rintik hujan yang sedikit demi sedikit turun. Ray yang juga menyadari bahwa sebentar lagi hujan segera menuju tempat teduh di belakang rumah.&lt;br /&gt;“Kak, mau hujan nih. Yuk ke tempat teduh.” Ajak Ray sambil memgang gitarnya.&lt;br /&gt; “Duluan aja  dek. Gue mau ngerasain hujan.” Jawab Shilla sambil tetap tangannya menengadah keatas.&lt;br /&gt; “Jangan mentang - mentang elo Peri Hujan. Ntar sakit lo kak.”&lt;br /&gt; “Udah duluan aja. Gue gak lama kok.” Ray geleng - geleng kepala. Ia segera beranjak dari tempat itu. Shilla tetap dalam posisi itu. Gerimis mulai menyapa kulit Shilla. Shilla tersenyum.&lt;br /&gt; “Terima kasih udah datang, sahabatku. Hujann…” Senyum Shilla pun lahir diantara gerimis yang mulai berlarian turun ke bumi. Semakin lama gerimis itu semakin berubah menjadi hujan. Shilla yang menyadari hal itu langsung menuju tmpat teduh dimana Ray dan Bi Ina berada. Shilla mengusap ngusap lengannya yang terkena air hujan.&lt;br /&gt;Jrengg….jrengg…&lt;br /&gt;Mata Shilla segera berlari menuju sumber suara gitar itu. Ia terperangah melihat sesosok laki - laki yang sangat Ia kenal kini berada di hadapannya sambil membawa gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Once - Symphoni Yang Indah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alun sebuah symphony&lt;br /&gt;Kata hati disadari&lt;br /&gt;Merasuk sukma kalbuku&lt;br /&gt;Dalam hati ada satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manis lembut bisikanmu&lt;br /&gt;Merdu lirih suaramu&lt;br /&gt;Bagai pelita hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkilauan bintang malam&lt;br /&gt;Semilir angin pun sejuk&lt;br /&gt;Seakan hidup mendatang&lt;br /&gt;Dapat ku tempuh denganmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpadunya dua insan&lt;br /&gt;Symphony dan keindahan&lt;br /&gt;Melahirkan kedamaian&lt;br /&gt;Melahirkan kedamaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair dan melodi&lt;br /&gt;Kau bagai aroma penghapus pilu&lt;br /&gt;Gelora di hati&lt;br /&gt;Bak mentari kau sejukkan hatiku&lt;br /&gt;Burung-burung pun bernyanyi&lt;br /&gt;Bunga-bunga pun tersenyum&lt;br /&gt;Melihat kau hibur hatiku&lt;br /&gt;Hatiku mekar kembali&lt;br /&gt;Terhibur symphony&lt;br /&gt;Pasti hidupku ‘kan bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesosok laki - laki manis berpostur tubuh tinggi yang telah menyanyikan lagu itu tersenyum diakhir lagu. Shilla yang hanya terdiam membisu menyaksikan laki - laki itu konser di depan matanya. Ia hanya bisa meneteskan air matanya. Semakin lama air matanya semakin turun deras. Ia segera berlari menemui laki - laki itu. Laki - laki itu menyambutnya dengan pelukan hangat.&lt;br /&gt; “Ih! Jahat kamu! Kesini ga bilang bilang!” Kata Shilla sambil memukul kecil dada laki laki yang ternyata adalah Rio. Hujan yang semakin deras membuat suasana menjadi hangat.&lt;br /&gt; “Hehe. Aku kan mau ngasi kejutan buat kamu beb. Kalo dibilangin duluan kan gak seru.”  Ujar Rio nyengir. Shilla malah semakin meneteskan air mata.&lt;br /&gt; “JAHAT! 13 hari aku nangisin kamu tau gak!” Pekik Shilla. Rio tersenyum kecil. Digenggamnya tangan Shilla dan ditatapnya hangat mata Shilla. Ia mulai menghapus air mata yang membasahi wajah kekasih yang Ia cintai itu.&lt;br /&gt; “Ini semua demi kamu beb. Maaf ya kalo aku udah buat kamu nangis. Plis jangan nangis lagi.  Aku cuman pengen ngasi momen terbaik buat kamu doang beb. Maafin aku ya.” Ujar Rio merasa bersalah. Shilla tersenyum.&lt;br /&gt; “Haha. Ketipu!” Kata Shilla tertawa. Rio memandangnya sambil tersenyum jengkel.&lt;br /&gt; “Dasar Peri Hujan nakal!” Kata Rio mencubit kecil pipi Shilla. Shilla tersenyum geli.&lt;br /&gt; “Ehem! So sweet banget sih. Sampe - sampe kita - kita dilupain. Ckckck.” Teriak Zevana yang kini telah berkumpul bersama Bi Ina, Ray, Ify, dan Alvin. Mereka memandang Shilla dan Rio sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt; “Ehh…sejak kapan kalian ada dirumah gue?” Kata Shilla dalam kebingungan. Rio tersenyum.&lt;br /&gt; “Tadi aku pergi kesini bareng mereka beb. Hehe.” Jawab Rio nyengir.&lt;br /&gt; “Lah? Elo Zev. Elo yang bikin gue nangis tadi. Wooo elo.” Kata Shilla. Zevana tertawa.&lt;br /&gt; “Haha. Itu tadi gue gak tau rencana mereka - mereka ini. Pas selese gue sms elo baru mereka kasi tau. Hehe. Sorry ya Shill. Piss love and gaul dah. Hehe.” Shilla hanya geleng - geleng kepala.&lt;br /&gt; “Ayo kita makan.” Kata Ray.&lt;br /&gt; “Ayooo…gue udah laper banget.” Kata Alvin nyengir. Lalu mereka makan- makan di belakang rumah Shilla ditemani hujan yang kini sudah tidak terlalu deras.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Beb…” Ucap Rio lembut. Membuat Shilla hanyut dalam nada suaranya.&lt;br /&gt; “Iya?” Rio memegang tangan Shilla. Ia menatap jauh kedalam mata Shilla. &lt;br /&gt; “I LOVE YOU Peri Hujan jelek.” Ucap Rio dalam.&lt;br /&gt; “Ih…kok Peri Hujan jelek sih.” Kata Shilla pura - pura ngambek. “But, it’s okay lah. I LOVE YOU TOO Pangeran Malam-ku.” Balas Shilla sambil tersenyum penuh makna. Malam tahun baru yang terindah batin Shilla. Ternyata pikiran negatifnya slama ini terjawab dengan kejutan yang Rio berikan untuknya pada malam ini. Malam Tahun Baru sudah terlewati. Sekarang sudah tahun 2011. Rio dan Shilla berharap cinta mereka akan slalu bersatu untuk slamanya. Peri Hujan kini tlah menemukan Pangeran Malamnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-4111996676136401343?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/4111996676136401343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/04/peri-hujan-cerpen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4111996676136401343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4111996676136401343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/04/peri-hujan-cerpen.html' title='Peri Hujan (Cerpen)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7685345567878292954</id><published>2011-04-23T01:59:00.000-07:00</published><updated>2011-04-23T01:59:37.316-07:00</updated><title type='text'>My Guardian Angel</title><content type='html'>Helooo semuaa!!!&lt;br /&gt;Kembali lagi bersama saya si orang gila. Hahahaha *evillaugh* (gaje -_-)&lt;br /&gt;Well, gue bakal posting salah satu cerpen gue yang pernah gue bawa buat ikutan lomba Bulan Bahasa (again) dan kali ini gue beruntung. Karna puji Tuhan, cerpen gue yang ini berhasil menerobos cerpen saingan - saningan gue waktu itu menuju -ehm- juara 1 (y)&lt;br /&gt;Check It Out..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku duduk di depan mantan kelasku dulu. Berusaha mengingat memori dulu ketika aku masih SMA. Bermain, belajar, dan bertemu dirinya. Lucu dan sedih rasanya jika mengingat semua itu. Lapangan basket yang dapat dilihat dari sini membuat pandanganku kabur. Aku hanya bisa menunduk mengingat semua kenangan itu. Dia yang telah mengubah hidupku dan kini entah dimana. Perpustakaan sekolah yang juga terlihat dari tempat ini membuatku ingin teriak. Hhhhh… Aku hanya bisa menghembuskan nafas. Sesak rasanya jika mengingat semua itu. Ketika aku yang dulunya sangat bodoh sampai datangnya Guardian Angel yang mengubah segalanya. Sangat bodoh, itulah aku pada saat itu. Aku kembali mengingat - ngingat awal dimana aku bertemu dirinya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Nis! Tungguin dong.” Teriakku kepada Nisa, sahabatku yang telah memasuki pintu gerbang sekolah.&lt;br /&gt; “Eh Dilla, tumben kamu gak telat?” Tanya Nisa. Dia tahu betul kalo aku adalah seorang murid yang maniak telat.&lt;br /&gt; “Hehe, aku mau rajin dulu deh hari ini.” Kata ku nyengir. Nisa geleng geleng kepala. Sepertinya dia tau apa yang tersirat di otakku.&lt;br /&gt; “Aku tau, kamu pasti mau ngeliatin Ray main basket kan? Hayooo…” Goda Nisa. Aku tersipu malu.&lt;br /&gt; “Hehe kok tau sih?” Ray adalah kapten basket dari tim sekolah ku (SMA Negeri 34 Jakarta) yang biasanya udah main basket pagi – pagi di sekolah. Dia adalah cowok incaran semua cewek normal di sekolah ini. Beribu prestasi sudah diraihnya. Bagi orang – orang dia adalah cowok perfect yang emang patas di idolakan.&lt;br /&gt; “Tau dong. Aku kan penerusnya Mama Lauren, hehe.” Kata Nisa nyengir. Aku ikutan nyengir.&lt;br /&gt; Di kelas XB terlihat beberapa anak sibuk mengerjakan sesuatu. Aku dan Nisa yang heran langsung bertanya dengan Dio yang sibuk menulis sesuatu yang sepertinya PR.&lt;br /&gt; “Ngerjain apaan sih? Emang kita ada PR ya?” Tanya Nisa.&lt;br /&gt; “Iya nih ada PR matematika. Kalian berdua udah ngerjain?” Tanya Dio sambil tetap fokus menulis. Aku dan Nisa langsung bengong karna belum mengerjakan PR matematika itu.&lt;br /&gt; “Astaga, aku belum ngerjain. Mana pelajaran pertama lagi.” Kataku langsug menuju tempat duduk dan meletakkan tas. Setelah itu mengerjakan PR. Inilah aktivitas kelasku setiap harinya, tiada hari tanpa nyontek. Bagi kami nyontek adalah suatu kewajiban.&lt;br /&gt; Setelah menyelesaikan acara contek menyontek, aku langsung menarik Nisa menuju tepi lapangan basket. Ternyata sebelum aku mendatangi lapangan basket sudah ada beberapa cewek yang duduk di tepi lapangan. Mereka tampak histeris melihat Ray bermain basket. Dan bahkan mereka mejadi sangat centil karna ingin diperhatikan Ray. Tentu saja aku jealous. Astaga, aku lupa bahwa Ray adalah idola cewek - cewek di sekolah ini. Wajar saja kalo banyak yang caper dengannya. Aku segera menarik Nisa lagi ke bangku kosong yang terletak di tepi lapangan basket. Aku sangat histeris melihat Ray bermain basket. Dia sibuk memantulkan bola berwarna jingga ber-less hitam itu sambil berlari ke arah ring basket dan pluungggg, bola itu terbang menuju ring basket. Tapi ternyata bola itu malah memantul dan…..&lt;br /&gt; “Awwwww….” Jeritku. Pandanganku kabur dan menjadi semuanya menjadi hitam.&lt;br /&gt; “Hey, kamu gak kenapa napa?” Tanya Ray. Aku yang tidak tau apa apa langsung heran. &lt;br /&gt;“Perasaan tadi aku berada di tepi lapangan basket melihat Ray bermain basket. Tapi kok sekarang aku berada di ruangan yang sangat lazim bagiku. Yap, ini UKS. Kok aku ada disini ya? Aku mimpi?” Batinku heran.&lt;br /&gt; “Hey, kok malah bengong? Kamu engga kenapa – napa kan? Tadi bola basket yang aku maini mengenai kepalamu.” Kata Ray ramah. Dan aku baru sadar tadi bola basket itu memantul ke arahku. Karna kebetulan posisi ku berada tidak jauh dari ring basket.&lt;br /&gt; “Aku gak kenapa – napa kok. Tapi kepalaku jadi aneh gini rasanya. Pusing. Hmm makasih ya udah ngebawa aku ke UKS.” Kataku tersenyum semanis mungkin. Kapan lagi coba ditemenin Ray di UKS kayak gin. Mungkin para penggemar Ray tadi menjadi benci kepadaku karna iri.&lt;br /&gt; “Iya, tapi bukan cuman aku aja kok yang ngebawa kamu ke UKS. Tapi cewek - cewek tadi juga ikutan ngebawa kamu ke UKS. Oiya, sorry ya gara – gara aku kamu jadi pingsan.” Ujar Ray tersenyum manis. Aku rasanya sudah berada di langit ke tujuh karna senyuman manisnya yang bikin semua cewek menjerit.&lt;br /&gt; “Iya engga apa – apa kok.”&lt;br /&gt; “O iya nama kamu siapa? Aku Ray.” Ujar Ray sambil mengulurkan tangannya. Aku membalas jabatan tangannya dengan senang hati. Benar - benar hari ini adalah hari paling menyenangkan dalam hidupku.&lt;br /&gt; “Aku Dilla. Aku udah tau kok nama kamu. Secara gitu loh seorang Ray siapa sih yang gak kenal di sekolah ini.” Kataku dengan nada yang sedikit centil. Ray tersenyum.&lt;br /&gt; “Ah engga kok biasa aja. Kamu kelas berapa?”&lt;br /&gt; “Aku kelas XB, Ray.”&lt;br /&gt;“Berarti kelas kita deketan ya. Kalo aku kelas XC. Eh ini jam berapa sih?” Tanya Ray sambil melirik jam tangannya.&lt;br /&gt;“Wah udah jam 7.30 nih. Kamu udah baikan belum? Kalo udah kita balik ke kelas lagi aja. Soalnya ntar bisa - bisa kamu ketinggalan pelajaran.” Kata Ray perhatian. Aku senang sekaligus sedih dengan perkataan Ray. Senang karna dia perhatian sama aku, sedih karna ga bisa sama sama lagi sama dia. Kesempatan gak datang dua kali loh. Lagian lama – lama disini juga ga apa – apa. Inikan jam pelajaran MM.&lt;br /&gt;“Ya udah agak mendingan sih. Kamu kayaknya semangat banget ya buat belajar.” Jawabku apa adanya.&lt;br /&gt;“Belajar itu tujuanku datang ke sekolah. Kalau tidak untuk belajar tidak mungkin aku datang ke sekolah. Lebih baik aku bermain basket seharian di rumah.” Jawab Ray. Perkataanya barusan membuatku merasa tersindir tapi juga kagum.&lt;br /&gt;“Ah bagiku sekolah itu hanya untuk menghilangkan rasa jenuh aja. Walaupun di sekolah malah sering membuatku bosan. Lagian bagiku bisa menulis dan membaca udah cukup kok.” Jawabku polos. Ray tertawa kecil.&lt;br /&gt;“Kamu belum mengerti apa yang dinamakan sekolah Dil.” Jawab Ray. Aku hanya tersenyum.&lt;br /&gt;“Yaudah kita balik ke kelas yuk, kan udah mendingan.” Ajak ray. Aku menggangguk kecil.&lt;br /&gt;“Ya udah, yuk.” Ajak Ray yang udah berdiri sambil menungguku ikut bangkit dari kasur UKS itu. Akhirnya aku terpaksa bangkit berdiri dan kembali ke kelas. Aku dan Ray berjalan lewat koridor sekolah sambil mengobrol dengan volume suara yang kecil. Ketika melewati beberapa kelas, sepertinya ada beribu pasang mata memperhatikan kami berdua. Terutama cewek – cewek yang notabenenya adalah fans beratnya Ray. Ya aku tau mereka pasti akan sangat membenciku setelah ini. Tapi aku cuek aja lah, apa yang mesti aku takutin dari mereka coba. Mereka juga sepertiku bukan? Sama – sama manusia.&lt;br /&gt;Begitu hampir sampai di kelasku, Ray berhenti sejenak. Aku juga ikut – ikutan berhenti berjalan. Berjuta pikiran terlintas dibenakku. Aku malah sempat menerka bahwa Ray akan menembakku. Ah tidak mungkin, it’s so crazy. Terkaan macam apa ini.&lt;br /&gt; “Hmm Dill, kalo kepalamu masih sakit bilang aku aja ya. Aku kan harus tanggung jawab. Soalnya aku yang ngelempar bola itu.” Ujar Ray menatapku. Tatapan matanya begitu tajam. Membuatku terhanyut dalam tatapan itu. Wajar saja kalau beribu cewek – cewek begitu mengidolakan dia yang bukan artis. Tatapannya saja seperti tatapan yang seolah olah menusuk dan masuk ke dalam hati.&lt;br /&gt; “Iya Ray. Tenang aja kok aku udah baikan.” Jawabku sambil tersenyum. Ray ikutan tersenyum. Senyum yang begitu indah, seindah bunga mawar. Ah tidak, lebih indah dari itu. Aku sibuk bengong. Sampai akhirnya Ray membangunkan lamunanku dengan ucapan yang keluar dari bibir lembutnya.&lt;br /&gt; “Yaudah tuh kelas kamu udah dekat. Yuk.” Celetuk Ray. Lalu aku melanjutkan perjalanan menuju kelas, dan Ray terus berjalan lurus menuju kelasnya yang terletak di sebelah kelasku yaitu XC. Sebelum aku memasuki kelas tentu saja aku mengetuk pintu kelas terlebih dahulu. Pak Yoris sang guru matematika mempersilahkanku masuk. Pak Yoris bertanya mengapa aku baru memasuki kelas. Lalu aku menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi. Pak Yoris mengangguk tanda mengerti. Saat aku berjalan menuju tempat dudukku, lagi – lagi semua orang di kelas menatapku tajam. Tatapan yang seolah – olah bertanya ‘Ada apa antara kamu dan Ray?’. Aku yakin nanti jam istirahat aku pasti diserbu dengan berjuta pertanyaan dari mereka yang sudah seperti hantu penasaran. Dan yang benar saja, di jam istirahat aku diserbu oleh berjuta pertanyaan dari mereka. Bahkan siswi – siswi dari kelas lain ikutan nimbrung menyerbuku dengan berbagai pertanyaan ‘Kamu tadi ngapain sama Ray?’ ‘Kamu pacaran ya sama Ray?’ ‘Kamu kok kayaknya deket banget sama Ray?’ kamu inilah itulah, berbagai pertanyaan mengelilingiku waktu  itu. Dan aku jawab seadanya. Banyak yang percaya, tapi tak sedikit juga yang menganggap omonganku bullshit. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;  Esoknya aku masih diserbu dengan berbagai pertanyaan. Dan lagi – lagi aku jawab seadanya saja. Terkadang Nisa juga ikutan diserbu dengan pertanyaan itu. Karna mereka tau aku sangat berteman dekat dengan Nisa. Aku sangat tidak tenang berada di sekolah karena hal ini. Jam istirahatku jadi sering terpakai untuk menjawab pertanyaan - pertanyaan gaje dari mereka. Jam istirahat kali ini aku gunakan untuk pergi ke perpustakaan bersama Nisa. Mungkin di perpustakaan aku akan lebih tenang walaupun niatku yang sebenarnya bukan untuk membaca buku tapi untuk menenangkan diri. Di perpustakaan aku melihat Ray yang sedang membaca buku. Tentu saja aku dan Nisa speechless. Aku dan Nisa segera menghampiri kursi kosong yang berada di sebelah Ray.&lt;br /&gt; “Hai Ray.” Sapaku dan Nisa dengan volume suara yang kecil. Ingat ini perpustakaan bukan pasar.&lt;br /&gt; “Hai juga.” Jawab Ray.&lt;br /&gt; “Gimana kepalanya udah bener - bener sembuh kan?” Ujar Ray perhatian. Membuat Nisa sediky envy kepadaku.&lt;br /&gt; “Udah kok.” Jawabku sambil tersenyum. Ray kembali melanjutkan acara membacanya. Aku dan Nisa segera mencari buku untuk dibaca. Dan kembali lagi ke kursi tadi. Tanpa sengaja membaca judul buku yang dibaca oleh Ray. ‘Sekolah Kewajibanku’ kira kira seperti itulah judul buku yang dibaca Ray. Aku jadi penasaran dengan buku itu. Karna selama ini aku terus meremehkan sekolah.&lt;br /&gt; “Hmm Ray, kamu baca apaan?” Tanyaku. Nisa sibuk dengan bacaannya. Ray tersenyum, senyum yang dibangga – banggakan para penggemarnya selama ini.&lt;br /&gt; “Ini nih buku ‘Sekolah Kewajibanku’. Bukunya bagus banget, bagus untuk dibaca para murid. Biar kita tau sekolah tu ternyata penting banget. Aku sudah sering membaca buku ini tapi belum pernah kata ada kata bosan untuk membacanya.” Ujar Ray. Aku larut dalam perkataannya. Merasa tersindir tapi itu perkataan jujur dari Ray. Setau aku sekolah itu sangat tidak penting. Cukup bisa membaca dan menulis itu sudah cukup bagiku, bukannya malah belajar tentang logaritma, past tense, dan bla bla bla.&lt;br /&gt; “Aku boleh pinjem gak ntar buat aku baca – baca di rumah?”&lt;br /&gt; “Boleh dong. Biar kamu tau apa yang dinamain sekolah itu. Tapi aku baca dulu ya.”&lt;br /&gt; “Sip deh.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Malam ini aku tidak ada kerjaan. Tiba - tiba saja aku teringat dengan buku yang aku pinjam dari perpustakaan sekolah tadi siang. Aku berjalan menuju meja belajarku dan menarik tas selempang berwarna biru itu. Dan membuka resletingnya, kemudian mengambil buku berwarna putih yang tebalnya kurang lebih 5 mm itu. Bentuknya seperti novel, bedanya buku ini berisikan info bukan cerita fiktif. Aku membaca lembaran demi lembaran kertas itu. Sangat serius dengan bacaanku saat itu. Setelah selesai membaca setengah isi dari buku itu. Spechless itu yang aku rasakan ketika selesai membaca setengah isi dari buku itu. Sekarang aku tau mengapa Ray sangat menghargai apa yang dinamakan sekolah itu.&lt;br /&gt; Esoknya aku datang lebih awal dari biasanya. Dan ingat aku ini maniak telat, tapi mulai sekarang aku akan menjadi siswi yang rajin. Apakah itu karna Ray? Tentu tidak. Aku menjadi seperti ini karna niatku untuk sekolah. Tapi ini juga berkat Ray yang sudah membuatku bisa membaca buku itu. Dan akhirnya aku bisa berubah menjadi siswi teladan. Ah tidak, maksudnya calon siswi teladan. Hari ini aku berhasil membuat semua orang heran dengan perubahanku. Yang biasanya mencontek baik pada saat ulangan dan mengerjakan PR tapi sekarang sudah bisa dibilang anti menyontek. Hari ini aku sangat senang mengikuti setiap pelajaran dan penjelasan pelajaran dari guru. Tidak ada lagi kejadian tidur di kelas pada saat jam pelajaran. Ray yang sepertinya melihat perubahanku itu ikut senang. Aku ingin berterima kasih kepada Ray besok. Karna ia yang telah membuatku bisa membaca buku yang berhasil merubah jalan hidupku itu. Pasti kalian bingung dan penasaran apa isi buku itu sehingga membuatku berubah 180 derajat seperti ini. Isinya sebetulnya simple saja. Bacaan ringan yang isinya melebihi nilai emas dan permata. Karna buku itu aku tau bahwa sekolah bukan untuk tidur, bukan untuk menyontek, bukan untuk mencari pacar. Tapi sekolah adalah tempat untuk kita belajar banyak hal. Belajar bersosialisasi, belajar menghitung, berbahasa inggris, berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Bayangkan jika kita tidak sekolah atau mungkin kita hanya bisa membaca dan menulis. Kita tidak akan bisa menghitung soal aljabar yang siapa tau saja masa depan kita adalah ahli roket seperti Warner von Braun. Kita tidak akan bisa berbahasa inggris, sehingga jika suatu saat kita pergi ke luar negeri kita hanya bisa bengong melihat orang berbicara. Bayangkan jika kita melewatkan semua pelajaran itu di sekolah. Tentu kita baru akan menyesal ketika tau ternyata kita akan membutuhkan semua itu kelak. Banyak orang – orang yang umurnya sudah tua tapi masih semangat belajar. Tapi mengapa kita yang masih muda malah meremehkan arti sekolah itu. Tuhan membuat sekolah itu menjadi ada di dunia ini bukan untuk kita remehkan, tetapi untuk kita pahami arti sekolah itu sesungguhnya.&lt;br /&gt; Bersyukurlah kita yang masih bisa sekolah dengan layak. Karna tidak semua orang bisa bersekolah dan mendapatkan ilmu. Akhirnya mereka yang tidak bersekolah hanya bisa mengikuti arus kehidupan tanpa tau potensi – potensi yang mungkin bisa mereka dapatkan jika mereka bersekolah. Kini aku sangat menghargai arti sekolah. Senang rasanya jika aku dapat menyelesaikan soal – soal yang diberikan guru – guru. Itu karna aku mengikuti penjelasan guru di depan kelas. Jika kita terus – terusan tidur pada saat jam pelajaran. Apa yang bisa kita dapatkan pada saat itu? Kita hanya mendapatkan mimpi buruk untuk masa depan. Melewatkan setiap butir penjelasan dari guru yang bertujuan membuat kita menjadi pintar, bukannya bertujuan untuk membuat kita bodoh. Aku sangat berterima kasih kepada Ray, berkatnya aku bisa berubah menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Esoknya aku bermaksud menghampiri Ray di kelasnya untuk mengucapkan terima kasih kepadanya. Aku berjalan melewati koridor sekolah menuju kelasnya. Tak peduli berapa pasang mata menatapku sinis. Aku sampai di kelas XC. Aku mencari Ray tapi Ray ternyata tidak ada di kelas. Aku pergi menuju perpustakaan, tapi lagi lagi ray tidak ada disana. Aku terus mencari Ray disetiap sudut sekolah baik di tempat yang biasa Ray kunjungi sampai tempat yang jarang Ray kunjungi. Aku lelah mencari Ray, akhirya aku kembali ke kelas. Di perjalanan menuju kelas aku bertemu Vina murid dari kelas XC.&lt;br /&gt; “Hey Vin.” Sapaku. Vina membalasnya dengan senyuman.&lt;br /&gt; “Hey juga, Dilla. Mau kemana?” Tanya Vina ramah.&lt;br /&gt; “Aku mau ke kelas  nih. Kamu mau ke kelas juga?”&lt;br /&gt; “Iya Dill. Kita barengan aja ya.” Ajak Vina. Aku mengangguk.&lt;br /&gt; “Hmm kok dari tadi aku ga ngeliat Ray ya. Kamu ada liat gak?”&lt;br /&gt; “Ray? Hmm…. Oya dia engga masuk sekolah hari ini. Dan denger – denger katanya dia pindah ke luar negeri.” Jawab Vina. Aku kaget. Bagaikan disambar petir aku mendengar berita itu. Tapi aku belum yakin dengan perkataan Vina.&lt;br /&gt; “Hah? Yang bener?” Kataku berusaha menyakinkan. Vina mengangguk. Dan dia sepertinya sedang mengambil Sesutu di dalam saku roknya.&lt;br /&gt; “O, iya kemarin Ray nitip ini ke aku.” Kata Vina sambil memberikan sebuah kertas yang dilipat beberapa lipatan. Aku menerimanya dan langsung membuka kertas itu. Vina yang kayaknya udah tau isi surat itu hanya diam saja.&lt;br /&gt; Hay Dill. Kamu apa kabar hari ini? Moga baik baik aja ya. Aku mau minta maaf sekaligus berterima kasih denganmu. Minta maaf jika aku ada salah selama ini. Terima kasih karna kamu udah jadi teman baruku yang sangat baik. Dan sekali lagi aku mau minta maaf karna aku engga memberi tau hal ini sama kamu. Hari ini aku pindah ke Australia ikut orang tua aku. Kemarin aku mau ngasi tau kamu tapi kamu nya sibuk. Lagian kemarin aku pulangnya lebih awal untuk mempersiapkan kepindahanku. Kamu harus belajar dengan sungguh – sungguh tiap hari. Sekarang kamu udah ngerti kan apa arti sekolah? Kamu boleh pinjamin buku itu dengan mereka yang belum paham arti sekolah.&lt;br /&gt; Sekian surat dariku ya. Kalau kamu mau kamu bisa mengirim e-mail denganku. Jaga baik – baik diri kamu disana ya.&lt;br /&gt;Salam manis,&lt;br /&gt;Ray&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hatiku hancur berkeping keping setelah membaca surat itu Tapi ini sudah terjadi, aku tak mungkin bisa melarang Ray untuk pindah ke Australia. Kini aku hanya bisa mengenang Ray. Aku sering mengiriminya email. Dan akhirnya ia memberikanku alamat akun facebooknya. Walaupun hanya lewat jaringan internet kami berkomunikasi, tapi itu sudah bisa mengobati rasa kangenku kepada Ray. Aku selalu ingat akan jasanya. Bagiku Ray adalah Guardian Angel di hidupku. Karna ia aku mengerti arti sekolah.&lt;br /&gt; Tanpa Ray aku terus belajar dan selalu semangat mengikuti pembelajaran di sekolah. Aku terkadang menyesal mengapa dulu aku menyia – nyiakan sekolah. Sekarang aku sering mengikuti olimpiade dan membawa harum nama sekolah. Bahkan guru - guru sering menjadikanku contoh untuk siswa – siswi lain. Betapa indah hidup ini jika kita mengerti dan paham segala sesuatu yang terjadi di hidup ini.&lt;br /&gt; Hhhhhhh sekali lagi aku mengehmbuskan nafas panjang. Sedih jika mengingat semua itu. Tapi itulah hidup. Aku angkat dari kursi depan kelas. Bersiap - siap pulang dan akan melanjutkan perjalanan hidup yang masih panjang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7685345567878292954?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7685345567878292954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/04/my-guardian-angel.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7685345567878292954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7685345567878292954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/04/my-guardian-angel.html' title='My Guardian Angel'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7641214869086219704</id><published>2011-04-19T01:52:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T01:52:21.024-07:00</updated><title type='text'>Puisi - puisi karyaku (original)</title><content type='html'>Hay semua blogger :D&lt;br /&gt;Udah lama nih gak ngepost entri baru, hehe.&lt;br /&gt;Sorry deh abisnya lupa sih update entri baru.&lt;br /&gt;Oke oke, kali ini gue bakal terbitin puisi - puisi karya gue asli. Gak jiplak loh ya.&lt;br /&gt;Check it out!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Ingkar"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku disini diam seribu bahasa&lt;br /&gt;Menatap dalam angan tentangmu&lt;br /&gt;Sakit kurasa jika mengingat semua itu&lt;br /&gt;Apalagi jika mengingat janji indah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin rasanya aku teriak&lt;br /&gt;Menembus segala rasa sakit ini&lt;br /&gt;Kau ingkar janji&lt;br /&gt;Hanya omong kosong yang kau ciptakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyayangimu&lt;br /&gt;Dan dulu kaupun begitu&lt;br /&gt;Tapi sekarang kau tinggalkan aku&lt;br /&gt;Hanya untuk bersama dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benci akan semua ini&lt;br /&gt;Aku menyesal telah menyayangimu&lt;br /&gt;Janjimu menusuk hatiku&lt;br /&gt;Ingkarmu melukai hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ingkar ini adalah puisi yang pernah gue pake buat ikutan lomba di sekolah pada acara Bulan Bahasa. Tapi, gue gak menang. It's okay. Menang kalah udah biasa ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Pertanyaan Rahasia"&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh...&lt;br /&gt;Bukan maksudku membencimu&lt;br /&gt;Bukan maksudku tak ingin mengenalmu&lt;br /&gt;Ini semua hanyalah semuah kesalahpahaman antara kita&lt;br /&gt;Aku tau bukan hanya cinta yang mempersulit kita&lt;br /&gt;Tapi juga perpisahan yang terbentang antara kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan...&lt;br /&gt;Bukan karna ku mencintaimu&lt;br /&gt;Tapi karnaku menyayangimi&lt;br /&gt;Tuhan yang tau perasaan kita&lt;br /&gt;Bukan mereka ataupun dia&lt;br /&gt;Biarlah hanya kita dan Tuhan yang memegang erat rahasia perasaan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita memang tak bisa menyatu lagi&lt;br /&gt;Namun kasih sayang yang ada Tuhan takdirkan agar kita memperuntukkannya kepada pilihan lain&lt;br /&gt;Aku yakin di penghujung waktu, di suatu saat nanti&lt;br /&gt;Semuanya akan terjawab oleh Tuhan&lt;br /&gt;Apa yang harus kita lakukan cukup kita jalani saja&lt;br /&gt;Jangan paksakan kehendak yang mementingkan kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing masing dari kita tlah memiliki cinta&lt;br /&gt;Tak wajar jika kita masih mengistimewakan perasaan ini&lt;br /&gt;Abadikan saja kenangan terindah milik kita di surga&lt;br /&gt;Kelak kita kan tau apa yang terbaik&lt;br /&gt;Biarlah semua ini akan menjadi pertanyaan rahasia dihati kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;"Selamat Pagi"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang indah&lt;br /&gt;Membawa kesan yang begitu mempesona pada sang embun&lt;br /&gt;Yang menyejukkan hati&lt;br /&gt;Merembes masuk kedalam jiwa&lt;br /&gt;Melakukan hal yang indah pada jernihnya fikiranku saat ini&lt;br /&gt;Kutak bisa memungkiri&lt;br /&gt;Aku jatuh cinta pada sang pagi&lt;br /&gt;Pada sang mentari yang senantiasa menjadikan saat ini pagi&lt;br /&gt;Ku ucap syukur atas keindahan pagi ini&lt;br /&gt;Atas anugrah yang telah DIA berikan kepadaku agar ku bisa melihat dengan nyata bagaimana pagi ini mengindahkan hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Tuhan...&lt;br /&gt;Karna ekuatanmu lah aku bisa berdiri untuk saat ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7641214869086219704?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7641214869086219704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/04/puisi-puisi-karyaku-original.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7641214869086219704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7641214869086219704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2011/04/puisi-puisi-karyaku-original.html' title='Puisi - puisi karyaku (original)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-6482433208786622869</id><published>2010-08-29T07:47:00.000-07:00</published><updated>2010-08-29T07:47:05.229-07:00</updated><title type='text'>Lanjutan CGS (Cinta Gila Shilla) dan MSG (Masa SMA Gue)</title><content type='html'>halooo teman teman semua, terutama buat para readernya kedua cerbung aku CGS dan MSG ya...&lt;br /&gt;udah banyak yang nanya nih di facebook, tweet, semua pada nanya mana lanjutannya?&lt;br /&gt;haduhh bukannya gamau lanjut, tapi aku sekarang lagi sibuk sama sekolah. dan gak sempet ngetik, salah satu faktornya sih pacar ehehhe&lt;br /&gt;soalnya kalo dia nge-sms ga enak juga kan kalo ga dibales. nah ga mungkin juga aku ngetik sambil sms-an, apalaagi sekarang hp aku 1 menit mungkin paling engga ada 5 pesan yang masuk. sombong ya? tapi emang itu kenyataannya kok.&lt;br /&gt;jadi sorry banget buat para reader CGS dan MSG ya, mungkin akan dilanjutin pas libur bulan lebaran nanti ya :))&lt;br /&gt;*lama bangeeet*&lt;br /&gt;ya mau gimana lagi...&lt;br /&gt;yang penting tetap la njut kan?&lt;br /&gt;dan semoga buat para reader cerbungku gak bosen ya nunggunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-6482433208786622869?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/6482433208786622869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/08/lanjutan-cgs-cinta-gila-shilla-dan-msg.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6482433208786622869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6482433208786622869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/08/lanjutan-cgs-cinta-gila-shilla-dan-msg.html' title='Lanjutan CGS (Cinta Gila Shilla) dan MSG (Masa SMA Gue)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-213222624214829900</id><published>2010-07-21T07:34:00.001-07:00</published><updated>2010-07-21T07:34:51.487-07:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla Part. 8 (RODAR and Deffie' Problem)</title><content type='html'>“Siapa sih? Bikin penasaran aja deh.” Kata Manda berbisik. Cinda yang daritadi keliatan lagi mikir ngeluarin suara.&lt;br /&gt;“Kayaknya gue kenal deh tuh cewek.” Kata Cinda. Semua CSF langsung memandang Cinda.&lt;br /&gt;“Tapi gue lupaaaaa...” Lanjut Cinda.&lt;br /&gt;“Jiaaaahhhh...” Kata CSF lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dengan Cakka..&lt;br /&gt;“Wah thanks banget ya Cak, aku kirain nih buku ilang ehehe.”  Kata cewek itu nyengir.&lt;br /&gt;“Iya abis kemarin pas kamu pergi aku baru nyadar bukunya ada yang ketinggalan Fy.” Kata Cakka dengan ekspresi yang memandang Ify berbeda. Aaa tidaak jangan CakFy (??)&lt;br /&gt;“Eh Fy...gue boleh minta nomer hp lo gak?” Kata Cakka malu malu.&lt;br /&gt;“Emm boleh lah.” Kata Ify tersenyum manis. Cakka segera mengeluarkan BB nya.&lt;br /&gt;“Isiin ya.” Kata Cakka memberikan BBnya, eits bukan dikasi loh ya -_-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to CSF..&lt;br /&gt; “Nah kannnn, tuh orang bikin penasaran aja deh!” Kata Deffie tiba tiba. Semua CSF yang lagi asik dengan pemandangannya kaget setengah mati. Dan menoyor kepala Deffie.&lt;br /&gt; “Awww sakit! Apaan deh.” Kata Deffie.&lt;br /&gt; “Lu bikin kaget aja dah.” Kata Manda.&lt;br /&gt; “Ehehe” Deffie cuman nyengir.&lt;br /&gt; “Lu kenapa Cin? Udah kayak sapi mau beranak aje muka lu!” Kata Mirandha ngasal. Cinda yang tampangnya lagi kayak professor gak makan tiga hari tiga malem sedikit kaget. Lah? Jadi daritadi Cinda ngapain ya?&lt;br /&gt; “Hah??! Sapi??! Sapii... sapi...” Kata Cinda memikirkan kata ‘sapi; itu. CSF memandang Cinda aneh, tapi penuh penasaran (bukan perasaan ya :P).&lt;br /&gt; “Emang kenapa sama sapi? Muka gue mirip sapi? Engga kan?? Tampang mirip SELENA GOMEZ juga...” Kata Mirandha narsis. CSF menoyor kepala Mirandha. Kini giliran Mirandha yang merintih.&lt;br /&gt; “Enggg.....sapi... api... emmm Ipy? heh?” Kata Cindah ga jelas. Kali ini tampangnya udah kayak dukun baca mantra. Ckckckck, Cibnda udah kayak bunglon aja ya bisa berubah rubah gitchuuu (alay).&lt;br /&gt; “Ipy? NGapain lo nyamain nama gue sama  sapi??” Kata Ivy menatap Cinda tajam, ngalahin tajamnya pisau sama silet. Cinda cuman bisa nyengir.&lt;br /&gt; “Gimana sih lo, nama lo kan Ivy!” Kata Kaila.&lt;br /&gt; “Iya juga ya.” Kata Ivy.  Cinda langsung tersenyum puas sehabis mendengar ucapan Kaila tadi.&lt;br /&gt; “Huaaa thanks Kakaiku sayaaangggggg.” Kata Cinda memeluk Kaila erat. CSF cuman bisa melongo melihat kejadian itu. Jangan mikir macem – macem, ini bukan pembunuhan kok, ehehehe.&lt;br /&gt; “Stooopppp. Lo kenapa sih? Aneh banget.” Kata Kaila sebel. Cinda malah nyengir.&lt;br /&gt; “Gue baru inget, tuh anak namanya Ify.” kata Cinda puas. CSF memandang Cinda dengan ekspresi melongo kok-bisa-tau-tuh-anak.&lt;br /&gt; “Kok bisa tau Cin??” Kata Della.&lt;br /&gt; “Dia itu tetangga baru gue, katanya baru pindah ke kompleks gue. Kemarin guee...”&lt;br /&gt;FLASH BACK&lt;br /&gt; ‘Hahhaaha najong dah. Elu aja yang sama Daud, gue sih sama Ray wekks’ Kata Cinda di telepon.&lt;br /&gt; ‘Gak!!! Gue sih sama Stevan William gituu, heheheheheh’ Kata Kaila&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Cindaaaaaa” Kata Mamanya Cinda sedikit berteriak memanggil anaknya yg sdikit miring  itu hahaha. Piss Cinda&lt;br /&gt; “Iyaaa maa.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘Eh Kai udah dulu ya, nyokap gue manggil nih. Byee.’&lt;br /&gt; ‘Oke deh byee’&lt;br /&gt; ‘Tut tut tut’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Kenapa ma?” kata Cinda mendatangi Mama nya yang ada di dapur.&lt;br /&gt; “Wahh asik ada kue nyummy...” Kata Cinda hampir menyentuh kue yang ada di kantong plastik itu. Tapi buru buru Mamanya memukul pelan tangan Cinda.&lt;br /&gt; “Eh jangan, ini buat tentangga baru kita.”&lt;br /&gt; “Hah? Tentangga baru?”&lt;br /&gt; “Iya, kamu mau ikut Mama ke rumah tentangga baru kita? Katanya anaknya ada yg seumuran sama kamu.”&lt;br /&gt; “Cewek pa cowok ma?Kkalo cowok cinda mau dong, ehehe.”&lt;br /&gt; “Dasar kamu ini, katanya sih cewek.”&lt;br /&gt; “Yaahh, kalo gitu gajadi deh.”&lt;br /&gt; “Beneran? Yaudah mama pergi dulu ya, oya bilangin sama papa kamu mama mau pergi bentar ya.”&lt;br /&gt; “Okedeh sip ma.”&lt;br /&gt;FLASH BACK END&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Heh lu pada ngapain?” Kata Dhea anggota CSF yang baru nongol. Nongol darimana nih anak ya?&lt;br /&gt; “Hah?? Kok lo ada disini Dhe??” Kata Deffie melihat Dhea yang udah berdiri dibelakang CSF yang lagi ngintip. Jangan negatip ya temen temen ku sayangg -___-&lt;br /&gt; “Emangnya kenapa? Gaboleh? Lagian ini udah bel istirahat ko, lo liat deh mereka.” Kata Dhea menunjuk ke arah anak – anak yang udah nonton CSF daritadi. CSF mangap. HAH??!!&lt;br /&gt; “WOY BIASA AJA DONG LIAT KITA! KENAPA? GAPERNAH NGELIAT CEWEK CEWEK CANTIK LU? HAHA.” Kata Della. Anak – anak menyoraki Della dan CSF. Lalu CSF beranjak pegi darisitu sambil ngedumel gajelas. Tiba tiba ponsel Deffie bordering menandakan ada sms masuk. Lalu ia membukanya. Raut wajah Deffie yang tadinya ceria sekarang malah berbubah drastis menjadi lesu dan pucat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Dasar cewek gila! Masa gue dikatain cebol?” Kata Ray marah – marah gajelas. lalu dia menghampiri Tim basket SUPER yang lagi nongkrong dikelasnya Deva, Rio, dan Alvin yaitu 8A. Ce ileh gaul nih yee. Apaan dah #abaikan wakawaka ee. Bukan nyanyi ini –“&lt;br /&gt; “Kenapa lu Ray?” Kata Alvin menatap Ray sekilas. Ray duduk di bangku yang kosong.&lt;br /&gt; “Itu masa ada yang ngatain gue cebol! Cebol-an elu kali Dev!” Deva yang merasa tersinggung langsung menatap Ray sinis. Ray tidak memperhatikan Deva.&lt;br /&gt; “Apa lu?! Ngatain gue lu! Dasar GOLEK!” Kata Deva marah – marah. Ray dan tim basket SUPER menatap Deva, penasaran sama kata GOLEK yang barusan Deva sebutin. Apaan yak?&lt;br /&gt; “Apaan tuh GOLEK? Wayang GOLEK?” Kata Rio.&lt;br /&gt; “ETDAH. Kalo GOCAP gue tau, GOndrong CAkeP kan? Nah GOLEK apaan?” Sambung Ozy.&lt;br /&gt; “Najis! Apaan GOndrong CAkep! Mending gue.” Kata Rio dengan pede-nya.&lt;br /&gt; “Woooo...” Sorak anak SUPER.&lt;br /&gt; “GOLEK itu GOndrong jeLEK! Wakakakaka..” Kata Deva ngakak. Yang juga ikutan ngakak. Kecuali ray yang memandang Deva sinis. ‘dasar cebol, awas lu’ batin Ray.&lt;br /&gt; “COCOK BANGETTT DEV! WAKAKAKA!” Kata Alvin ngakak.&lt;br /&gt; “Seharusnya dia dipanggil GOLEK aja tuh daripada GOCAP, hahaha.” Sambung Ozy.&lt;br /&gt; “Wooo sirik ya sama panggilan buat gue. Gue panggil anak RayReady baru tau rasa lu pada! terutama lu Dev! Apaan lu!” Kata Ray. Sementara yang lain masih sibuk ngakak.&lt;br /&gt; “Gue juga bakal panggil anak – anak RISE, mau apa lo hah?!” Kata Rio.&lt;br /&gt; “Gue juga bakal panggil anak DevaSociety! Weeekss.” Kata Deva melet.&lt;br /&gt; “Gue bakal manggil Alvinoszta baru tau rasa lo! ahaha” Kata Alvin gak mau kalah.&lt;br /&gt; “Kalo gue sih Frenzzy bakal selalu ada buat gue. Ahahaha.” Sambung Ozy. Hingga membuat Ray merasa terpojok.&lt;br /&gt; “Oooo gitu ya lu pada, oke gue bakal out dari tim basket kita.” Kata Ray sok ngancem.&lt;br /&gt; “Etdah, Ray ternyata bisa ngambek loh.” Kata Rio.&lt;br /&gt; “Lu pikir gue patung yang gak bisa ngambek?!” Kata Ray dengan pandangan sok sinis. Lalu anak CSF lewat dipintu kelas mereka sambil becanda becandaan. Ngakak ngikik gajelas. Tapi kali ini mereka tidak ditemani Deffie. Hmm ada apa ya? Anak – anak tim basket SUPER merasa tertarik untuk melihat ke arah mereka.&lt;br /&gt; “Ckckckckck, disitu yang paling cantik si Cinda yeee.” Kata Ray. Awaass tahan Cinda biar gak melayang. Ahaha.&lt;br /&gt; “Deffie dong, namanya mirip lagi sama gue. Tapi kok gak ada Deffie ya?” kata Deva. Wah saya ngefly. Padahal saya sendiri yang bikin cerita –“&lt;br /&gt; “Kata Gue sih si Ivy. Manis gitu.” Kata Rio. Sedangkan Aalvin yang tertarik pada salah satu cewek bermata sipit disana langsung bilang.&lt;br /&gt; “Wah itu kan cewek yang kemarin ngelemparin sepatu ke gue. Ckcck” Kata Alvin. Wah Manda udah kege-eran duluan kayaknya. Wakaka. Taunya... :p&lt;br /&gt; “Yang mana? Yang sipit itu ya vin?” Kata ozy nebak.&lt;br /&gt; “Iyeee..”&lt;br /&gt; “Oh itu namanya Manda, dia temen SD gue dulu.”&lt;br /&gt; “Ohh Mangga. Aneh ya namanya.” Kata Alvin. Baru kali ini ya Alvinnya berubah jadi dodol.&lt;br /&gt; “Astaga. Manda! Bukan Mangga! Ckckckck, gimana sih lo. Baru tau gue ternyata Alvin punya penyakit dodol. Ketularan Shilla lu?!” Kata Ozy.&lt;br /&gt; “Abis lo nyebutnya gajelas sih.” Kata Alvin cuek. Tim basket SUPER hanya geleng – geleng kepala. ‘Dasar Alvin’ Batin mereka. Lalu beberapa menit mereka diem dieman. Gak tau apa yang mau dibicarakan. Karna mereka bukan cewek yang kalo ngumpul pasti kerjaannya ngegosip. Mereka masing – masing sibuk sendiri. Ozy dan Deva sibuk nyoret – nyoret di kertas. Alvin sibuk ngelamun. Ray sibuk loncat – loncat gak jelas. Sedangkan Rio dari tadi ngelamun, kayak lagi mikir sesuatu. Rio yang udah selesai mikirnya langsung memecahkan suasana.&lt;br /&gt; “GUYS!” Kata Rio sedikit berteriak. Yang lain kaget setengah mampus.&lt;br /&gt; “Ebuset! Lo mau bikin jantung gue copot?!” Kata Alvin yang merasa terganggu. Begitulah Alvin, dia tidak suka pekerjaannya terganggu. Dan biasanya dia langsung marah – marah gitu kalo diganggu. TApi kalo bareng sahabat – sahabatnya ini, dia gak akan begitu. Dia biasa aja, paling ngasi peringatan. Hmm, pantes aja waktu itu Manda dimarahin sama Alvin.&lt;br /&gt; “Weeettsss nyantee brooo. Gue punya ide nih.” Kata Rio sok nyante.&lt;br /&gt; “Apaan? Ide buat nyolong lagi?” Kata Deva sambil meronyok – ronyok kertas yang daritadi ia tulis. Mengingat waktu itu Rio pernah ngasi ide buat nyolong di kantin. Mereka emang suka buat onar. Dan kadang  kadang yang bikin ide itu si Rio. Tapi kalo mereka udah bener bener nekat. Gak ada yang bener deh mereka semua.&lt;br /&gt; “Engga lah. Gue kan udah insyaf nyolong.” Kata Rio sok alim.&lt;br /&gt; “Insyaf apaan. Kemarin chitato yang ada di kantin ilang 5 bungkus! Bukan kerjaan lo tuh!” Kata Deva sambil melempar kertas yang ia ronyok – ronyokan tadi ke Rio.&lt;br /&gt; “Ehehehe.” Yah malah nyengir.&lt;br /&gt; “ide apaan sih?” Kata Ozy&lt;br /&gt; “Gimana kalo nama tim basket kita diganti?” Kata Rio. Yang lain cuman manggut manggut gak jelas. Menunggu penjelasan Rio selanjutnya.&lt;br /&gt; “Jadi gini, kayaknya nama tim basket kita kurang keren deh. ‘SUPER’ hmm kayaknya gak sesuai aja gitu sama kita.” Lanjut Rio.&lt;br /&gt; “Trus mau diganti apaan?” Kata Ozy. Ray yang daritadi asik loncat – loncat kayaknya gak ngedenger.&lt;br /&gt; “Diganti sama muke lu!” Kata Deva.&lt;br /&gt; “Etdah, jangan sampe! Yang ada nih tim basket bakal bubar cuman gara – gara namanya diganti sama muka Ozy.” Kata Alvin nimbrung.&lt;br /&gt; “PENGHINAAN banget lu!” Kata Ozy. Alvin cuman nyengir.&lt;br /&gt; “Kalo kita  ganti jadi RODAR gimana?” Kata Rio.&lt;br /&gt; “RODAR? Hmmm boleh jugaaa. Artinya apaan?” Tanya Deva.&lt;br /&gt; “RODAR itu singkatan dari nama kita berlima.” Jelas Rio singkat. Yang lain mikir. Maksudnya singkatan apaan.&lt;br /&gt; “Kelamaan mikir lu pada! Dasar lemot!” Kata Rio lagi. “Jadi R itu Rio, O itu Ozy, D untuk Deva, A untuk Alvin, dan R untuk Ray.” Lanjut Rio. Ray yang merasa namanya disebut sebut langsung menghampiri mereka. Yang lain nampaknya setuju sama Rio.&lt;br /&gt; “Boleh juga tuh sob! Keren juga tuh namanya.” Kata Alvin.&lt;br /&gt; “Eh tadi nama gue kenapa lu sebut sebut?” Kata Ray tiba tiba.&lt;br /&gt; “Jiaahhhhhhh.” Bukannya menjawab pertanyaan Ray, Ray malah ditoyor kepalanya. Lalu tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Mereka masuk ke kelas masing – masing. Ray dan Ozy ke kelas 8E. Sedangkan Deva, Alvin, dan Rio tetap disitu. Karna emang kelas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;At 8E. Rusuh lagi rusuh lagi. Inilah kerjaan anak – anak 8E setiap harinya. Tiap hari semakin menggila. Apalagi ditambah CSF yang emang udah gila dari sononya. Seperti biasa kali ini CSF lagi menggila.Kecuali Deffie. Daritadi Deffie cuman ngelamun sambil memainkan hpnya diputer puter pelan. Sivia yang duduk tak jauh dari bangku Deffie menghampirinya dan langsung duduk di sebelah Deffie.&lt;br /&gt; “Elu kenapa Def?” Kata Sivia.&lt;br /&gt; “Heh?? Engga kok Siv.” Kata deffie tanpa ekspresi.&lt;br /&gt; “Lu boong ya? Cerita dong sama gue. Lu lagi ada masalah kan?”&lt;br /&gt; “Enggaaa kok siv. Gue gak kenapa napa.” Kata Deffie mencoba tersenyum walaupun terpaksa. Sivia tau banget kalo Deffie senyumnya gak ikhlas.&lt;br /&gt; “Jangan boong lu Def. Gue tau lo lagi ada masalah. Cerita cerita ke gue napa.” kata Sivia. Riko dan Shilla sedang asik becandaan. Sedangkan Cakka cuman memandang Riko sinis daritadi. Tapi Riko tidak memperdulikan Cakka. Oik yang tau hal itu tersenyum puas. Sedangkan Obiet? Dia malah asik ngeliatin Oik. Anak – anak O2Lovers seneng banget. pake dijepret jepret segala lagi. Ckckck.&lt;br /&gt; “Engga kok Siv.” Kata Deffie lagi. Sivia tau Deffie bohong kepadanya. Tapi dia tidak mau memaksakan Deffie agar ia mau menceritakan privacynya kepada dia sendiri. Bagaimanapun juga itu privacy seseorang. Lagi lagi ponsel Deffie berdering, dilihatnya hpnya itu. Tertera tulisan ‘1 Message Received From HATERS’. Sivia kebetulan melihat sekilas, tapi dia hanya melihat kata Hate. Dan sempet mikir bentar, maksudnya Hate? Emang ada nama orang yang make Hate? Raut wajah Deffie kembali lesu dan kayaknya dia males – malesan buka tuh sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm maksunya apa ya? Dan isi pesan itu apa ya? Tunggu episode selanjutnya ehehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-213222624214829900?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/213222624214829900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/07/cinta-gila-shilla-part-8-rodar-and.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/213222624214829900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/213222624214829900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/07/cinta-gila-shilla-part-8-rodar-and.html' title='Cinta Gila Shilla Part. 8 (RODAR and Deffie&apos; Problem)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-82722327208645462</id><published>2010-07-02T07:40:00.001-07:00</published><updated>2010-07-02T07:40:07.071-07:00</updated><title type='text'>Brothers On 3 and Three Angels part. 5 (Last Part)</title><content type='html'>Esok paginya........&lt;br /&gt;Shilla udah bangun duluan, karena disuruh menjalankan hukuman yang Bu Ira suruh. Sama halnya dengan Cakka, dia harus bangun pagi2 untuk membantu Riko dan Gabriel mencari kayu bakar. Shilla tengah sibuknya memasak masakan untuk anak2. Ify sang ketua seksi komsumsi dan Irva si endut ikut membantu Shilla memasak sup.... “Ehm....Shill kamu sama Cakka pacaran ya??” Tanya Ify. “Ngga....aku sama dia cuman temenan kok.” Jawab Shilla. “Owh...tapi kok akhir2 ini aku sering liat kalian deket. Apalagi sejak tadi malem..” Lanjut Ify. “Ahh...ngga kok....mungkin cuman perasaan kamu aja kali..eh, ni sup udah pas ngga rasanya??” Kata Shilla sambil meyodorkan Sesendok sup ke hadapan Irva. “Kayaknya udah pas deh! Boleh aku minta lagi ngga??” Jawab Irva setelah dirasa rasa masakannya sudah cukup pas. “Lahhhh...kamu mah semua masakan yang masuk kelidah kamu semua rasanya sama...Enak semua!” Kata Shilla mengur Irva. “Hehe....tapi beneran kok masakannya enak!” Irva nyengir. Setelah itu, Shilla kembali bertanya kepada Ify. “Kenapa kamu nanya kayak gitu? Kamu suka ya sama Cakka?” Tanya Shilla. “Ngga, aku cuman nanya aja. Lagipula ngga mungkin aku suka sama dia.” Lanjut Ify. “Yakin?” “Ya jelas yakin lah...” “Hmm....kamu kan mantannya Cakka....” “Mantan sih mantan, tapi kalau aku masih ada rasa suka ke Cakka, kayaknya ngga mungkin deah.” Tutur Ify. Shilla memadamkan api kompornya. “Siapa tau aja masih ada rasa suka.....” Shilla mengedikkan matanya. “Ngga kok...aku ngga mungkin bisa suka lagi ke Cakka. Sekarang aku dan Cakka hanya temen.” Jawab Ify manis. &lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Malampun telah tiba.....semua anak2 berkumpul ditengah2 percampingan. Dan ditengah2 mereka ada api unggun. BO3 dan 3angels mencari tempat untuk duduk. Saat ingin mengambil tempat untuk duduk, terlihat Cakka duduk paling tepi hampir disebelah 3angels. Tinggal Shilla dan Oik yang masih berdiri. “Ik, kamu disini aja...disebelah Cakka.” Tawar Shilla, karena Shilla sangat tau bahwa sebenarnya sejak dulu Oik naksir Cakka. “Aku ngga mau. Kamu aja yang duduk disitu, Biar aku aja ditengah....” Sejak kejadian tadi malam, Oik berusaha melupakan perasaannya terhadap Cakka. “Ha??? Aku ngga salah dengar ik?” Shilla masih ngga yakin. “Ngga kok Shill. Ngga apa kok kalau kamu duduk disitu...” Cakka senang karena cewek yang akan duduk disebelahnya itu adalah Shilla. “Kamu kenapa Cak?” Tanya Irsyad yang duduk disebelahnya merasa aneh dengan Cakka karena dari tadi Cakka hanya senyam senyum sendiri. “Ahh...ngga....” “Tapi beneran kan ik? Kamu ngga sakit kan?” “Beneran Shilla....duduk aja. Aku no problem kug...” Tutur Oik pelan. Shillapun duduk disebelah Cakka. “Oik kenapa ya?” batin Shilla bertanya tanya. “Anak2 apakah semua sudah berkumpul lagi disini? Jangan sampai ada yang kabur lagi dari malam api unggun ini.” Ucap Bu Irra. Semua anak2 melihat satu sama lain, setelah dirasa udah ngga ada lagi yang nghilang atau semuanya lengkap. “Udah lengkap bu...” Semua anak2 menjawab. “ya sudah...kalau semuanya lengkap. Acara malam api unggunnya kita mulai.” tutur Bu Ira lagi. “Ehm...baiklah, siapa disini yang bisa main gitar?” Tanya Bu Ucci. “Cakka buu!!!” “Riko!” “Dayat...” “Apa kalian membawa gitar Cakka, Riko, dan Dayat?” “Ada buu....” “Silahkan kalian ambil dulu gitarnya, karena nanti kalian akan mengiringi teman2 kamu bernyanyi.” Ucap Bu Ucci lagi. Cakka, Riko dan Dayat mengambil gitarnya masing2. “hmmm....lagu apa yang kira2 akan kita nyanyikan?” Tanya Bu Ucci. “Kepompong buu....” Semua serempak mengatakan lagu kepompong. Cakka, Riko dan Dayat memainkan intronya dulu. Baru semua bernyanyi. “Dulu kita sahabat...teman begitu hangat...mengalahkan sinar mentari. Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat. Berharap jadi kupu2....Kini kita melangkah kejauh2an. kau jauhi diriku karma sesuatu. Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan, namun itu karena ku sayang.....wo...ow...ow...o.....!! Persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu2, persahabatan bagai kepompong...ke....pom...pong........na... na.. na...na... na.. na... na.. na....” Semua tampak riang menyanyikan lagu itu. Karena Idola Cilik’s School menjalin persahabatan denagn begitu indah.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Waktunya bobo.......&lt;br /&gt;3angels dan Bo3 melangkah menuju tenda. “Shill, tunggu dulu! aku mau ngomong.” Panggil Cakka memegang tangan Shilla. “Ciee........mau ngomong apaan tuwh?” Ejek Oik, Obiet, Via, Irsyad. Cakka hanya tersenyum tipis. Tapi Cakka dan Shilla sedikit heran, karena Kenapa Irsyad dan Oik ikut2an mengejek mereka bukannya cemburu, padahal setau mereka, Irsyad dan Oik naksir mereka. “Shill, aku mau jujur sama kamu dan diri aku sendiri.....” Keadaan menjadi sepi. “Jujur apa???” “Aku mau jujur...kalau aku...kalau aku.....Ehmm....Irsyad, maafin aku ya aku ngga bisa ngebohongin bperasaan aku sendiri.” Irsyad sepertinya sudah tau artinya. “Ngga apa kok Cak, kayaknya kamu....kamu...” Potong Irsyad. “Aku kenapa?” Lanjut Cakka. “Nanti aja ngelanjutinnya....” “Kayak sinetron aja pake bersambung2 segala.” Cakka terasa sedikit lega karena ternyata Irsyad ngga cemburu. Cakka mulai berani memegang tangan Shilla, Shilla sedikit kaget. Tapi karena tatpan mata Cakka yang menghanyutkan, Shilla ngga bisa berontak. “Sebenarnya kamu mau jujur apaan sih?” Tanya Shilla penasaran. “Aku mau jujur kalau aku itu.....su.....ka....sama kamu....” Oik, Obiet, Via, Irsyad kaget dan tambah serius . “ha??? Aku ngga salah denger kan Cak? Atau kamunya yang salah ngomong.” Shilla masih ngga percaya. “Kamu ngga salah denger kok Shill dan aku juga ngga salah ngomong..” Cakka berusaha membuat Shilla percaya. “Eh...eh...eh..... Oik, maafin aku Oik?!” Shilla menatap Oik. “No problem kok Shilla...” Jawab Oik karena sudah bisa menerima kenyataan yang ada. “Karena sebenarnya.............aku....aku juga suka sama kamu Cak...” Shilla menunduk. Cakka melepaskan tangannya dari Shilla dan memegang kedua pipi Shilla. “Kamu serius kan ShiL?” Giliran Cakka yang ngga percaya. “Iya aku serius Cak...” Jawab Shilla dengan lembut. Mereka bertatap2an, dan akhirnya tatapan mereka membuat Cakka memeluk Shilla dan Shilla membalasnya. “Makasih Shill, kamu udah nerima cinta aku....” Cakka melepoaskan pelukannya dan kembali menatap Shilla. Lalu Cakka meatap Irsyad. Cakka berfikir Iryad akan menangis. Begitu juga dengan Shilla ia menatap wajah Oik. Ternyata Irsyad dan Oik tidak kelihatan sedih..malahan mereka ikut larut dalam keromantisan itu. “Oik, kamu ngga apa kan kalau aku nerima Cakka?” Tanya Shilla penuh harapan. “Syad, kmau juga ngga marah sama aaku kan kalau aku nembak Shilla?” Oik dan Irsyad sempat berpandangan memberi kode. “kami ngga apa kok, malahan kami senang kalau kalian jadian..” Tutur Oik. “Iya, Cak...kayaknya kamu lebih cocok sama Shilla, Cak...” Ternyata kata itu adalah sambungan dari kalimat Irsyad yang terpotong ditengah2 tadi. “Ehmm......kayaknya hari jadian mereka perlu dirayain nih. Iya ngga guys??” Ucap Via. “Betul2.....mesti dirayain nih!” Ucap Obiet semangat. “Makasih ya kalian smua udah pada ngertiin kami, terutama Oik dan Irsyad. Sekali lagi makasih ya?” Kata Shilla. “Iya...Shill, sama2.” Ucap Irsyad dan Oik serempak. Malm itu menjadi malam terindah dipercampingan itu bagi BO3 dan 3angels. Mereka mengelilingi api unggun sambil membakar jagung untuk hari jadian Cakka dan Shilla. Cakka dan Shilla tampak mesra2an sambil memakan jagung yang mereka bakar sebagai tanda hari jadian mereka. Sementara Via dan Irsyad juga kayaknya terlibat cinlok sama seperti Shilla dan Cakka. Sedangkan Oik dan Obiet tampak berdiam2an. “Yah...ngga seru nih! Masa kita berempat lagi seru2an, Oik dan Obiet diem2an?” Kata Shilla memperhatikan mereka berdua yang terus melamun. “Iya nih....” Via nyambung. Cakka memperhatikan mereka berdua. “Kayaknya Oik dan Obiet cocok juga yah?? BVetul ngga????” Tutur Cakka. “betul Cak! Aku setuju sama kamu.....” Sambung Irsyad. “Apaan sih kalian?” Oik tersipu malu. “Kok Oik malu2 sih??? Liat tuh si Obiet...mukanya udah merah.” Via mengejek Oik. ‘Aduh....kalian jangan ngejek2 gitu dong....kan aku jadi malu.” Kata Obiet MMK (Malu2 Kebok...hehe) “Ciyeeeeeeeeeeeee..........suit....suit....Obiet sama Oik lucu ya kalau lagi salting?” Ejek Shilla lagi. Yang lain pada ngejek2 juga. Oik dan Obiet saling berpandang2an. Mereka senyam senyum sendiri. Akhirnya Oik dan Obiet jadian sama seperti Via jadian Irsyad, dan Cakka jadian sama Shilla. Malam itu adalah malam  yang sungguh indah. Karena, cinta mereka ternyata bersemi dipercampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-TAMAT-&lt;br /&gt;:)) thanks buat yg udah setia sama cerbung ini :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-82722327208645462?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/82722327208645462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/07/brothers-on-3-and-three-angels-part-5.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/82722327208645462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/82722327208645462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/07/brothers-on-3-and-three-angels-part-5.html' title='Brothers On 3 and Three Angels part. 5 (Last Part)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-4808286710026958364</id><published>2010-06-26T08:32:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T00:46:15.717-07:00</updated><title type='text'>Shilla Idola Cilik (MP3, akun fb dan tweet)</title><content type='html'>Nyari mp3 Shilla Idola Cilik (Ashilla Zahrantiara) susah kan ya?&lt;br /&gt;aku punya nih bagi yang mau download, walaupun gak lengkap sih, gapapa ya&lt;br /&gt;1. Shilla - Dear Diary &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/LtTJX7o4/Shilla_Idola_Cilik_-_Dear_Diar.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Shilla ft. Sivia - Aku Tak Mau Sendiri &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/4209dFLS/Shilla_ft_Sivia_Idola_Cilik_-_.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Shilla - Aku Bukan Boneka &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/JKpqdbQm/Shilla_Idola_Cilik__-_Aku_Buka.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Shilla - Dansa Yuk Dansa &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/rbryJfSu/Shilla_Idola_Cilik_-_Dansa_Yuk.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. Shilla ft. Irva - A Lotta Love &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/-720U_s3/Shilla_ft_Irva_idola_Cilik_-_A.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. Shilla ft. Papa Boy - Yok Rame Rame &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/C7EHwLDr/Shilla_ft_Papa_Boy_Idola_Cilik.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. Shilla, Sivia, Ify, Septian (Gank Gaul) - You Say Aku &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/_SIvtRQW/Gank_Gaul_Idola_Cilik__Shilla_.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. Shilla, Oik, Sivia,Ify, Zahra, Rahmi, Agni, Gita, Cahya - Tak Perlu Keliling Dunia &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/loMH0s9R/Sivia_Shilla_Ify_Zahra_Oik_Rah.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. Shilla - That's What Friend Are For &lt;a href="http://www.4shared.com/audio/QWBF_MTR/Shilla_Idola_Cilik_-_Thats_Wha.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuman info tentang akun fb dan tweet asli shilla&lt;br /&gt;Tweeet Shilla: &lt;a href="http://twitter.com/ashillazhrtiara"&gt;@ashillazhrtiara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fb Shilla:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.facebook.com/ashilla7e"&gt;facebook 1&lt;/a&gt; (klik aja)&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.facebook.com/#!/profile.php?id=1815466048&amp;ref=ts"&gt;facebook 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1295681204&amp;ref=search"&gt;facebook 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini facebook dan tweet familynya shilla:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1069312524&amp;v=info&amp;ref=ts#!/profile.php?id=1412984469"&gt;Shanin's (Adik Shilla) Facebook&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1069312524&amp;v=info&amp;ref=ts#!/profile.php?id=1069312524&amp;v=wall&amp;ref=ts"&gt;Tante Wiwid's (Mama Shilla) facebook&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://twitter.com/shanaurashalika"&gt;Shanin's Tweet&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-4808286710026958364?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/4808286710026958364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/shilla-idola-cilik-mp3-akun-fb-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4808286710026958364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4808286710026958364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/shilla-idola-cilik-mp3-akun-fb-dan.html' title='Shilla Idola Cilik (MP3, akun fb dan tweet)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7869734458741783980</id><published>2010-06-26T06:19:00.001-07:00</published><updated>2010-06-26T06:19:56.778-07:00</updated><title type='text'>Brothers On 3 and Three Angels part. 4</title><content type='html'>“Iyan, Osha...kalain dari mana aja sih? Daritadi kami panic mencari kalian.” Kata Pak Duta mengomeli mereka. “Cakka dan Shilla man?” Tanya Pak Duta lagi. “Mereka tadi masih dibelakang pak.” Jawab Osha. “Cak, biarin aja deh....ngga apa kok kalau gelangnya hilang.” Kata Shilla. “Daripada kamunya yang hilang...hehe...” Kata Shilla dalam hati. “Beneran ngga apa....” Cakka meyakinkan Shilla. “Beneran kok.” Kata Shilla yakin. “Hmmm....ya udah kita balik....” Ajak Cakka. “Uhh...ternyata Cakka baik ya orangnya.” Kata Shilla dalam hati lagi. “Aduh....” Kata Shilla tersandung batu. “Kamu Kenapa?” Tanya Cakka perhatian. “Ngga, cuman kesandung batu.” Jawab Shilla simple. “Sini aku obtain...mumpung aku bawa obat P3K....” Kata Cakka care. “Ngga apa2 kok, cuman luka dikit aja.” “Biarpun lukanya cuman dikit. Tapi mesti diobatin...” “Ngga usah....aku ngga pa2 kok...beneran. Kamu kok tiba2 care gitu sama aku?” Tanya Shilla heran. “Eeeee............ngga tau.....” Cakka mengecilkan suaranya. “Kamu pernah berfikir ngga kalo....” Omongan Shilla terpotong ketika terdengar suara Pak Duta memanggilnya. “Shilla......Cakka......” “Iya pak....” Mereka berlari menuju arah suara itu. “Kalian dari tadi kemana saja? Ayo ikut Bapak!” tegas Pak Duta. Shilla dan Cakka tampak pasrah. ‘Kalian dari tadi kemana saja?” Tanya Bu Ira bertanya ke Iyan dan osha. ‘Itu bu.....e....e.......” Osha tampak terpatah2 untuk mengatakannya. “itu bu....tadi mereka berduaan.....” Kata Cakka mewakili. “Huuuuuuuuu......” Anak2 bersorak. Wajah Osha dan Iyan tampak merah karma malu.  “kamu sendiri sama Shilla kemana tadi?” Tanya Bu Ira lanjut. “Nah itu dia bu, tadi saya sama Shilla pergi mencari mereka berdua ini bu....” Jawab Cakka. BO3 dan 3angels tampak bingung melihat mereka berdua. Karena setau mereka Shilla dan Cakka ngga akur. Tapi kok bisa pergi berdua ya? Apa jangan2... “Tapi kenapa kalian tidak memberitahu dulu, kalau kalian ingin mencari Iyan dan Osha?” Kata Bu Ira tegas. “E....kami...” Shilla juga terpatah2 untuk mengatakannya karena takut dimarahi. “Kalian kenapa? kalian takut kami marahi karena tidak bisa menjaga dan memimpin teman2 kalian???” Bu Ira nampaknya sudah tau jalan pikiran mereka. Sehingga mereka berempat terdiam ngga bisa berbicara apa2. “ya sudah....Ibu pusing sama kalian. Sebagai hukumannya, besok kalian harus menjalani hukuman. Shilla dan Osha membantu seksi komsumsi memasak dipagi hari. Sedangkan Cakka dan Iyan membantu Riko dan Gabriel mencari kayu bakar. Ibu harap kalian sudah melaksakannya besok pagi. Paham?” “Paham....” “Kembali ke teman2 kalian” Mereka beremapat kembali ke tempatnya masing2. “ya sudah, karena jam sudah menunjukan pukul 10 lewat. Kalian dipersilahkan untuk kembali ke tenda dan tidur. Tapi dengan syarat kalian tidak boleh ribut!” Semua anak2 bubar menuju tendanya sendiri. “Cak, kamu sama Shilla ngapain tadi? Ngga ngapa2in kan???” Tanya Irsyad jalous. “Ngga....palingan cuma peluk2an....” Kata Cakka membuat Irsyad semakin shock. “beneran Cak???” Irsyad kayaknya ngga yakin. “Beneran....tapi dia duluan sih yang meluk akoo....kenapa?? Jalous??” Tanya Cakka. “Ya jelas lah aku jalous....kamu emang ngga setia kawan banget sih!” Irsyad ngedumel. Cakka ngga tau kalo pada akhirnya Irsyad akan marah beneran padanya. “Ngga kok syad....tadi dia meluk aku cuman karena dia takut ngedenger suara Anjing ngaum....” Kata Cakka berusaha menenangkan Irsyad. “Aduh....syukur deh Cak....aku piker kamu sama dia udah pacaran.....” Iryad agak lega sedikit mendengar perkataan Cakka tersebut. Tapi tetep aja dalam hatinya masih ada rasa jalous. “Teneng aja kok syad, aku ngga bakalan ngambil pujaan kamu tercinta itu kok....” Cakka menepuk pundak Irsyad. “Cak, kayaknya oik suka sama kamu deh!” Sambung Obiet. “Ha?? Oik?? Kok bisa??” Cakka shock. “Iya...daritadi aku perhatiin kayaknya dia senyum2 sama kamu terus deh!” Obiet terlihat lesu. “santai bro....aku ngga bakalan macarin dia kok kalau beneran dia suka sama aku! Lagipula masih ada cewek lain yang alebih cantik kok daripada dia?” obiet nampak sedikit lega. “bagus deh kalau gitu....by the way...tenda disebelah kita ribut amat sih? Kayak tempat disko aja? Emang siapa sih yang menghuni tenda sebelah” tutur Obiet. “Iya tuh...aku fikir beneran ada club disini!” Jawab Irsyad. Mereka bertiga kompakan menegok keluar tenda, dengan hanya kepala doang yang muncul dipintu tenda mereka. ‘Tedew... tedew... tadaw... tadaw... tidiw... tidiw.... Huuu......” Sorak suara cewek2 layaknya beneran lagi berdisco. “Siapa siH??” Cakka penasaran. “Kita tegur yuk....” Ajak Obiet. ‘Yukk.....” mereka keluar dari tenda mereka dan langsung menuju tenda tetangganya. “Excuse me........’ Kata Cakka permisi. ‘Excuse we Cakka.....” Saran Irsyad. Cakka ikut2 saja apa kata irsyad. “Ehm...ehm....Excuse we.....” “ha??? Emang ada???” Cakka garuk2 kepala. “Siapa?? mau ikutan disco?” Tanya salah satu cewek yang ada ditenda itu. “Boleh.......” jawab cakka. “Cakka....” tegur Obiet. “Siapa sih diluar??” Tanya sosok cewek yang lain lagi suaranya dari dalam. “Liat aja sendiri...” Kata Irsyad. mula2 yang keluar adalah sosok cewek bertubuh mungil, yaitu oik. Kepala Oik muncul dari pintu tenda. ‘Ha??? Ya ampyunnn” segera Oik menutup lagi pintu tendanya. ‘siapa ik?” Tanya Via. “Liat aja sendiri.” Sekarang kepala Via yang muncul dari pintu tenda. “Asthafirullagh........’ Via pun kembali masuk dan menutup pintu tendanya kembali. Oik hanya menatap Via, sehingga membuat shilla juga ikutan penasaran. muncullah kepala Shilla dipintu tenda mereka. “Oh my gozh....” Shilla kembali masuk lalu menggigit jari. Mereka bertiga saling tatap2an sementara musik masih terus terdengar. Akhirnya mereka sepakat untuk melihatnya bersama2 lagi. “Kalian???? Mau apa kalian disini??” Teriak mereka kompak. “Kalian tuh dari tadi ribut...melulu....kuping kita mau peceh dengerinnya!” protes Cakka. 3angels akhirnya keluar bersama2. “I’m so...sorry ya Cak.....cauze...kita udah gangguin istirahat kalian.....” Kata Shilla mewakili 3angels. Oik, Obiet, Irsyad dan Via kebingungan karena bisa2nya Shilla meminta maaf kepada Cakka, padahal baru aja kemarin mereka ribut2an. “Oh....ngga apa kok.....tapi volume musiknya dikecilin ya.....” Kata Cakka pelan. kini Oik, Obiet, Irsyad dan Via giliran bingung sama Cakka, kok Cakka bisa tiba2 baik ya sama shilla. “kok kalian pada diem???” Tanya Cakka heran. “ha.....??? Ngga......kami heran aja kok kalian pada akur gini? Padahal tempo hari kan kalian ngga akur??? kalian sakit apa” Tanya Oik. “Atau kalian terkena sindrom cinta???” Sambung Obiet. “Ya ngga lah.....ngga mungkin dong...lagipula kayaknya ngga baek deh kalau kita musuh2an kayak gini....” Jawab Shilla. “Bener tuh.....and siapa juga yang terkena sindromnya Shilla???” Sambung Cakka lagi.  “Emang aku mau sama kamu???” Balas shilla lagi. “Udah...udah....katanya ngga baek kalau kita musuh2an...tapi kok kalian mulai lagi?” Kata Via. “Ya udah....mulai detik ini ngga ada lagi yang berantem2 terutama Shilla dan Cakka...karena hanya mereka doang yang dari kemarin pada ngga akur. Truzzz...mulai detik ini juga kita sahabat, okeh???” Tutur Irsyad. “Oke.......” Kata mereka kompak. “Dan kita pergunakan camping kita selama 3 hari ini untuk menjalin persahabatan, oke???” Tutur Irsyad lagi. “Okkkkeeeeeeeeee...........” Kali ini mereka mengucapkan kata itu dengan semangat.&lt;br /&gt;Hari udah mulai tengah malem...Semua udah pada tidur....cuman Cakka dan shilla yang masih belum bisa tidur dari tadi. Sebenarnya Oik dan Irsyad juga belum bisa tidur. Hanya mereka memaksakan saja matanya untuk tidur (ngerti ngga???). muncul dibenak Shilla untuk pergi keluar tenda karena terdengar masih ada juga suara yang muncul di luar tenda. Terlihat Dayat bersama Zahra, Bastian bersma Ourel, Iyan bersama Osha, dan Gabriel bersama Agni. Suasana terasa sepi sekali......ditengah hutan green greeny itu terasa hawa dingin menyelimuti tubuh Shilla. Bintang2 yang bertaburan dilangit terus2an dipandang Shilla. Hanya dirinya sendiri yang menikmati pemandangan itu sendirian, sedangkan yang lain berduaan. Tiba2 seseorang menepuk pundak Shilla. Segera Shilla menoleh kebelakang. “Eh.....Cakka...” Ya, ternyata yang menepuk pundak Shilla tadi adalah Cakka. Cakkapun duduk disamping Shilla. “Kamu jam segini masih belum tidur??” Tanya Cakka. “Aku masih belum bisa tidur Cak, kamu sendiri?” Tanya Shilla balik. “Hmmm.....sama aku juga belum bisa tidur.....” Jawab Cakka. “Kamu tadi ngeliatin apaan dilangit? Kayaknya seru deh!” Kata Cakka. “Ngeliatin bintang2. Langitnya indah....banget dihiasin sama bintang.” Ternyata diam2 Oik dan Irsyad mengintip mereka dari dalam tenda mereka masing2 tanpa diketahui siapapun. “Apalagi kalau dilangit ada wajah kamu.....pasti makin indah....” Ucap Cakka gombal. “Ihhh....kamu gombal........” Tutur Shilla. Oik yang mengintip percakapan mereka itu menjadi jalous. Begitu juga dengan Irsyad. Kayaknya mereka berdua harus ngerelain mereka deh (kaciann....). “Ehhh......shil....tipe cowok kamu itu yang gimana sih?” Tanya Cakka serius. “Tipe cowok aku itu yang cakep, keren, perhatian, dan pastinya ngertiin aku....emang kenapa sih kamu nanya kayak gitu?” “Ngga....aku cuman pengen nanya aja....kayaknya smua yang kamu sebutin tadi, itu aku banget deah....” Kata Cakka narsis. “Yeahhh..narsis!” Mendengar itu Irsyad dan oik semakin lesu. Kini mereka harus merelakan hatinya. “Kayaknya aku mesti bisa nghilangin perasaan aku ke Cakka deah.” Kata Oik dalam hati. “Kalau Cakka dan Shilla beneran saling suka, Aku harus siap untuk ngelupain perasaan aku ke Shilla.” batin Irsyad. “Kayaknya aku udah mulai ngantuk deah Cak, aku mau tidur....” Ucap Shilla. Mendengar itu Irsyad dan Oik langsung menutup pintu tendanya kembali. Lalu mereka berpura2 sudah tidur. Sedangkan dibenak mereka masih tersimpan rasa sakit hati. “Ya udah....aku juga udah ngantuk.....have a nice dream ya.....” Ucap Cakka sebelum Shilla kembali ke tendanya. Shilla dan Cakka akhirnya bersama2 kembali ke tendanya masing2. Ditenda....Shilla dan Cakka yang tadinya ngga bisa tidur, sekarang udah bisa tidur nyenyak. Malahan udah mimpi2 indah....mungkin mimpi tinggal di surga kali! Hehe...Sedangkan Irsyad dan Oik mimpinya mimpi buruk! Mimpinya di alam neraka..hi....takyuut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;part. 5 part terkahirnya ya, mungkin besok ato lusa baru dipost :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7869734458741783980?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7869734458741783980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/brothers-on-3-and-three-angels-part-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7869734458741783980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7869734458741783980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/brothers-on-3-and-three-angels-part-4.html' title='Brothers On 3 and Three Angels part. 4'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-2197546331730775501</id><published>2010-06-26T06:18:00.003-07:00</published><updated>2010-06-26T06:18:37.507-07:00</updated><title type='text'>Masa SMA Gue Part. 2</title><content type='html'>“Aduh mau nyari dimana coba tuh kertas. Huft. Sumpah sial banget gue.” Tiba – tiba muncul ide gue buat keliling – keliling sekolah sambil jalan – jalan gitu ehe. Gue jalan ke emh kayaknya sih nih ruang anak kelas 11. Gue ngeliatin kelasnya, ada yang lagi ngerumpi, molor – moloran, ada juga yang naik ke atas meja. Gatau mau ngapain, sinting kali ya. Gue kaget bener – bener kaget, pas gue liat dipojokan ada kertas warna item gitu, gue mau ngambil tapi sumpeh gue males masuk kelas ini. Bisa bisa gue dimakan lagi, iuuuh. Alhasil gue cuman bisa mandangin tuh kertas.&lt;br /&gt; “Kenapa lo mandangin tuh pojokan?” Tanya kakak kelas itu. Bikin gue kaget aja.&lt;br /&gt; “Emh gak kak..” Gue pura – pura gak kenapa napa. Padahal gue bisa aja minta tolong sama tuh orang.&lt;br /&gt; “Oh.” Trus tuh orang kembali ke dalam kelas. Gue masih diem disitu nyari akal gimana caranya cuat dapet tuh kertas.&lt;br /&gt; “Kenapa lagi lo masih disini?” Tuh orang muncul lagi. Dia lalu mandangin pojokan, yang diliatnya adalah sebuah kertas item. “Oh lo mau ngambil tuh kertas? Lo dipilih buat maen permainan itu ya? Itu bukan kertasnya. Itu kertas yang tadi dilempar – lempar sama kita.” Kata kakak itu cool. Cakep juga pikir gue.&lt;br /&gt; “Ohhh…..makasih ya kak.” Gue cabut deh. Bingung mau nyariin tuh kertas dimana. Gue jalan terus gatau kemana. Eh, Kak Iyel dating. Sumpeh gue mau kabur. Tapi keburu tuh orang nyamperin gue.&lt;br /&gt; “Hai cantiikk…belum dapet ya kertasnya.” Kata kak Iyel senyum, senyumnya kali ini bikin gue luluh. Ihh paan dah, gue gamau sama dia.&lt;br /&gt; “Belum kak..ya udah kak saya permisi dulu.”  Gue cabut. Gila aja kalo gue betah deket – deket tuh orang. Bisa bisa gue langsung gak selamet pulang kerumah.&lt;br /&gt; “Eh tunggu dulu! Gue boleh nemenin gak??” Sumpah gue kaget.&lt;br /&gt; “Emh gak usah kak. Saya bisa sndiri kok kak, ehe.”&lt;br /&gt; “Yahhh, beneran nih. Ya udah deh kalo gitu. Daaa cantik…” “Eh tunggu dulu, nomornya, ehe.” Kata Kak Iyel menyodorkan BB nya. Gue isi tuh nomor gue daripada gue dikejar mulu sama nih orang.&lt;br /&gt; “Makasih ya cantik.”&lt;br /&gt; ‘Akhirnya dia cabut juga, huft…...’ Batin gue. Gak kerasa gue udah keliling nih sekolah selama 2 jam-an gitu. Huft, capek sumpah. Gue bingung banget, putus asa gue. Gue berhenti didekat kelas 11 apa gitu. Gue duduk dibangku yang terletak didepan kelas itu. Sambil ngipas – ngipas pake buku yang tadinya ada diatas kursi itu.&lt;br /&gt; “Huaah kapan coba ketemunya.”&lt;br /&gt; “Heh! Ngapain lo ngipas – ngipas disitu!” gue kaget setengah mati. ternyata yang muncul adalah Kak Rio. Ih sumpah gue sebel sama nih orang. Tampang ngeselin gitu, masa banyak fansnya.&lt;br /&gt; “Lah, emang kenapa?! Gaboleh?”&lt;br /&gt; “Tauga lo, ini tuh wilayah kelas gue! dan asal lo tau, tuh buku punya gue!” Kata Kak Rio dengan tampang ngeselin. Gue kaget, najis gue pegang buku nih macan. Trus gue lemparin aja sembarangan. Dan upsss masuk ke tong sampah. Aduh gawat gawat. Mana Kak Rio melototin gue lagi.&lt;br /&gt; “Ambil gak tuh buku!” Perintah Kak Rio cuek.&lt;br /&gt; “Apa?! Enak a…”&lt;br /&gt; “Gue gamau tau! Ambil gak! Atau lo gue panggil tuh tante – tante buat gangguin lo!” Kata kak Rio menunjuk sekumpulan cewek – cewek, iuuhh ternyata ganknya Kak Angel. Sumpeh gue ilfeel. Dengan terpakasa gue ambil tuh buku dengan tampang gak ikhlas.&lt;br /&gt; “Nih!” Gini – gini gue masih punya sopan santun sama Kakak Kelas, walaupun dia nyebelin.&lt;br /&gt; “Gitu doang?! Bersihin!”&lt;br /&gt; “Ha?”&lt;br /&gt; “Ang…”&lt;br /&gt; “Emm iya iya kak….jangan panggil cewek – cewek itu dong!” Untung gue tadinya bawa tissue. Gue bersihin tuh buku pake tissue.&lt;br /&gt; “Nih! Puas lo!” Gue cabut, tapi ditahan.&lt;br /&gt; “Sini lo!” Gue diseret sama Kak Rio. Gue ngikut aja. jangan sampe ke tempat Kak Angel yang centil itu. ternyata gue dibawa ke kelasnya dia. Seisi kelas itu merhatiin gue sama Rio. &lt;br /&gt; “Diem lo sini!” Gue disuruh diem didepan kelas, mau diapain coba. Kak Rio nya malah duduk dikursi.&lt;br /&gt; “Mau diapain nih temen – temen?” Teriak Kak Rio. Seisi kelas mulai ribut. Ya Tuhan jangan sampe gue pulang gak selamat.&lt;br /&gt; “Nyanyi!!!”&lt;br /&gt; “Joget!!”&lt;br /&gt; “Jadi cewek gue!” semua memandang ke arah suara itu. Langsung dilemparin kertas. Ih sumpah nih kelas gila banget.&lt;br /&gt; “Nyanyi aja deh!!’&lt;br /&gt; “Joget joget!!”&lt;br /&gt; “Nyanyi!!!”&lt;br /&gt; “Nyanyi!!!” Karna banyak yang teriak nyanyi. Semua setuju gue nyanyi.&lt;br /&gt; “Nyanyi lagu Balonku ada lima aja!!!”&lt;br /&gt; “Gak! Lagu armada yang Buka Dompetmu itu lo!” Hah? Emang ada ya? Seisi kelas ngakak.&lt;br /&gt; “Alah lo pada gak kreatif banget sih! Lagu JB yang baby aja!”&lt;br /&gt; “Aduh jangan deh!!”&lt;br /&gt; “Ya udah gini aja! Lo nyanyi terserah deh! asal lo bisa nghibur kita – kita.” Gue manyun bentar. lagu apa coba. Pikiran gue langsung melayang ke lagu BCL yang Ku Tak Ingin Sendiri. Lagu itu lagu gue sama Via.&lt;br /&gt; “Ayo dong!! Lelet banget lo jadi orang!” Teriak Kak Rio. Yang laen manggut manggut. Tiba – tiba muncul Via lewat. Kak Rio yang kebetulan ngeliat seakan puny aide cemerlang.&lt;br /&gt; “Woy!! Sini lo!” Panggil kak Rio. Sivia cuman bisa nelen ludah. Mau diapain lagi sama nih kakak kelas coba, pikirnya. Tapi buat gue kehadiran Via merupakan anugerah dari Tuhan. Lebaii&lt;br /&gt; “Ada apa kak?”&lt;br /&gt; “Nyanyi noh sama nih orang!” Kata Kak Rio nunjuk gue, seakan gue gak punya nama gitu. Gue cuman bisa mandang Via pasrah, begitu juga Via.&lt;br /&gt; “Nyanyi nyanyi nyanyi!!!!” Seisi kelas itu udah kayak demo.&lt;br /&gt; “Ngapain lo disini?” Bisik Via.&lt;br /&gt; “Gue disergap sama nih orgil, ntar gue certain. Sekarang kita nyanyi lagu Aku Tak Ingin Sendiri ya. Lo masih hapal kan lagunya?”&lt;br /&gt; “He-emph.” Via ngangguk. Gue cuman narik nafas dalem dalem.&lt;br /&gt; “1.. 2.. 3…”&lt;br /&gt; “Sejak ia pergi dari hidupku kumerasa sepi…Dia tinggalkan ku sendiri disini tanpa satu yang pasti.” Ucap Sivia dengan suaranya yang ngejazz.&lt;br /&gt; “Aku tak tau harus bagaimana aku merasa tiada berkawan selain dirimu…selain cintamu…” Suara gue emang soft gitu.&lt;br /&gt; “Kirim aku malaikatmu biar jadi kawan hidupmu…dan tunjukkan jalan yang memang kau pulihkan untukku…huuu.. Kirim aku malaikatmu karna kusepi berada disini…dan didunia ini aku tak mau sendiri.” Dilirik ini suara ngejazz Via sama suara soft gue nyatu gitu. *Jah elah*&lt;br /&gt; “Tanpa terasa kuteteskan air mata ini. Yang tiada berhenti mengiringi kisah dihati.” Gue keluarin suara soft gue dengan sepenuh hati -_-&lt;br /&gt; “Aku tak tau harus bagaimana aku merasa tiada berkawan selain dirimu selain cintamu.” Ini bagian Via.&lt;br /&gt; Giliran gue sama Via duet, “Kirim aku malaikatmu biar jadi kawan hidupmu. Dan tunjukkan jalan yang memang kau pilihkan untukku. Huu. Kirim aku malaikatmu karna kusepi berada disini. dan didunia ini aku tak mau sendiri. Kirim aku malaikatmu biar jadi kawan hidupku dan tunjukkan jalan yang memang kau pilihkan untukku. Kirim aku malaikatmu karna kusepi berada disini. dan didunia ini aku tak mau sendiri.” Dibagian akhir kita pake suara 1 dan 2, dan hasilnya….&lt;br /&gt; “Wuaaaa suit suit..” Sorak sorai dari penonton dikelas ini menggila. Berjuta juta tepuk tangan memenuhi kelas ini. Dan Kak Rio…iuuh dia suka banget natap gue dengan tatapannya yang membunuh itu. Tapi anehnya dia senyum ngeliat gue. Tapi kalo diliat liat wajah Kak Rio manis juga kalo diliat – liat. Pantes dia banyak yang suka. Ha? Apa? Gue bilang dia manis? Gak gak gak. Iuuh engga banget deh.&lt;br /&gt; “Gimana temen – temen? Bagus gak?” Teriak Rio.&lt;br /&gt; “Bagus banget! Delicious! Nyummy!!” Idih emang kita makanan apa pake nyummy segala.&lt;br /&gt; “Dilepasin gak nih??” Teriak Rio lagi. yang laen manggut manggut doang. &lt;br /&gt; “Ya udah pergi lo bedua sana! Eh kambing! Lain kali sering – sering main kesini.” Kata kak Rio dengan lagi – lagi menatap gue dengan tatapan membunuhnya itu.&lt;br /&gt; “Enak aja! Lama – lama gue jadi sate kambing gara – gara lo!” Gue langsung cabut.&lt;br /&gt; “Eh lo ngapain bisa disitu tadi, nekat amat lo.” Kata Via yang udah kayak wawancara nanya ini itu sama gue.&lt;br /&gt; “Ya mana gue tau, pas gue keliling sekolah gue lewat tuh kelas. trus gue duduk dibangku yang ada didepan kelas gila itu. Eh ada buku ya gue kipas – kipas. Ternyata itu kelasnya tupai itu! trus bukunya ternyata punya dia. Pas gue tau gue ngipas – ngipas pake buku dia, parahnya gue lemparin tuh buku ke tong sampah. Gila aja gue disuruh bersihin. Sampe akhirnya gue eh kita jadi santapan lezat mata dan telingan tuh kelas. Huft.” jelas gue panjang lebar.&lt;br /&gt; “Ya ampuun elo sih pake keliling sekolah. Ngapain coba?”&lt;br /&gt; “Aduh, gue ada misi penting jadi dengan terpaksa gue keliling – keliling sekolah. Tauga lo, gue tuh dikasi permainan aneh tauga.” Sivia menegerutkan dahinya tanda tak mengerti dengan kata permainan aneh.&lt;br /&gt; “Maksud lo permainan aneh?”&lt;br /&gt; “Iya, gue disuruh nyari kertas item yang ada tulisan Musikal School nya, trus gue disuruh buka tuh kerta lalu ikutin petunjuknya.”&lt;br /&gt; “Jadi lo udah dapet kertasnya?”&lt;br /&gt; “Belum, makanya gue keliling sekolah. Eh gue duluan ya takut ntar kelamaan nyarinya. Bye..”&lt;br /&gt; “Bye…” Nah gue sekarang lagi ada di arena kantor guru. Sumpeh gue udah putus asa.&lt;br /&gt; “Mau nyari dimana tuh kertas coba?” Sumpahgueudahputusasa. Apa gue nyerah aja? Gak gak gak. Gue sedikit lama mikir.&lt;br /&gt; Dan trinnngggg *apadah* gue inget sama perkataan Kak Zahra “Kalo lo bingung, cari aja musik trus inget ‘CAUSE MUSIK MAKE YOU BETTER’, inget tuh”. Jadi gue harus denger musik gitu? Tapi gimana caranya?&lt;br /&gt; Terngiang alunan musik harmoni, gak tau dimana arah suara itu berasal. Gue dengerin tuh lagu dalem dalem, ini kan lagu yang ada di….&lt;br /&gt;FLASH BACK&lt;br /&gt; Shilla, Sivia, ddan Ify sedang jalan – jalan di sekolah baru mereka itu. Ketika mereka duduk disebuah patung nada yang menjadi ikon Musikal School, terdengar alunan musik yang begitu lembut. Begitu harmoni untuk didengar. Dan posisi mereka saat itu ada di dekat arena kantor guru. Semacam taman kecil yang terpampang di depan arena kantor guru.&lt;br /&gt; “Kerenn banget gila.” Kata Ify sambil mendengarkan alunan musik itu dengan dalam.&lt;br /&gt; “Iya, kalo bisa di download gue download juga nih lagu.” Kata Sivia ngaco.&lt;br /&gt;FLASH BACK END&lt;br /&gt; “Jadi tuh musik ada di deket sini dong.” Gue langsung cabut ke taman kecil itu. Dan yang bener aja tuh musik ternyata berasal dari kantor guru. Gue denger dalem dalem tuh lagu. Kayaknya tuh musik suaranya ngarah ke batu ini deh. Spontan gue noleh ke batu dan yang bener aja kertas item yang bertuliskan Musikal School  itu ada di sela sela patung nada itu. gue langsung ngambil dan hampir ngebuka. Untung gue inget sama perkataan Kak Zahra. Kalo bukanya di kantin. Gue langsung cabut ke kantin dengan senyum sumringah.&lt;br /&gt; Sampai di kantin gue buka tuh kertas. “Apa?! Isinya….” Muka gue yang tadinya sumringah jadi kayak tomat yang udah pecah. Apacoba -_-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-2197546331730775501?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/2197546331730775501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/masa-sma-gue-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2197546331730775501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2197546331730775501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/masa-sma-gue-part-2.html' title='Masa SMA Gue Part. 2'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-1651344808666940769</id><published>2010-06-08T08:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T08:19:06.557-07:00</updated><title type='text'>Logo Shilla fevers (masih ragu nih)</title><content type='html'>aku baru bikin logp Shilla Fevers, idenya dari Dewi...&lt;br /&gt;rencananya sih mau aku jadiin twibbon, tapi aku masih ragu..&lt;br /&gt;lagian aku belum konfirmasi ke shilla, sama anak2 shivers lain..&lt;br /&gt;jadi aku masih ragu2 gitu deh&lt;br /&gt;ini logonya&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/TA5dByLHQvI/AAAAAAAAAEM/1jByvs0ehSo/s1600/Logo-SFevers.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/TA5dByLHQvI/AAAAAAAAAEM/1jByvs0ehSo/s320/Logo-SFevers.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;gimana? bagus gak?&lt;br /&gt;ini contohnya kalo dibikin twibbon&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/TA5fJqormrI/AAAAAAAAAEU/pJ4suNzhuzo/s1600/page.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/TA5fJqormrI/AAAAAAAAAEU/pJ4suNzhuzo/s320/page.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;haha ada foto aku disitu *narsis hehe*&lt;br /&gt;gimana giman??? bagus gak???&lt;br /&gt;aku mau nanyain ke shivers dulu aja, ntar kalo semua setuju jadi logo sahnya shilla fevers baru konfirmasi ke shilla&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-1651344808666940769?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/1651344808666940769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/logo-shilla-fevers-masih-ragu-nih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1651344808666940769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1651344808666940769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/logo-shilla-fevers-masih-ragu-nih.html' title='Logo Shilla fevers (masih ragu nih)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/TA5dByLHQvI/AAAAAAAAAEM/1jByvs0ehSo/s72-c/Logo-SFevers.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-6647521187177303346</id><published>2010-06-06T07:18:00.001-07:00</published><updated>2010-06-06T07:18:03.684-07:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla Part. 7 (Who Her?)</title><content type='html'>“Hah??? Gak nyambung banget sih lo, apanya yang sekuat tenaga?” Kata Shilla dengan wajah polos.&lt;br /&gt; “Oh my god, kenapa takdir gue harus gini, punya temen oon kayak dia ya oloh.” Kata Mirandha dengan tampang memelas banget.&lt;br /&gt; “Ih aneh!”&lt;br /&gt; “Elu yang aneh!”&lt;br /&gt; “Lo!”&lt;br /&gt; “Lo!”&lt;br /&gt; “Lo!”&lt;br /&gt; “Lo!”&lt;br /&gt; “Lo!”&lt;br /&gt; “Lo!” Akhirnya mereka berdua capek juga dan saling berbalik baadan saking kesalnya.&lt;br /&gt; “Tau ah! Elo mau ngomong apaan tadi? Yang jus jus itu.” Kata Shilla berusaha tenang. Ce’ileh Shilla.&lt;br /&gt; “O, iya...kan kemarin gue dapet resep bikin jus biar jerawat hilang tuh. Noh lo liat nih jerawat gue.” Kata Mirandha menunjuk pipinya yang ada jerawatnya.&lt;br /&gt; “Lah? Apa urusannya sama gue?” Wah apa ya? Penulis juga engga tau -____-&lt;br /&gt; “Gini, kan elo pernah bilang di rumah tetangga lo ada mangga tuh, Sekarang udah mateng gak mangganya?” Kata Mirandha dengan mata berbinar binar. Eits apadah.&lt;br /&gt; “Ya terus? Elo mau suruh gue ngambil tuh buah gitu? Emang sih lagi mateng. Banyak lagi buahnya.” Shilla manyun sambil memikirkan mangga itu, hmmm sedap sedap sedap. Apasih kayak Upin dan Upin aja. Hah? Upin dan Upin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ‘Heh!’&lt;br /&gt; ‘Wah Ipin datang!’&lt;br /&gt; ‘Kenape name saye tak kau tulis disitu? Nape cuman Upin jak? Tak terima lah saye.’&lt;br /&gt; ‘Maaf Ipin, kan itu permintaan pelanggan’&lt;br /&gt; ‘Ada ada jak kau nih, mane ada permintaan pelanggan macam tuk?’&lt;br /&gt; ‘Ada dong’&lt;br /&gt; ‘Ah pandai bula jak kau nih. Saye panggil Kak Ros baru tau rase kau.’&lt;br /&gt; ‘Hah? Kak Ros? Kaboorrrrr.....’&lt;br /&gt; ‘Kak rossss.......orang tuh kak berani sama saye!’&lt;br /&gt; ‘Heh! Sini kau! Pandai pandai jak kau nih ngacau adek saye!’&lt;br /&gt; DUAR PLAK PLAK TENG! (Bunyi apa itu -__-)&lt;br /&gt; ‘Ampunn Kak Ros’ Babak belur deh gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Nah elo tolong dong ambilin satu buah aja buat gue. Ya ya ya? kan sisanya buat elo.” Kata Mirandha dengan rayuan maut 100 watt. Apadeh.&lt;br /&gt; “Enak aja!”&lt;br /&gt; “Ya enak dong! Kan bisa buat dimakan. Gimana sih lo!” Kata Mirandha setengah ngambek. Eh kok Mirandha yang dodol jadinya ya?&lt;br /&gt; “Gubrak! Asiikk dodol gue pindah ke elo. Uhuuyy!!” Kata Shilla gak jelas.&lt;br /&gt; “Apasih! Udah deh, mau ya???”&lt;br /&gt; “Engga! Maksa sih lo!”&lt;br /&gt; “Ayo dong Shill, plis...ntar gue tularin nih jerawat gue ke elo!” kata Mirandha mengancam.&lt;br /&gt; “Ehehe, jangan ya Mimir sayangg... Yaudah deh! Besok gua bawa.”&lt;br /&gt; “Engga usah besok! Ntar siang aja gue ke rumah lo. Gimana?”&lt;br /&gt; “Serah deh. Tapii.....” &lt;br /&gt; “Tapi apalagi?”&lt;br /&gt; “Tapi kan tuh pemilik pohon reseknya minta ampun males gue. Gajadi ah!” Kata Shilla.&lt;br /&gt; “Jiahh elo Shill, jangan plin plan dong. Emang siapa sih yang punya pohonnya?”&lt;br /&gt; “Hah??? Lilin? Apa hubungannya?” Muncullah sifat dodolnya Shilla.&lt;br /&gt; “Aduuhh bukian lilin sayanggg tapi  plin plan.”&lt;br /&gt; “Ohh bilang dong! Lo nanya apa tadi?”&lt;br /&gt; “Capek deh. Pemilik pohonnya siapa neng?”&lt;br /&gt; “Nama gue Shilla bukan neng! yang punya noh si Iyel gebetannya Via.”&lt;br /&gt; “Jah si Iyel mah jayus emang orangnya. Cuekin aja. Ayolah Shill.”&lt;br /&gt; “Yadeh yadeh...” Kata Shilla raspah. Idih apaan deh pasrah maksudnye.&lt;br /&gt; “Hehehehe, makasiihh ya Shilla sayaaannggg. Muah muahhh, ntar sore gue ke rumah elo deh say. Gue ke kantin sekolah dulu ya. Dadada Shillaaaaa....” Kata Mirandha dengan lebaynya. Hehehe, piss Mimir.&lt;br /&gt;Dilapangan basket. Ternyata lagi ada pertandingan antar club basket PerBoys dengan JailBoys. Masih inget JailBoys kan temen -  temen? Anggotanya Irsyad, Arsyad, Olin, Rizki, dan Lintar. Dilapangan lagi pada heboh dengan teriakan – teriakan fasnnya mereka. Ada yang teriak ‘Cakka Ya Ampuunnn’ ada yang teriak ‘Obiet Lagi Lagi Lagi’ dan ada yang nimbrung juga ‘Bangkik Lintar!’ Lintar adalah ketua JailBoys yang baru, karna anggota JailBoys udah gak percaya sama Irsyad.&lt;br /&gt; “Ingat! Kali ini tim JailBoys gak bakal kalah sama tim basket lo yang CUIH itu!” Kata Lintar meremehkan. Cakka merasa tersinggung dan membalas ucapan Lintar.&lt;br /&gt; “Heh! Tim basket lo boleh aja milih lo sebagai ketuanya yang baru! Tapi inget! Kejayaan tim basket PerBoys gak bakal terganti! Camkan itu!” Kata Cakka tersenyum setelah ia selesai berbicara. Senyumnya lebih terlihat menjengkelkan bagi Lintar.&lt;br /&gt; “Liat aja ntar!” Kata Lintar. Pertandingan dimulai. Anak – anak CSF yang tadinya ngerumpi di kantin sekarang berbondong – bondong datang ke tepi lapangan. Mereka terlihat semangat. Kecuali Deffie dan Manda. Ada apa dengan mereka?? Ada deh. Nah loh?&lt;br /&gt; “Wahhh engga seru nih!” Kata Deffie dan manda berbarengan. Semua CSF menatap mereka aneh.&lt;br /&gt; “Helooo jangan mandangin gue gitu dong! Gue bukan setan kali.” Kata Deffie. Manda manyun. Idih Manda dimana mana manyun ya? Hahahaha, piss maman.&lt;br /&gt; “Apa? Manda? maksud lo apa bawa – bawa nama gue!” Kata Manda protes. Apasih engga ngerti gue.&lt;br /&gt; “E-e-e-e-eh?? Mak-sud lo apa Man?” Kata Deffie aneh. Begitu juga dengan yang lain.&lt;br /&gt; “Lah elo kan bilang ‘jangan manda gue gitu dong!’ Itu namanya bukan bawa – bawa nama gue.”&lt;br /&gt; “Hah????? GUBRAK!!!” Semua CSF  pada noyor jidat Manda.&lt;br /&gt; “Aw aw aw. Sakit tau!” Kata Manda merintih.&lt;br /&gt; “Sukurin! Abis lo oon banget sih!” Kata Della.&lt;br /&gt; “Lah? Emang iya kan deffie bawa – bawa nama gue?” hadoh maman.&lt;br /&gt; “Maman ku sayaaangg....maksud gue itu MANDANGIN, bukan MANDA! Ckckck gimana sih lo? Apa jangan jangan virus dodolnya Shilla udah mulai nular yak e lu pada? Iuuhhh tadi kan Mimir sekarang elo. Ahahahaha, gue gak mau deh deket  deket lu. Ntar nular lagi! Hahhaa.” Kata Deffie ngakak sehabis – habisnya. CSF cuman pada ngikik.&lt;br /&gt; “Apadeh, engga lucu!” Kata Manda manyun lagi.&lt;br /&gt; “Lagian elo pada bete kayak engga semangat gitu, kenapa sih?” Tanya Kaila.&lt;br /&gt; “Raunih, gak kayak biasanya. Biasanya kan mereka berdua yang paling ribut, trus kalo lagi ganjen - ganjennya ngungsi ke tempat cowok – cowok.” Kata Cinda membuka semua kedok Deffie dan Manda.&lt;br /&gt; “Apasih. Buka kedok orang aja lu Cin! Gue berharap yang tanding tim basketnya SUPER, tapi ternyata bukan. Gimana engga bete.” Kata Deffie manyun.&lt;br /&gt; “Lah? Elu Man?” Tanya Ivy.&lt;br /&gt; “Gue sama kayak Deffie alasannya.” Manda ikutan manyun. jah kebanyakan manyun nih Maman.&lt;br /&gt; “Jiahhh, gue tau. kalian pasti nungguin.... Elo Def! Pasti nungguin si Deva Tambayong lo itu! Dan elo Man! Pasti nunggun si kodok loncat itu, yakan yakan??” Kata Cinda sotoy.&lt;br /&gt; “Apadeh, masa Deva Tambayong? Yang ada Tayong kali. Wooo.”&lt;br /&gt; “Iya nih, masa Kodok Loncat? Loncat kemana neng? Hongkong?” Lalu Deffie dan manda menoyor jidatnya Kaila.&lt;br /&gt; “Sakit tau! Ah elo pada, gue kan kagak tau. Udh ahh orang lagi asik nonton juga.” Kata Kaila mengakhiri kerusuhan sesaat mereka itu.&lt;br /&gt; Cakka terlihat sangat lelah. Cakka memnag tadinya engga enak badan. Soalnya kebanyakan pikiran. Apalagi maalah dia dengan Shilla belum kelar.&lt;br /&gt; “Gue capek!” Kata cakka ngos ngosan.&lt;br /&gt; “Semangat Cak! Kita engga boleh kalah! Ayo Cak!” Kata Debo menyemangati sahabatnya yang sedang down itu. Cakka terpaksa mau tak mau melanjutkan pertandingan itu.&lt;br /&gt; Dan plak! Bola basket pun masuk ke ring tim PerBoys.&lt;br /&gt; “Arrgghhh!! Sial!” Kata Cakka geram karna ia tidak bisa memenangkan pertandingan itu.&lt;br /&gt; “Yeay! Tos dulu dong!” Kata Lintar sambil tos kepada teman temannya. lalu menyemangati tim mereka sendiri. Semua D’Linstar menyoraki kemenangan tim JailBoys dengan senang.&lt;br /&gt; “Lo liat kan? Omongan lo ternyata gak bisa terbukti.” Kata lintar dengan senyum meremehkan. Persis dengan senyum meremehkan Cakka tadi. Sepertinya Lintar benar – benar puas.&lt;br /&gt; “Kali ini lo boleh menang! Tapi besok jangan harap lo!” Kata Cakka meneriaki Lintar yang sudah pergi. Tetapi Lintar masih mendegarkan ucapan Cakka itu dan kembali tersenyum meremehkan. Masing – masing tim pun beristirahat. Penonton sudah mulai bubar.&lt;br /&gt; “Arrgh! Shit!” Kata Cakka melempar bekas minuman kalen ke tanah.&lt;br /&gt; “Udahlah Cak, kita pasti akan kalah juga. gak mungkin kita menang terus. Hidup itu gak selamanya diatas.” Kata Dayat bijak sambil meminum minuman isotoniknya itu.&lt;br /&gt; “Gue setuju sama Dayat. Lagian kesehatan lo juga gak mendukung Cak.” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Ya lagian elo sih Cak, maksa mau ikut tanding.” Kata Gabriel.&lt;br /&gt; “Ya mau gimana lagi. Daripada kita dianggap pengecut sama mereka.” kata Cakka meneguk minumanya.&lt;br /&gt; “Tau ah. Gak usah dipikirin deh. Mending lo istirahat aja Cak, biar besok kita bisa menang ngelawan mereka. Kalo perlu lo pulang aja.” Kata Obiet.&lt;br /&gt; “Lo mau ngusir gue?” Kata Cakka. Obiet tersedak.&lt;br /&gt; “Bukan itu maksud gue. Gue suruhin lo pulang biar lo udah sembuh besok. Gue perhatian gini disangka ngusir elo. Gimana sih lo?” Kata Obiet bersungut.&lt;br /&gt; “Yadeh yadeh. Gue mau minta ijin dulu kalo gitu. Lagian kepala gue pusing banget gara – gara maen panas – panas gini.”&lt;br /&gt; “Muka lo juga pucet tuh Cak.” Kata Gabriel.&lt;br /&gt; “Iya... Gue mau ke ruang guru dulu minta ijin trus pergi ke kelas.”&lt;br /&gt; “Lah? Ngapain ke kelas?” Kata Debo bingung.&lt;br /&gt; “Mau minta ijin lah.”&lt;br /&gt; “Minta ijin sama sape? Aneh ah lu Cak.” Kata Debo lagi.&lt;br /&gt; “Mau minta ijin sama Shilla. Puas lo!” kata Cakka kesel.&lt;br /&gt; “O, iya elo kan mantan suaminya.” Kata dayat.&lt;br /&gt; “Udah cari yang laen lagi aja Cak. Kayak siapa itu si Nanang nang itu” Kata Gabriel ngasal.&lt;br /&gt; “Nanang nanang, lu tuh mang Dadang! Lo pikir gue Anang?! Enak aja.” Yang lain ngikik gak jelas&lt;br /&gt; “Au deh. Siapa tau Oik bisa jadi Syahrini elo Cak, ahahaha.” kata Gabriel ngakak. Yang lain ikutan ngakak.&lt;br /&gt; “Apadeh. udah ah gue pusing ini.” Kata Cakka pergi. Langkah Cakka terlihat sedikit gontai karena tidak konsentrasi. Dan bruk... Tidak sengaja ia menabrak sesosok cewek di depannya yang sedang membawa buku – buku yang sedikit banyak. Sepertinya itu buku – buku tulis milik sebua kelas.&lt;br /&gt; “Ma maaff aku gak sengaja. Sini aku bantuin.” Cewek itu hanyak tersenyum. Cakka segera menyusun buku – buku itu. Dan eits, gak sengaja ia memegang tangan cewek itu. haduh udah pasaran ya kejadian kayak gini.&lt;br /&gt; “Ups, maaf.” Kata Cakka. Cewek itu lagi – lagi tersenyum. Tapi kali ini senyumnya terlihat ada bumbu bumbu dapur, hadoh maksudnya malu. Disertai dengan bawang goring, tuh kan maksudnya disertai dengan pipi merah merona, ahaha.&lt;br /&gt; “Gak apa ko. Yaudah aku ke kelas dulu ya.” Kata cewek itu. Cakka segera meneriakinya sebelum pergi.&lt;br /&gt; “Hey! Tunggu dulu! Nama lo siapa?! Kelas berapa?” Kata Cakka sedikit (ingat sedikit) berteriak.&lt;br /&gt; “Gue Alyssa Saufika Umari, panggil aja Ify. Gue kelas 8-D. Udah ya gue balik ke kelas dulu Cakka.” Kata cewek yang ternyata bernama Ify itu pergi sambil tersenyum manis ke Cakka. Cakka sedikit lyuluh dengan senyum manisnya itu.&lt;br /&gt; “Pantes aja gue jarang liat. 8D kan amat sangat terasing di sekolah ini. Tapi cewek itu cantik juga, ah tau ah gue mau pulang udah pusing banget nih.” Kata Cakka melanjutkan perjalanannya ke gurun sahara. Heheh engga deng maksudnya ke kantor guru.&lt;br /&gt;Esoknya dikelas 8E (kelasnya Shilla, Via, CSF, dll)....&lt;br /&gt; Semua buku buku berserakan dimana mana, kertas kertas yang udah dironyok – ronyokin dilempar kemana – mana. Ckckck, kelas gila. Apalagi ditamabah sama CSF, makin gila itu. Tapi anehnya kali ini CSF gak ikut – ikutan lempar – lempar kertas. melainkan maen kejar – kejaran di lur kelas. Ahaha kayak anak SD aja, malu gue. Dan asal anda sekalian tau, permainan lempar – lemparan kertas itu adalah ide dari anak – anak CSF. Ckckkc, tapi mainnya bukan cuman lempar – lemparan kertas doang. Jadi mainnya itu gini. Kalo yang kena lemparan kertas berarti pacarnya Daud di kelas 8D. Waktu itu yang udah pernah kena, bahkan sering adalah Cinda dan Della. Ahaha mereka kan larinya paling lelet. Piss Cinda, Della. Mau tau gimana awalnya itu permainan jadi popular banget di kelas 8E? Bahkan nyebar ke kelas 8A, 8B, 8C, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLASH BACK&lt;br /&gt; “Dudi dudi dam dam dudi dudi dam, dudi dam dam dudi du didam. Kamu makannya apa? Saya makannya orang.” Kata Cinda yang udah kayak orang gila di depan kelas. Nyanyi – nyanyi engga jelas gitu deh. Sekelas pada nyorakin.&lt;br /&gt; “Woooooo lo pikir Sumanti! Pake makan orang segala.” Kata Riko melempar kertas ke depan kelas. Lalu sekelas ikut – ikutan ngelempar kertas ke Cinda.&lt;br /&gt; “Aw aw aw... Aw aw aw aw aw aw, kusemakin gila dan tak terkendali lagi.” Jiah masih sempat nyanyi tuh anak. Sinting kali ye, ahaha. lagi lagi semua menyoraki Cinda.&lt;br /&gt; “Apasih, sewot banget sama gue nyanyi. Lagian lu semua pada bete – betean gitu sih.” Kan ceritanya Cinda terobsesi jadi penyanyi, hehee. lalu Cinda menyerah. Eits kali ini gak ada sesi nyanyi lagu Jangan Menyerah ya. CSF maju ke depan kelas. Mereka adalah tededengg Deffie, Kaila, Manda, Tasya, Mirandha, Cinda, Della, dll. Lalu mereka bisik bisikan, sepertinya mereka lagi memasang rencana baru buat nghilangin boring kelas karena tidak ada satupun guru yang masuk waktu itu&lt;br /&gt; “Spspsptstadhjsksnxnhhj” Begitulah kira kira bunyi bisik bisikan mereka. Hah?? Bunyi apaan coba.&lt;br /&gt; “Baiklah temen – temen, kali ini kita bakalan MAEN LEMPAR LEMPARAN! Yang kena lemparan kertas bakal jadi pacarnya Daud anak kelas sebelah. gak peduli cowok cewek, semuanya bakal jadi pacar Daud, hahhaa. Biar aja jadi hombreng.” Kata Kaila gila sendiri. Lalu Manda melempar kertas ke Via yang asik manyun.&lt;br /&gt; “Hahahaha, pacarnya Daud yang baru itu. Ahaha.” sekelas ngakak abis. Siva sadar. lalu melempar kertas itu ke Yossy.&lt;br /&gt; “Apadeh najong najong.” Kata Yossy melempar kertas itu ke arah Riko, tapi sayangnya engga kena. lalu Riko melempar ke arah Cakka.&lt;br /&gt; “Apadeh gue masih suka sama Shilla bukan cowok. Kata Cakka melempar ke arah lain, dan seterusnya samapi satu kelas maen lempar – lemparan pake ngakak. Sampe lebaynya ada yang masuk ke laci saking takut di lempar kertas. Anda pikir saudara – saudara mana ada yang bisa masuk laci kecuali anak kecil. Ya yang masuk adalah Iyan. Ahaha, kan badannya kecil banget tuh. Walaupun perkataan Cakka tadi masih mengiris hati Oik, lebeeee. Suara rusuh kelas 8E aja sampe ke kelas 8A, bayangin aja 8A itu ada di sebelah kelas 8B dan 8B itu disebelahnya 8C, dan 8C itu ada didepan kelasnya 8D, ah tau dah pusing. Guru – guru yang sedang mengajar di kelas 8D aja sampe stres. Engga deng maksudnya depresi. Sama aja ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FLASH BACK END&lt;br /&gt; Begitulah ceritanya. Diluar kelas anggota CSF dan beberapa anak O2Lovers sedang lari larian engga jelas kayak anak TK.&lt;br /&gt; “Ahahaha, kejar gue kalo bisa.” Kata Yossy si anak O2Lovers.&lt;br /&gt; “Ahh rese lu Yos. Beraninya lari larian pake kekuatan supramen.” Kata Deffie ngos ngosan.&lt;br /&gt; “Ahaha, ayo sini kalo bisa.” Ejek Yossy. Membuat Deffie semakin panas. Lebeee.&lt;br /&gt; “Sialan! Awas lu Yos!” Lalu Deffie mengejar Yossy dan yang lain. Akhirnya yang jadi adalah Cinda, taukan Cinda larinya paling lelet. Sama Della juga noh. Hahaha.&lt;br /&gt; “Eh rese lu Def!” Kata Cinda berlari larian gak jelas. Yang laen pada ngakak karna tau Cinda adalah CSF yang larinya paling lelet bareng Della, hehe.&lt;br /&gt; “Bruk!” Sepatu Manda terbang ke arah seorang cowok yang berkulit putih. Mukanya mirip – mirip artis korea. Kenapa bisa terlempar sepatu Manda? Karna sebenarnya bukan Manda yang ngelempar, melainkan adalah Yossy. Nah loh? Kok bisa? jadi sepatunya Manda dibawa lari sama Yossy. Trus gak sengaja terlempar ke nyiiiuung plak. Ke arah cowok itu, alhasil Yossy kabur dan Manda yang lagi ngejar Yossy marah – marah karna sepatunya dibawa kabur. Dan setelah dicari arah terlemparnya sepatu Manda. Dia melihat sepatunya dipegang cowok itu. o.O manda berjalan ke arah cowok itu dengan sepatu sebelah engga ada, udah kayak orang gak waras bener dah.&lt;br /&gt; “Errrr...sepatu gue itu.” Kata Manda. Walaupun sebenarnya ia seneng ngeliatin cowok itu. Yang tak lain bernama Alvin anggiota tim basket SUPER.&lt;br /&gt; “Sepatu lo nih?! Heh, lo pikir kepala gue ring basket pake dilemparin pake sepatu lagi.” Kata Alvin menahan sepatu Manda sekalian memarahi Manda. Walau tingkahnya cuek banget tapi gayanya cool banget. Itu yang bikin Manda geregetan.&lt;br /&gt; “Hoy gue kan gak sengaja. Lagian bukan gue yang ngelempar.” Kata Manda protes.&lt;br /&gt; “Lah? Kata elo ini sepatu punya lo, gimana sih lo?!” Kata Alvin dengan gayanya yang cuek abis.&lt;br /&gt; “Iya emang punya gue. Tadi kan sepatu gue dibawa kabur trus...” Omongan Manda terpotong.&lt;br /&gt; “Tau deh, awas kalo lo ulangin lagi.” Kata Alvin lalu berbalik badan dan pergi. Gayanya jalan aja udah keliatan cuek abis.&lt;br /&gt; “Errr iya!” kata Manda ikut ikutan cuek.&lt;br /&gt; “Itu Manda! serbuuuuu...” Kata Kaila membawa pasukan CSF&gt; manda yang  cuman dia disitu akhirnya diserbu CSF abis abisan.&lt;br /&gt; “Woy woy! Stoooppp. Apadeh.” Kata Manda capek.&lt;br /&gt; “Hahaha, lo kemana aja Man, kita nyariin elo taunnya disini.” Kata Cinda menepuk pundak sobatnya itu.&lt;br /&gt; “Gue ya disini lah. tau ah yuk kita brkelana ke kelas 8D. Katanya Daud kemarin dikerjain abis sama anak 8D.” Kata Manda tersenyum penuh jail. Begitu juga dengan CSF.&lt;br /&gt; “Ayooooo...” Kata CSF kompak. Nih club emang kompak dimana – mana.&lt;br /&gt; Lalu mereka pergi ke kelas 8D, walaupun  engga langsung ke tujuan, jah elah tujuan. Tapi mereka mampir dulu kantin. Dan akhirnya mereka udah di depan kelas 8A. Engga sengaja mereka melihat Cakka disitu.&lt;br /&gt; “Hah??” Kata Deffie keceplosan. lalu segera CSF membengkam mulut Deffie. Bener gak tulisannya. Lalu mereka sembunyi dibelakang tanaman.&lt;br /&gt; “Eh ngapain Cakka disitu?” Kata Deffie penuh pertanyaan.&lt;br /&gt; “Pssttt, ngomongnya pelan pelan dong. Inget ya pelan pelan sajaaaa....” Kata Cinda mulai nyanyi. Llau CSF menoyor jidat Cinda.&lt;br /&gt; “Wadow, ah elu pada seneng banget noyor jidat gue.” Kata Cinda protes dengan kelakuan teman – temannya itu.&lt;br /&gt; “Psst diam dong Cin, gue juga gatau nih kenapa Cakka disitu.” Kata della.&lt;br /&gt; “Ya nih, aneh banget lagi gerak geriknya. Kayak lagi nunggu seseorang gitu.” Kata Yossy yang sdaritadi mengikutin jejak CSF.&lt;br /&gt; “Kalo nunggu, mau nunggu siapa coba diistu? Bukannya Shilla di kelas 8E?  Tau lah, 8D kan kelas terasing di sini. lagian anaknya kagak gaul semua, pinter sih tapi ya ampun kelas culun banget.” Kata Ivy si anggota CSF yang baru. Buat Ivy siap – siap sewa dokter pribadi buat jaga – jaga takut aja ketularan stresnya CSF, hahaha.&lt;br /&gt; “Tau deh, kita liat aja ntar...” Kata Manda.&lt;br /&gt; “Hey itu siapa?” Kata Ivy lagi. CSF semakin mengamati cewek yang agak kurus itu. Terlihat sedang ingin menghampiri Cakka. Cakkapun terlihat puas. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Cakka dan cewek itu? dan siapa juga cewek itu? Liat di episode selanjutnya. Hehehe&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-6647521187177303346?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/6647521187177303346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/cinta-gila-shilla-part-7-who-her.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6647521187177303346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6647521187177303346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/cinta-gila-shilla-part-7-who-her.html' title='Cinta Gila Shilla Part. 7 (Who Her?)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7649458730949082447</id><published>2010-06-04T08:20:00.003-07:00</published><updated>2010-06-04T08:20:44.539-07:00</updated><title type='text'>Masa SMA Gue Part. 1</title><content type='html'>cerita baru nih...&lt;br /&gt;moga moga pada uka, CGS maaf belum dilanjutin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hari pertama gue masuk SMA. Gue sedikit risih dengan penampilan gue hari ini yang make tas dari kantong plastik item, rambut dikucir dua, ahh pokoknya jelek banget dah. Biasalah hari ini kan MOS.  Gue sekarang lagi keliling sekolah (ehe mumpung belum disuruh masuk) sama sohib gue dari SD, namanya Sivia. Gue seneng banget bisa masuk sekolah ini, karna ini sekolah favorit di sini. Gak semua orang bisa beruntung kayak gue bisa masuk sekolah ini. Sekolah ini namanya Musikal School, sesuai dengan namanya sekolah ini lebih mempelajari tentang musik. Tapi bukan berarti pelajaran – pelajaran seperti matematika, IPA dan lain – lain itu ngga dipelajarai disini. Yang namanya sekolah pasti tentunya mempelajari pelajaran – pelajaran tersebut. Gue lagi asik banget ngerumpi tentang temen – temen sekolah gue yang sampe nangis dan mau bunuh diri gara – gara gak masuk sekolah ini sama Sivia. Tiba – tiba…&lt;br /&gt;Duaaakkk. “Hehh kalau jalan liat – liat dong lo! Gak punya mata ya lo!” Ujar seorang cewek yang sedang memegang sebuah novel itu dengan penuh emosi. Kayaknya nih orang lagi baca novel deh.&lt;br /&gt; “Eh lo!! Lo yang nabrak gue duluan malah lo yang marah – marah ke gue! Apaan sih lo!” Gue gak mau kalah, orang gue gak salah kok jelas – jelas dia yang nabrak gue.&lt;br /&gt; “Apa lo bilang?? Lo yang nabrak gue duluan! Gue lagi asik baca novel. Lo malah ganggu!” Anehnya nih cewek makin gak mau ngalah. Makan apa dah tuh cewek sampe kayak gitu. Mungkin makan cabe 5 kilo tiap hari kali ya.&lt;br /&gt; “Jah elah..kan elo lagi baca novel! Mungkin karna elo keasikan baca novel makanya lo gak liat jalan.” Bela Via.&lt;br /&gt; “Bener tuh! Mungkin karna lo lagi keasikan baca novel makanya gak liat – liat jalan. Lagian dari tadi kita emang udah dikiri kok jalannya, perasaan lo dikanan tadi eh tiba – tiba nyosor ke kiri.” Ujar gue yang tadinya emosi sekarang udah gak.&lt;br /&gt; “Oh sorry deh kalau gitu. Gue emang suka gitu kalo keasikan baca novel, ehehe.” Kata cewek bertubuh agak kurus dan berkulit putih itu.&lt;br /&gt; “Iya gak apa kok. Eh, gue Shilla.” Kat ague sambil menyodorkan tangan mulus gue, ehehe gak deng.&lt;br /&gt; “Ify.” Oh ternyata namanya Ify.&lt;br /&gt; “Sivia. panggil aja Via.” Kata Via kemudian bersalaman dengan Ify.&lt;br /&gt; “Eh ngomong – ngomong lo sendirian doang nih.” Kata gue mulai basa basi.&lt;br /&gt; “Iya nih, gue soalnya dari Semarang. Jadi belum ada temen.”&lt;br /&gt; “Lo sama kita kita aja, biar kita jadi The Charlie’s Angel, ehehe.” Kata Via nyengir.&lt;br /&gt; “Alah elo Vi, tau deh yang suka nonton film luar.” Via emang orangnya seneng nonton film luar dari pada sinetron – sinetron Indonesia yang gak bermutu katanya.&lt;br /&gt; “Ahaha, boleh juga tuh. Gue boleh gabung kan?” Tanya Ify ramah.&lt;br /&gt; “Of course.” Ahaha mulai deh penyakit English gue keluar. Gue emang seneng bahasa inggris dari dulu. Kemudian gue, Via, sama Ify keliling sekolah bareng sambil ngerumpi ini itu. pokoknya cewek banget deh. Kita bertiga langsung akrab, padahal gue sama Via baru ketemu Ify hari ini.&lt;br /&gt;Tiba – tiba bel masuk bunyi, ini nih jam penyiksaan buat anak baru.&lt;br /&gt; “Buat yang kelompok Harimau Garang kesini! Ikut sama kita!” Ahahah, ada – ada aja namanya. Kakak kelas kita emang lagi pada stress kali ya, gue sendiri aja nama kelompoknya. Ehem secret deh :p.&lt;br /&gt; “Kelompok Setan Ganjen kesini!” Sekumpulan cowok – cowok langsung pergi ke tempat kakak kelas itu.&lt;br /&gt; “Kutu Anjing kesiniiiii….” Jah elah manggilnya aja pake nada ganjen kayak gitu, gue tau dia siapa. Namanya Kak Angel. Sebelumnya gue kenal dia gara – gara dulu dia ngatain gue ganjen padahal dia sendiri tuh, huft. Tapi anehnya dia bareng kakak – kakak kelas cowok yang manis, ehe. Satu yang gue kenal, namanya Kak Riko. Tapi gue gak suka sih, biasa aja.&lt;br /&gt; “Babi kurus kesini!!!!” Buset nih Kakak kelas galak banget. Penampilannya tomboy banget dah, iuuhh.&lt;br /&gt;Perasaan nama – nama kelompoknya makin lama makin aneh ya, apalagi yang gue.&lt;br /&gt; “Meong Gak Nakal ayo kesini! Ikut kita!” teriak kakak kelas cowok yang menurutku, waww cakep abis. Banyak anak baru yang ngejerit sambil manggil nama Cakkkkaaaaa Ya Ampuunnn. Oh iya gue tau nih kakak kelas yang fansclubnya terkenal diradio, kalo gak salah C~kupers itu ya, eh C~LUVers!! gue masuk tuh, ehehe. Soalnya gue ngefans berat sama Kak Cakka. Tanpa gue sadar gue ikutan teriak Cakkkaaa Ya Ampunnn. Ehehe.&lt;br /&gt; “Uler Merah Jambu sini!” Itu kelompoknya Ify sama Via ternyata, yah gue sendiri gitu. Pembinanya ternyata Kak Lintar yang katanya bijak banget. Pasti mereka gak bakalan tersiksa huhuhu. Kakak kelas mulai memanggil kelompok – kelompok lain. Sampe akhirnya kelompok gue dipanggil juga.&lt;br /&gt; “Kodok Gak Punya Kaki Tapi Bisa Loncat yukk mari….” Buset dah, pembaca jangan ketawa ya sama nama kelompok gua -_-. Pembinanya seorang kakak kelas cowok item manis, postur tubuh tinggi. Taunya bayak yang ngejerit manggil nama Kak Riooooo. Ohh namanya Kak Rio. Yang teriak banyak sih, tapi banyakan teriakan buat Kak Cakka tadi. Tapi kok tampangnya ngeselin ya. Gue sama beberapa anak nyamperin Kak Rio. Disebelah Kak Rio ada cewek bergigi ompong, eh gak deng gigi kawat, tapi gue gak tau sih namanya siapa. Sama yang satu lagi cowok manis, lumayan tinggi tapi tadi kok gak keliatan ya. ada banyak anak yang manggil – manggil nama Kak Iyelll. Buset dah nih sekolah apa tempat artis ya. Oh namanya Kak Jelly toh. Gue sekolompok sama cowok 5 orang trus cewek 5 orang, jadi jumlahnya 10 gitu. Tapi gue ngerasa 5 cowok itu lagi merhatiin gue gitu. Eh bukannya geer loh. Tapi emang beneran. trus kita ngekor tuh kakak kelas bertiga, sampailah kita di taman sekolah. Disitu ada patung yang gedenya sedang lah. Patungnya lambang nada itu loh. itu sekaligus lambang sekolah Musikal School.&lt;br /&gt; “Nah, sekarang yang pake gelang item nyari rumput laut ya.” Perintah kak Jelly tadi. Eh bener gak sih namanya Kak Jelly.&lt;br /&gt; “Hah?? Apa kak?? Rumput laut? Yang bener aja. Emang nih sekolah pantai apa?” protes cewek itu. Emang aneh juga ya, masa disuruh nyari rumput laut.&lt;br /&gt; “Banyak bacot lagi. Udah cari aja. Trus sebagai hukuman karna lo udah protes, abis lo dapet tuh rumput laut. Lo kasi rumput laut itu ke kita. Trus lo keliling nih taman 2 kali.” Kata kakak kelas cewek itu. Satu kelompok Kodok Gak Punya Kaki Tapi Bisa Loncat melongo. Bayangin aja, nih taman gedenya kayak 1 hektar gitu, ya ampunnn tega banget.&lt;br /&gt; “Yang lagi manyun! Lo keliling nih taman 3 kali. Trus lo cari laptop gue!” Kata kak Rio sadis. Ihh tampangnya ngeselin banget. Anehnya cewek – cewek di kelompok gue senyam senyum sendiri ngeliatin dia. Iuuh gak banget deh.&lt;br /&gt; “Tapi kak, saya gak tau laptop kakak yang mana.” Ucap cowok iu sopan.&lt;br /&gt; “Cari aja sono. Lo nyari diinternet juga gak apa. Asal lo dapet tuh laptop gue.” Iiii buset tega banget. Udah selese satu kelompok disuruh ini itu. Ada yang disuruh beliin menara pisa lah, alhasil yang disuruh bawa menara pisa mainan -_-. Tinggal gue yang belum disuruh ngapa – ngapain. Gue cuman bisa nelen ludah ngeliat 3 kakak kelas bejat itu ngetawain adek kelas yang dia siksa. Tiba – tiba Kak Iyel (udah tau namanya gue, ehe) senyum ke gue. Gue ya aneh aja, stres kali nih orang.&lt;br /&gt; “Yang cantik, jadi pacar gue aja ya.” Kata Kak Iyel ganjen. Buset dah.&lt;br /&gt; “Apaan dah lo yel. Enak banget lo. Gak gak gak! Mending lo jadi pembantu gue aja di rumah!” Kata Kak Rio dengan tampang yang nyebelin menurut gue. Gue cuman bisa melongo nelen ludah.&lt;br /&gt; “Kurang ajar lo yo! Cantik – cantik gini lo jadiin pembantu. Gak gak gak. Dia harus jadi cewek gue. Mumpung gue lagi jomblo nih.” Kata kak Iyel sambil ngeliatin gue gimanaa gitu.&lt;br /&gt; “Paan sih kalian!! Malah ribut! mendingan lo cari kertas item yang ada tulisan Musikal School nya. Trus kalo lo udah dapet, lo buka tuh kertas di kantin. Trus ikutin petunjuk berikutnya. Cuman orang tertentu doang yang dikasi permainan kayak gitu. Dan inget! Itu gak gampang.” Kata Kakak cewek itu. Gue cuman bisa nelen ludah. Kertas gituan dimana coba nyarinya? Lagian sekolah ini kan gede. Kertas itu bisa dimana – mana.&lt;br /&gt; “Yah elo Zah, jadiin dia pacar gue aja nape lo.” Kata Kak Iyel protes.&lt;br /&gt; “Alah elo mah gampang nyari pacar. Noh disana banyak.” Tunjuk kak Zah (cuman tau segitu doang) ke sekumpulan cewek – cewek yang gayanya iuuh gak banget deh. yang paling gue kenal disitu itu Kak Angel.&lt;br /&gt; “Gamau gue! Gue maunya sama dia! Bay the way nama lo siapa?” Tanya kak Iyel genit. Gue mau gamau jawab.&lt;br /&gt; “Shilla kak.” Ucap gue nunduk. Sementara  Kak Rio cuman bisa melongo liat gue nyebutin nama. kenapa coba nih anak ngeliatin gue kayak gitu.&lt;br /&gt; “Apa? Selai???” Kata kak Rio dengan muka yanggg…kaget. -_- Kapan nama gue berubah jadi selai?&lt;br /&gt; “Bukan selai kak, shilla. S-H-I-“ Baru gue mau ngeja Kak Iyel motong.&lt;br /&gt; “Namanya cantik, sama kayak orangnya.” Lagi lagi kak Iyel genit banget sama gue. sambil megang dagu gue lagi.&lt;br /&gt; “Ihh iyel genit….” Kata Kak Zah itu.&lt;br /&gt; “Paan dah lo, Zahra Damariva gue bilangin ya…” Upss terpotong.&lt;br /&gt; “Eh, kapan nih anak pergi. Lu pada asik berantem mulu.” Kata kak Rio manyun. Mukanya keliatan cuek banget.&lt;br /&gt; “Eh iya, udah pergi lo sana. Kalo lo bingung, cari aja musik trus inget ‘CAUSE MUSIK MAKE YOU BETTER’, inget tuh” Kata Kak Zahra itu sok misterius. Ya udah gue cabut, gue mulai pencarian dari perpus, soalnya kan disitu banyak buku nah otomatis banyak kertasnya. Paan coba, iuuh. Sebelum pergi Kak Iyel dada dada sambil bilang hati hati ya. Gue sampe perpus, disitu ada beberapa anak MOS yang udah kayak orgil keliling – keliling tuh perpus. Trus ada banyak kakak kelas yang lagi baca buku. Gue mulai dari pojokan, disitu ada Kak Cakka, waaw gue seneng banget. Kak Cakka lagi baca komik kayaknya. Gue senyum – senyum sendiri ngeliatin Kak Cakka ehe. Pas gue lagi mandangin tuh buku – buku. Ada yang nepuk pundak gue. gue noleh dan gue kaget abis. Ternyata yang nepuk pundak gue Kak Cakka. Gue pengen teriak Cakka Ya Ampuunn.tapi sayang ini perpus.&lt;br /&gt; “Kenapa kak?” Tanya gue sok manis gitu.&lt;br /&gt; “Tolong ambilin dong komik naruto gue yang jatuh dibawah.” Buset dah ternyata disuruh ngambilin komik. Gue langsung masang muka bete. Trus gue ambil tuh komik gue kasi ke kak Cakka trus gue mau cabut. Tapi kak Cakka nahan.&lt;br /&gt; “Eh lo Shilla ya.” Kata kak Cakka pelan.&lt;br /&gt; “Iya kak. Ada apa ya?” Kata gue dengan nada yang minim juga.&lt;br /&gt; “Oh ini yang ditaksir Iyel.” Kata Kak Cakka menyunggingkan senyum miringnya. Gue langsung cabut. Eh ditahan lagi. Kali ini tangan gue di pegang,. Ihh waawww mimpi apa gue semalem coba.&lt;br /&gt; “Jangan buru – buru napa sih. Lo cantik juga.” Muka gue otomatis memerah sambil nunduk. Ih gillaaa ini gak mimpi kan?&lt;br /&gt; “Kok malu malu gitu sih. Lo jadi gebetan gue aja ya.” Kata kak Cakka pelan tapi bisa bikin gue olahraga jantung. Alhasil gue melongo.&lt;br /&gt; “Ahahaha, gak deng. Becanda kok, lagian ntar bisa – bisa gue digarap sama Iyel juga. Haha.” Yahh coba aja beneran huft. Kak Cakka meyodorkan handphonenya ke gue. Buat apacoba?&lt;br /&gt; “Nomor lo isiin.” trus gue ambil tuh hp sambil masukin nomor gue. Gue gak mimpi nkan pembaca?? apadah. Gue kasi lagi tuh hp.&lt;br /&gt; “Emh kak saya permisi dulu ya.” Gue cabut dengan muka berbunga bunga. Gue lupa sama tugas gue. Yah terpaksa gue nyari ditempat lain. Malu dong kalo mesti balik lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7649458730949082447?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7649458730949082447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/masa-sma-gue-part-1.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7649458730949082447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7649458730949082447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/06/masa-sma-gue-part-1.html' title='Masa SMA Gue Part. 1'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-9169437303817850344</id><published>2010-05-11T04:45:00.001-07:00</published><updated>2010-06-10T20:39:00.171-07:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla Part 5 (love Love and Love)</title><content type='html'>sorry ya lupa ngepost part 5 nya, ehehe&lt;br /&gt;ni dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="State" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="PlaceType" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="PlaceName" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUSER%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Old English Text MT";	panose-1:3 4 9 2 4 5 8 3 8 6;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:script;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face	{font-family:"Comic Sans MS";	panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:script;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman","serif";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-language:EN-US;}a:link, span.MsoHyperlink	{mso-style-unhide:no;	color:blue;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed	{mso-style-noshow:yes;	mso-style-priority:99;	color:purple;	mso-themecolor:followedhyperlink;	text-decoration:underline;	text-underline:single;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:.7in .7in .7in .7in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: red; font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Huft...&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:placetype w:st="on"&gt;cape&lt;/st1:placetype&gt;  &lt;st1:placename w:st="on"&gt;gue&lt;/st1:placename&gt;&lt;/st1:place&gt; ngebersihin nih toilet! Mana lebarnya 1 hektar lagy. Huft....” Kata Deffie ngeluh, maklum anak manja. Hehe...ngaku dah gue.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ha??? Satu hektar Def??? kagak salah tuh??? Perasaan nih tolet cuman berapa doang gedenya. Gak sampe satu hektar??? Aneh deh. Lo nghitungnya pake apa sih???” Kata Shilla dengan oonnya yg mulai kambuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ampuuuunnn deh..........maksud Deffie nih toilet gedenya kayak satu hektar, just opinion Shilla!!” Kata deffie berhenti ngepel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ohh....gitu. gue kirain toilet ini gedenya emg satu hektar beneran. Abis emg kayak satu hektar beneran sih!!! Eh, tdi lo blg apaan??? Bawang???” Kata Shilla dengan tampang lugu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Bawang??? Perasaan gue gagh nyebut bawang.” Kata Deffie heran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya elah...jgn mentang2 Shilla o’on, tapi gag bisa bhs inggris ea?! Tadi &lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt; lo blg Onion, nah...onion artinya bawang &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Gubrakkkkkkkkkkkk” Semua anak2 CSF menepuk keningnya lalu berjatuhan kelantai. Jiaah, bagian ini kyknya terlalu lebay ea??? Hha...lupain dah lanjooot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jiah, kenapa semua pada tidur? Woy!! Bangun woy!!! Bangun....udah pagi, sekolah lagy...mandi.” Kata Shilla kayak emak2 yg ngebangunin anak2nya pagi pagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Arrggh.......gue masih pengen bobo. Besok aja bangunnya.” Kata Mirandha dengan mata masih tertutup. Eh, ini ceritanya beneran tidur ato boongan doang sih? Bingung dah gue. Ckckckck.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Eh, bangun bu....udh pagi!!! Bangun!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ini masih jam 12 siang Shila...” Kata Cinda sambil melanjutkan ngoroknya. Anak2 Caikers yg agak berjauhan jaraknya dgn CSF ngikik gak jelas. Eh, apa lu ngikik gak jelas? Haha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Woy!! Ribuut!!!” Kata Silvi protes dgn ngoroknya Cinda, haha. Tapi Cindanya sih lanjjuuut. Wkwkwk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Wadooohh...ni anak2 susah amat dibangunin. Ahaa.....” Kata Shilla yg baru saja mendapat ide cemerlang itu. Diatas kepalanya langsung ada lampu pijar yg redup eh, terang maksudnyaa...hehe. Dia langsung beranjak pergi agak jauh dari satu, sekitar satu meter doing sih. Lalu Shilla teriak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mandaaa.......&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Alvin&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; nyariin lo!!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Deffie!!!! Deva nungguin lo tuh!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Cinda!!!! Ada Ray diluar!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kaila!!!! Justin Bieber nelpon looo tuh!! Nih angkat!!!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mirandha!!!! Justin bieber nitip salam juga tuh ke elo!!!” Dst, Shilla berteriak kenceng banget. Sampe anak2 Caikers sama Oik tutup telinga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ha??? Beneran Shill??? Mana???” Kata CSF bangun sambil melototin Shilla dgn mata berbinar2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Tapi............itu bohong!!!!!! Haha.....” Kata Shilla ngakak gak jelas. Sendirian lagi. Ckckckck...kasian Shilla. CSF pada ngeliatin Shilla jengkel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Shillaaaaaaaaaaaaaa............................” Teriak CSF.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ampun Jeng...........saya cuman becanda dong kok. Abis siapa suruh kalian bobo disitu.” Kata Shilla dengan nada terakhir gak bersalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kalo tau lo cuman becanda, mendingan gue tidur lagy dah kayak lagu Mbah Sulip.” Kata Mirandha dengan pula pula, eh pura pura gak bisa nyebut R.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Au tuh shilla.” Kata Manda. CSF pada ngelanjtin bobonya, wkwkwkw. Wasiat Mbah Surip dijalanin CSF tuh. Haha. Bangun tidur tidur lagy... ^^&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jangannnnnnnnnnnnnnnnnnnnn..........” Kata Shilla teriak. Tapi CSF udah terlanjur tidur lagy. Hah....CSF gaje. :D&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malamnyaa.......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hmm....gue pergi gag ya kerumah Oik, males sih rasanya. Lagian masih jam 6 kok, gue pergi kesana jam 7. Rumah gue sama rumah Oik &lt;st1:state w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; juga gag jauh2 amat.” Kata Cakka sambil membuka laptopnya. Langsung membuka &lt;a href="http://www.facebook.com/"&gt;www.facebook.com&lt;/a&gt; lalu login. Diwebsite itu Cakka segera menulis status fb. Gini nih statusnya: “Gue pergi gag ea...hmm..” Trus bermunculan komen2 distatus itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Silvi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : “Pergi kemana Cak???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gita&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : “Haha, pasti mau pergi ketempat *** ea...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Deffie&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : “*** itu siapa???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Trus Cakkanya mulai ngasi balasan komen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : “@Gita: Loh??? Kok tau???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;span style="display: none;"&gt;“@Gita: Loh??? Kok tau??? ah Oik kan juga gag jauh2 amat. nah...onion artinya bawang kan???"&lt;/span&gt;@Silvi: &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dehhh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; @Deffie: Mau tau ajaaaa, :p” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata eh ternyata, sebuah akun facebook ber-nick’an Ashilla Zahrantiara Onlen, Cakka kaget dia langsung mengklik akun tersebut, lalu menulis chat. Nih, gue liatin dah biar kagak penasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Hai kodok...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Hai bebek, hehe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Lagy ngapain???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Lagy buka onlen facebook lah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Ya, Cakka tau tapi masa sih cuman buka fb doang??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Shilla lagy males buka yg laen2, eh Cak tadi Shilla liat statusnya katanya bingung mau pergi ato gag, mau pergi kemana sih Cak???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Ahh...gag kemana2 kok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Beneran???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Yoi....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Ha?? Cakka mau main Yoyo??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Ya elah...Yoi Shilla bukan Yoyo. (Ckckck, ternyata Shilla bkn cmn tulalit waktu ngomong eah? Tapi juga waktu chat, ckckck)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Ohh, bilang dong dari tadi. (ckckckckck, yg bego Shilla apa Cakka??)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Ya ampuuun Shilaaaaa.....yaudah deh, jgn bahas yg itu. Eeehh...Shil, kenapa sih lo rela mutusin gue demi OIK?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Ehh....karna gue gag mau bikin masalah sama Oik, dan gue gag mau punya musuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Nah loh??? Bukannya emang lo skrg udh musuhan sama Oik, lagian sama aja kali lo putusin gue ato gag tetep aja lo punya musuh Shill...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Ahh...Shilla juga bingung. Hmmm, Cak...kamu suka ea sama Oik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Ahh....Shilla ada2 aja...&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Cakka cmn suka sama Shilla. Cakka tuh gag mungkin suka sama Oik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Tapi bukannya waktu SD Cakka naksir Oik, tapi malah Oik yg gag suka sama Cakka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cakka: Iya sih, tapi itu duluu. Duluu bgt, skrg aku bnr2 gag suka sama Oik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Shilla: Ohh gitu ea? Hmm, Cakk...sebenarnya Cakka beneran suka gag sih sama Shilla??&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Shilla menulis chat terakhir, hp Cakka bunyi, “1 New Message From: Oik Cahya Ramadlani”. Cakka gag sempat melihat chat terakhir Shilla, dia sibuk membaca sms dari Oik, yg isinya kalau Oik menyuruh Cakka cepet dtg kerumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ahh...nih anak bawel bgt!” Gerutu Cakka, ketika meembaca sms itu. Lalu Cakka sign out dari akun facebooknya itu tanpa melihat chat dari Shilla yg barusan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dikamar yg berbeda....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Loh??? Kok gag dibales2 ea??? Ha??? Udh Off???&amp;nbsp; Kenapa ea? Apa jgn2...Cakka gag suka lagy sama akuu...” Shilla menunduk lesu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dirumah Oik......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Git, lo jgn sampai lengah ea ntar...nih kameranya!” Kata Oik sambil memberikan sebuah kamera kepada Gita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Siiippp dahhh....” Lalu tiba2 terdengar bunyi bel dari rumah Oik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Eh, mungkin itu Cakka.....buruan lo ngumpet!” Perintah Oik, Gita langsung menuju tempat persembunyiannya di belakang rumput yg tumbuh di taman rumah Oik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ting nung.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya bentar...” Kata Oik lalu pergi menuju pintu rumahnya. Oikpun membuka pintu itu. Terlihatlah sosok Cakka dgn memakai kaos warna merah dgn unsur keputih2an, juga memakai celana jeans botol ciri khas anak2 cowok gaul skrg.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Eh, Cakka. Masuk Cak...” Kata Oik ramah, lalu mempersilahkan Cakka duduk disofa ruang tamunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya udah..langsung aja, gue males lama2. Nih bunga sama coklatnya.” Kata Cakka jutek sambil ngasi bunga sama coklat yg ia pegang dari tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Eh...kok ngasinya gagh romantis sih...kalo gitu Oik gagh mau ah maafin Cakka.” Kata Oik manja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya trus mau lo apaan, IK???” Kata Cakka dgn nada kesal dan pasrah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sinii...ikut gue...” Kata Oik menarik tangan Cakka. Oik membawa Cakka ketaman belakang rumahnya yg agak terang itu. Gita yg udh berada dibelakang rumput sambil membawa kamera, udh bersiap – siap akan memotret Cakka dan Oik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya udah...nih!” Kata Cakka langsung memberikan bunga dan coklat tsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Uft...gagh romantis! Yg romantis dong, pake berlutut apa kek gitu.” Kata Oik licik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ca’elah....buat apa sih Ik???” Kata Cakka sedikit kesal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Yaudah kalo gagh mau dimaafin, ntar Shilla akuu gang......” Omongan Oik terpotong ketika Cakka berbicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya deh...iya.” Cakka pasrah, lalu berlutut sambil memberikan bunga dan coklat. “Oikkk, mau &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; maafin gue???” Kata Cakka tersenyum dgn terpaksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dengan senang hati Cakka.....” Jepreettt. Gita telah mengambil gambar ketika Oik menerima bunga dari Cakka. Gita tersenyum licik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Udah &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;??? Gagh ada apa2 lagy. Kalau gitu gue pulang.” Kata Cakka pergi. Tapi tangan Oik segera menariknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ihh...kok buru – buru sih. Disini dulu bentaran napa??? Bukannya Cakka dulu suka sama Oik??? Kok jadi berubah gini sih???” Kata Oik sedikit membahas masa lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Itu dulu &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; Oik...udah, gue mau pulang.” Kata Cakka hampir pergi, tapi tangan Oik lagy2 menarik tangan Cakka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; apa lagy sih??” Kata cakka dgn muka bete.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kenapa Cak??? Karna dulu aku gagh bales cinta kamu???” Tanya Oik dgn muka memelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Gagh juga kok.” Jawab Cakka simple.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Trus kenapa???”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Karna gue udh gagh suka lagy sama lo. Gue udh suka sama org lain. Gue juga heran kenapa gue bisa suka sama lo dulu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pasti Shilla ea?” Tanya Oik menatap mata Cakka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mungkin...”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kok mungkin?? Iya &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;??? Shilla &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; yg udh mempengaruhi kamu?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ini bukan karma Shilla. Tapi emg hati aku yg udh gagh suka ma kamu. Kenapa sih kamu ngotot nyalahin Shilla??”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Karna aku cemburu sama dia! Aku iri sama Shilla!!! Akuuu.....hiks hiks.” Oik menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Loh? Kok malah nangis sih??? Aduuuh....” Kata Cakka mencoba mngehibur Oik. Oik sengaja jatuh kepelukan Cakka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Maafin aku Cak, dulu aku gagh bales cinta kamu. Aku nyesel...nyesel....banget. Hiks hiks.” Jepreet. Lagy2 Gita mengambil gambar ketika Cakka memeluk Oik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Aduuuhh....kalo Shilla tau, bisa berabe nih.” Batin Cakka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Udaaah dong Ik. Gpp kok. Cup cup cup...jangan nangis dong.” Setelah ngomong kyk gitu, Oik langsung lepas dari pelukan Cakka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hiksss....aku tau aku gagh secantik Shilla Cak, aku tau...” Kata Oik sambil menutup wajahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Gagh kok Ik, kamu cantik kok. Tapi lebih cantikan Shilla sih.” Upss...Cakka keceplosan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa............beneran kamu jahat Cak!” Kata Oik menangis semakin kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya deh. Kamu sama cantiknya dgn Shilla. Malahan lebih Ik...” Kata Cakka terpaksa, biar Oik gagh nangis lagy.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Beneran cak???? Udah aku sangka kok.” Oik pun berhenti menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hehe...iya.” Tapi dalam hati Cakka bilang, “Huft....ea jelas cantikan Shilla lah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ehh...Cak, maafin sikap aku waktu dulu ea?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “He-eh, iya deh. Gue boleh plg sekarang &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya deh...tapi ntar malem jgn lupa&amp;nbsp; mimpiin aku loh Cak..” Jiah, narsisnya tuh Oik. Tapi Cakka hanya tersenyum sambil berjalan keluar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Besoknya disekolah.....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sekolah lagi gempar, bukan karena gempa. Tapi karma 2 foto yg terpajang dimading. Pagi itu Shilla baru dating ke sekolah, dia kaget ngeliat banyak anak2 yg ngumpul dimading.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya ampuuun...gagh nyangka gue Cakka ma Oik ada something.” Kata salah satu murid disekolah Bintang itu. Shilla kaget dengan ucapan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Haha...iya dong, Caik gitu lohh.” Kata Fhily sambil tertawa kecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Pastinyaaaa....Caik emang klop 100%!” Kata Riri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Alaahhhh palingan Oiknya yg kecentilan!” Kata Cinda panas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Sirik aja!” Jawab Fhily.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Cin, ada apaan sih???” Tanya Shilla kpd Cinda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Liat aja sendiri Shill....lo pasti sakit hati ngeliatnya.” Kata Cinda sambil kesel2an.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Liat apanya sih????”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Itu yg dimading.....”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ohhh....itu...itukan puisi yg kemarin dibikin Kiki...emg kenapa sih sama puisi itu??? Perasaan ga ada yg aneh deh....” Kata Shilla polos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Jiaaahhhh. Bukan itu Shilla, tapi yg disebelah kiri itu....ckckckckckck” Kata Cinda menunjuk2 foto Cakka dan Oik itu. Wajah Shilla yg tadinya masih semangat, sekarang lesu udh ngeliat foto itu. Mata Shilla basah oleh air mata, walupun Shilla gagh nangis...tapi air matanya keluar dgn sendirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Loh Shill??? Kok jadi nangis??? Aduuuh, tuh &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; apa gue bilang. Kalo lo liat foto itu pasti bakalan nyakitin hati lo.” Kata Cinda memegang pundak kanan Shilla sambil menenangkan Shilla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Gue ga apa apa kok Cin....mereka cocok kok.” Kata Shilla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya dong, secara....Caik gitu. CakShil &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ga cocok!” Kata Mika tiba2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Iya, Caik emang cocok.” Kata Shillla sambil menghapus air matanya. Mika yg melihat itu terasa iba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ya udah Shill....Cakka itu emang udah klop sama Oik. Lo lebih baik ama Riko aja. Kan Riko cocok ama lo, lagian Riko cakep loh...manis lagy.” Kata Mika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Heh??? Riko??? No way!!!” Kata Cinda protes. Tiba2 Cakka datang....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hmm...Shill, gue....” Omongan Cakka terputus ketika Cakka baru sadar kalo Shilla habis nangis. “Eh...mata lo kenapa Shil???” Kata Cakka memperhatikan mata Shilla.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ehhhh...ga kok Cak, ini tadi mata aku kena debu....em, gue pergi ke kelas dulu ea. Yuk Cin...” Kata Shilla menarik tangan Cinda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ehh...Shill!! Tunggu!!!” Namun Shilla udah terlanjur pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Ciee Cakkaaa.....sama Oik ea?? Cieee.....” Kata anak2 yg ngumpul dimading itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Eh??? Apaan sih??? Cie cie...gue ga ngerti!” Kata Cakka kesel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Itu tuh....” Kata Monica menunjuk foto Caik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Hah????! Kok???!!!! Jangan jangan Shilla nangis gara gara.............”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-9169437303817850344?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/9169437303817850344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/05/cinta-gila-shilla-part-5-love-love-and.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/9169437303817850344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/9169437303817850344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/05/cinta-gila-shilla-part-5-love-love-and.html' title='Cinta Gila Shilla Part 5 (love Love and Love)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-2837429784413651528</id><published>2010-05-09T07:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T07:00:49.510-07:00</updated><title type='text'>Curhatan gue</title><content type='html'>gue mau curhat sedikit tentang idola2 gue, terutama shilla...&lt;br /&gt;hmmm...apa yang salah dari seorang ASHILLA ZAHRANTIARA??&lt;br /&gt;kata orang dia sombong...&lt;br /&gt;hah?? alasan yang gak masuk akal menurutku...&lt;br /&gt;palingan juga yang bilang gitu CUMAN TAKUT IDOLANYA TERSAINGI...&lt;br /&gt;yakan?? ya dong..&lt;br /&gt;shilla gak sombong kok, kalo cuek kayaknya emang dia banget...&lt;br /&gt;tapi kalo sombong??? buang aja tuh ke nlaut yang ngatain shilla kayak gitu..&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S-a8OIeSyuI/AAAAAAAAADs/Ws4RIne8XI8/s1600/12318_1347152210363_1578052738_812066_4715489_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S-a8OIeSyuI/AAAAAAAAADs/Ws4RIne8XI8/s320/12318_1347152210363_1578052738_812066_4715489_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;trus ada juga yang bilang shilla centil, astaga...&lt;br /&gt;shilla masih kecil bu, pak...gak mungkin shilla centil.&lt;br /&gt;umur shilla tuh masih 13 taon woy, gimana dia mau centil???&lt;br /&gt;lagian shilla juga gak suka ke salon ato pedi medi gitchuuu (??)&lt;br /&gt;yang ngatain resek banget ya, dasar orang2 sirik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus nih ya yang kemarin lagi hot hot nya di dunia ICILOVERS...&lt;br /&gt;shilla dimarahin gara2 foto bareng cakka.&lt;br /&gt;ckckckck&lt;br /&gt;apa salahnya coba&amp;nbsp; shilla foto bareng cakka? suka suka shilla dong, sewot amat deh...&lt;br /&gt;tapi syukurlah masih banyak yang naanggepin positif.&lt;br /&gt;lagian apa yang mesti diributin dari foto ini?&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S-a9VVyt77I/AAAAAAAAAD0/1vTNYUfxNYo/s1600/23827_111631355534960_100000642875162_128351_6201667_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S-a9VVyt77I/AAAAAAAAAD0/1vTNYUfxNYo/s320/23827_111631355534960_100000642875162_128351_6201667_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;hahahaha ngakak abis deh gue, foto gini doang diributin? wakakkaka&lt;br /&gt;dasar aneh!!&lt;br /&gt;klo buat CSF (termasuk gue nih) pasti seneng lah sama foto ini...&lt;br /&gt;secara CSf = Cakka Shilla fever woy, wajar kali...&lt;br /&gt;kemarin ada isu2 yang bilang kalo yang salah itu anak2 CSF terutama adminnya. weww gue adminnya mau apa lo?!&lt;br /&gt;katanya adminnya terlalu lebay sampe foto2 kayak gitu disebarin.&lt;br /&gt;astagaaaa....yang nyebarin siapa neng?&lt;br /&gt;CSF tuh gak pernah nyebarin kemana2 kali...&lt;br /&gt;dasar miring! (apanya yang miring? tau)&lt;br /&gt;woo dasar ya jaman sekarang cemburunya berat bangett...&lt;br /&gt;sampe2 ada yang keluar dari CL. what's up bro?? out dari CL cuman gara2 ginian? hahahhaah childish banget sih lo pada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus trus kemaren2 gue berdebat sama anak shiters, gak tau deh dia shiters ato kagak..&lt;br /&gt;kayaknya iya dehh....&lt;br /&gt;masa dia bikin diskus yang mancing2 anak ICl ngomongin keburukan shilla??!!&lt;br /&gt;woyy kita tuh ga boleh ngomongin keburukan orang. dosa tau!&lt;br /&gt;disitu banyak banget yang replies, terutama para shiters (shilla haters)...&lt;br /&gt;semua pada ngumpul dan ngatain shilla. astaga Tuhan...moga mereka bisa diampuni :D&lt;br /&gt;ya jelas anak2 shivers pada ngamuk ngeliat shilla \DIPOJOKIN DI ICL.&lt;br /&gt;apaan tuh??? kalo idolanya dikatain aja sedihnya kayak aapa.&lt;br /&gt;tapi kalo soal ngatain orang senengnya minta ampuun..&lt;br /&gt;ihh sadar dong!! kalian itu udah salah besar!&lt;br /&gt;lagian sensi amat sih sama shilla?? shilla salah dikit udah langsung dikeroyok.&lt;br /&gt;ada yang ngatain katanya shilla itu omongannya kasar, weey biasa aja kali...&lt;br /&gt;gue malah lebih kasar dari shilla.&lt;br /&gt;annak2 icil lain juga gitu kan?? omongannya juga 11 - 12 sama shilla tapi kok gak dikritik?&lt;br /&gt;why? tanda tanya besar buat gue.&lt;br /&gt;jadi buat lo lo pada anak shiters, gue harap kalian dapet karmanya!!&lt;br /&gt;sekian~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-2837429784413651528?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/2837429784413651528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/05/curhatan-gue.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2837429784413651528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2837429784413651528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/05/curhatan-gue.html' title='Curhatan gue'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S-a8OIeSyuI/AAAAAAAAADs/Ws4RIne8XI8/s72-c/12318_1347152210363_1578052738_812066_4715489_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-2972847637359436744</id><published>2010-04-06T05:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T05:47:30.271-07:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla Part. 6 (Bukan Dia)</title><content type='html'>Cakkapun mendatangi Oik yang lagi cekikikan sama Gita.&lt;br /&gt;“Haha....rencana kita berhasil Git!! Haha....puas gue ngeliat Shilla  nangis!. Bentar lagi Cakka akan jadi milik Oik Cahya Ramadlani...haha”  Berkali kali Oik ngakak bersama Gita, hingga Oik berhenti ketawa karna  ada yang menepuk pundaknya.&lt;br /&gt;“Ehm.....coba ulangi, Ik.....” Kata Cakka dengan muka bete.&lt;br /&gt;“Eehhh...ada Cakka ea. Em, Cak makasih banget bunga sama coklatnya tadi  malem...” Kata Oik gugup sambil mengalihkan pembicaraan.&lt;br /&gt;“Ik, lo ga usah ngalihin pembicaraan deh! Gue udah tau semua kebusukan  lo!! Ternyata lo bener bener jahat, Ik! Lo tega nyakitin hati temen lo  sendiri!! Tega lo Ik!!!” Kata Cakka berteriak.&lt;br /&gt;“Tapi Cak, gue kan gag tau siapa yang ngambil gambar semalem.” Oik  menunduk lesu.&lt;br /&gt;“Lo jangan pura pura Ik! Gue udah tau kelicikan lo!!! Lo nyuruhin Gita  kan buat ngambil gambar waktu lo sengaja meluk gue sama waktu gue ngasi  bunga ke lo!!!! Iya kan Ik!!!!! Ternyata lo lebih busuk dari yang gue  kira Ik!!!! Tega lo IK!!!!!!!” Cakka berteriak kepada Oik. Sehingga  murid murid yang berkeliaran disekitar mereka menatap mereka aneh. Tiba  tiba sesosok tuyul nongol sambil lari lari ke Cakka.&lt;br /&gt;“Ayaaannnnnkkkkk Bastiaaaannnnnnn” Lah kok??? Bastian????&lt;br /&gt;“Buseeet daahhh....ngapain nih tuyul kesini sambil lari lari???? Sejak  kapan nama gue berubah jadi Bastian. Waduuh, gawaattt...apa tampang gue  berubah jadi kayak Bastian ea???” Kata Cakka sambil meraba raba  wajahnya.&lt;br /&gt;“Ayank Bastian kemana aja????? Kan Ourel kangeennn.” Kata Tuyul alias  Ourel Queen itu sambil senyam senyum kagak jelas dah.&lt;br /&gt;“Eh....sejak kapan gue berubah jadi Bastian!!! Dasar aneh!!! Lagian lo  siapa manggil gue ayank! Ayam iya!!!! (???)” Sungut Cakka. Cahya dari  arah jauh berlari ke arah Cakka.&lt;br /&gt;“Uuuhhhh...ayank Bastian jahat!! Masa Ourel dilupain gitu aja!!!  Huffttt...mentang mentang makin cakep!!!”&lt;br /&gt;“Eh, nih anak dibilangin susah ea....anak siapa sih lo!!!! Ehh...tolong  panggilin ambulans ya, kayaknya nih anak udah koma!!” Oik dan Gita  ngikik menahan tawa.&lt;br /&gt;“Ehhh.....Ourel!!! Lo apa apaan sih!!! Bastian itu disana!!! Bukan  ini!!! Ini tuh Cakka!!! Ckckckck, dasar bego!! Sorry ya Cak,  maklum...nih anak terkena penyakit malar rindu. Soalnya Bastian udah 2  hari gag masuk. So maklumkan saja nih tuyul gila ea Cak...” Kata Cahya  menarik tangan Ourel.&lt;br /&gt;“Ohh...Ourel kirain ini Bastian. Pantesan aja Bastian lebih cakep dari  biasanya. Hehe.... ternyata Cakka tooh...” Kata Ourel nyengir sambil  berjalan menuju Bastian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;“Huftt...gue kirain muka gue beneran berubah jadi Bastian. Ckckcck, ada  aja orang kayak tadi.” Oik dan Gita ngakak. Sedangkan Cakka hanya  melongo sambil bilang. “Eh!!! Ngapain lu pada ngakak gitu?!” Tapi Oik  dan Gita terus ngakak.&lt;br /&gt;“Abis, kalian berdua lucu Cak, wkwkwkwk...” Kata Gita sambil ngakak.&lt;br /&gt;“Eeehhh???!” Cakka garuk garuk kepala.&lt;br /&gt;Dikelas...&lt;br /&gt;Shilla manyun, entah apa yang dilamunin Shilla.&lt;br /&gt;“Woy!!! Serius amat ngelamunnya!!” Sambar Riko mengagetkan Shilla.  Shilla kaget setengah mati mengalahkan D’Nasip eh D’Masiv.&lt;br /&gt;“Wadooh!!! Apaan sih lu Rik???? Kaget gue. Ntar kalo gue strak  gimane???” Kata Shilla marah – marah.&lt;br /&gt;“Hah?? Strak??? Struk kaleee. Wkwkwkwk...ucul ucul.” Riko ngakak abis –  abisan. Biasa aja kali Rik.&lt;br /&gt;“Idih, malah ngakak. Pergi sana lu kalo kerjaan lu kesini cuman buat  ngagetin gue! Diem lu!!!”&lt;br /&gt;“Buseet dah, marah – marah nih si eneng. Iya dah, gue diem.” Eh, Rikonya  malah beneran diem kayak patung. Gag napas, gag ngomong, gag gerak (??)  Mana pake pose yang paling hot itu loh, apalagi kalo gag pose mangap.&lt;br /&gt;“Ckckckck, lo ngapain pake pose melongo gitu?! Gila bener dah lu!!” Tapi  Riko tetep diem. Haha.....Riko tahan bener gag napas, gag takut mati  lu???! Wkwkwk...&lt;br /&gt;“Riko!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Kalo lu masih diem kayak patung  gitu... Lo gag bakalan gue anggap sebagai temen gue lagi!!!!!” Kata  Shilla menepuk meja. Riko kaget setengah mati.&lt;br /&gt;“Wei!!! Eitss...jangan gitu dong Shiyanggg (Shilla Sayang)...... Kan lu  sendiri yang suruh gue gag berisik, ea gua diem. Nah...gue diem lu malah  marah. Ckckckck...Ya Alllah, mengapa engkau menciptakan manusia yang  seperti ini.” Kata Riko pura – pura berdoa sambil sesekali mengintip  Shilla.&lt;br /&gt;“Waaaa.............sejak kapan nama gue berubah jadi Siang??? Malem aja  sekalian!!! Abiss...lu mah ngeselin! Orang lagy kesel jugaa.... Lagian  terserah Tuhan dong mau ciptain gue ato gag, bukan urusan lo!!!!”&lt;br /&gt;“Ckckckck, bukan Siang. Tapi Shiyang..... artinya Shilla Sayang,  monyett... Heh??! Lu lagi kesel ama siapa??? Gua??! Emang gue  ngapain???” Kata Riko ngelongo.&lt;br /&gt;“Terserah lu dah, mau siang... malem... sore... subuh.... kiamat juga  terserah lo! Bukan gara – gara lu! Tapi gara – gara Cakka!!!!! Ehh...  upsss...” Jiah, keceplosan lagi. Dasar ye!!!&lt;br /&gt;“Hah?! Cakka??! Ada apa dengan Cakka??? Kutanya malam dapatkah kau  lihatnya perbedaan yang tak terlupakan... tapi mengapa kau marah marah.  Ada apa dengan Cakka???” Gilee dah... ini cerita jadi cerita musikal.&lt;br /&gt;“Ngomong aja lu!!!” Eh??? Ngomong???&lt;br /&gt;“Hah??? Ngomong??? Suara gue bagus gini dibilang ngomong. Buseet dah,  kagak bisa bedain nyanyi ama ngomong lu ye???”&lt;br /&gt;“Whatever dah..... Lu mau nyanyi kek, ngomong kek, bok*r kek.. terserah  lu!” E buuseet dah...Shilla jorok amat.&lt;br /&gt;“Eittsss....emang terserah gue. Eh, Cakka ngapain lu?? Pasti dia  selingkuh sama Oik kan??? Gue udah liat fotonya. Gilee.... Cakka  ternyata PB (PlayBoy) ea??? Kalo gue sih kagak.” Kata Riko mulai ngaco,  sambil menyindir Shilla.&lt;br /&gt;“Ehh.... tapi Cakka kannnn...” Shilla nunduk lemes. Riko kaget ngeliat  Shilla kayak gitu, huhuhu... jadi iba Riko melihatnya.&lt;br /&gt;“Ehh... kok mukanya jadi asem gitu?! Cup cup cup....kan masih ada Riko  disini.” Tiba – tiba Via yang baru datang kekelas mendengar ucapan Riko  barusan.&lt;br /&gt;“Ehmm...........” Kata Via menatap sinis Riko. Shilla langsung menoleh.&lt;br /&gt;“Via??? Emmm... gue gag maksud apa – apa kok Vi.....” Kata Shilla  memelas.&lt;br /&gt;“Lu jangan muna’ deh Shill... lu gag setia kawan banget!!” Kata Via  marah – marah.&lt;br /&gt;“Via, gue tuh sama Shilla gag ngapa – ngapain. Lagian kita kan gag  pacaran, jadi lo cemburu???” Kata Riko. Muka Shilla langsung sedih.&lt;br /&gt;“Iya!!! Gue gag cemburu!!! Hahaaa.....mau aja kena tipu lu bedua!!!!  Wkwkwkwk...” Ckckck, sialan lu Vi!!&lt;br /&gt;“Kurang aseemm lu Vi!!! Gue kirain beneran!!! Taunyaa...” Kata Shilla  sedikit yang merasa tertipu.&lt;br /&gt;“Hahaha....lagian kalian mudah aja diboongin. Gue kan kagak suka Riko.  Gue sukanya sammaaaaa ......... hahaha” Kata Via ngakak.&lt;br /&gt;“Huft....gue kirain lu ngepens sama gue.” Kata Riko pede sangat.&lt;br /&gt;“Jiah...siapa juga yang ngefans ama lo! Yang ngefans ama lu itu cuman  orgil tau!!!” Kata Via. Shilla malah ngakak.&lt;br /&gt;“Wkwkwkwkwk...betul – betul – betul ....... Ups, upin dan ipin jangan  sampe ngejer gue nih. Haha...” Kayaknya mulai gila nih cerita.&lt;br /&gt;“Jiahhh.......kayaknya ada couple baru nih di kelas kita.” Kata Nova  menyindir Shilla dan Riko.&lt;br /&gt;“Ahh...lu Nov, ada2 aja...lagian gue masih sayang sama Ca....” Kata  Shilla terpotong.&lt;br /&gt;“Ka....” Sambung Riko “Iya kan???”&lt;br /&gt;“Ehh....gue salah gag ngomong gitu????” Shilla memandang sekitarnya.  Untung gag ada Oik, huft.&lt;br /&gt;“Kenapa? Lu takut ada Miss Galak itu??” Kata Via.&lt;br /&gt;“Em, gitu deh.....udah ahh...males bahas2 dia.”&lt;br /&gt;“Ya udah deh....kita bahas apa ea enaknya??”&lt;br /&gt;“Udah..udah...gag usah pusing mau bahas apa. Mending bahas gue aja.”  Kata Riko dengan pedenya yg kumat itu :p.&lt;br /&gt;“Jiahhh, ogah! Mending gue kabur aja kalo bahas lo! Najis deh...” Kata  Shilla.&lt;br /&gt;“Ehhh.....lu ngomong gitu, tapi di hati lu..lu suka kan ama gue??! Ya  kan?? Haha, JK deng.” Kata Riko lagi.&lt;br /&gt;“JK??? Eh, kita gag lagy ngomongin calon presiden ya..” Kata Shilla.  Sepertinya dodol nya Shilla mulai kambuh. Ckckckck, parah bae...&lt;br /&gt;“Gubrak!!!! Jk itu Just Kidding, Shilla. Bukan Justin Bieber.” Nah loh?  Justin Bieber?&lt;br /&gt;“Ckckckck, ya Allah...kenapa saya harus mempunyai temen yang dodol  seperti mereka, Ya Allah. Apa salah saya??? Sehingga saya memilik teman  yang sangat dodol seperti ini?” Kata Via pura – pura berdoa. Sabar aja  Vi...ini cuman cobaan ^_^&lt;br /&gt;“Lo kenapa Via? Sukur – sukur dikasi idup, masih aja tidak bersyukur.  Bersyukurlah kau memliliki teman secakep dan sekeren gue.” Tuh kan Riko,  mulai deh narsisnya. -_-&lt;br /&gt;“Yeee......najis deh. Sejak kapan kita temenan?” Kata Sivia.&lt;br /&gt;“Gatau deh kapan, setau gue baru sekarang ^_^”&lt;br /&gt;“Ya Allah, mengapa saya memiliki teman seperti ini, Ya Allah.” Kata  Shilla ngikutin Via berdoa.&lt;br /&gt;“Jihh, elu Shil...ikut – ikutan gue aja. Huhhhh....copycat lu.” Kata  Via.&lt;br /&gt;“Suka – suka gue dong. Weekss....” Kata Shilla mengejek Via.&lt;br /&gt;Tet...tet...tet....&lt;br /&gt;Bel masuk berbunyi.&lt;br /&gt;“Pergi lu sana! Kembali ke alam lu sono!! Hushh!!” Kata Shilla mengusir  Riko.&lt;br /&gt;“Jiah, lu piker gue setan apa?”&lt;br /&gt;“Emang. :P”&lt;br /&gt;“Ahh...elu Shill, tega banget. Hiks....” Kata Riko dengan muka memelas  -_-&lt;br /&gt;“Muka lo sok memelas banget sih? Jelek tau!!” Kta Shilla.&lt;br /&gt;“Oh...jelek ya? Berarti kalo gue gag memelas, gue cakep dong???  Hihihi...” Ckckckck, Rikooo....rikoo....&lt;br /&gt;Tiba – tiba muncul dua monyet -_- kedalam kelas.&lt;br /&gt;“Jiah, cakepan yang rambutnya bediri2 itu kali...?” Ahay dah, mulai si  Ratu Gosip menggosip..siapa lagi kalo bukan Nanink dan Yossy, yaitu  anak2 genk O2Forlife yg sangat amat mendukung hubungan O2 ^_^.&lt;br /&gt;“Gosip mulu lu pada!!!! Pada ngomongin apaan sih?” Tanya Zevana.&lt;br /&gt;“Gag, tadi ada cowok2 cakep...hehe” Kata Yossy.&lt;br /&gt;“Ckckckck, gitu aja heboh. Mank siapa sih?? Hehehehe...” Kata Zevana  lagi.&lt;br /&gt;“Mau tau aja....” Jawab Nanink dengan angkuhnya.&lt;br /&gt;“Ada apaan sih???” Tanya Shilla diikuti Deffie dan Manda dibelakangnya.&lt;br /&gt;“Gag tadi gue ketemu ama cowok2 cakep, hihihihi...” Kata Nanink.&lt;br /&gt;“Jiah, gitu doang juga. Kalian liat dimana???” Tanya Shilla lagi.&lt;br /&gt;“Jiah, makanya bu..jangan ketinggalan gossip.” Kata Yossy.&lt;br /&gt;“Ehh.....gosip kan nama genk kakak gue, kenapa lu bawa2.” Ya ampun  Shilla.&lt;br /&gt;“Bukan, GOSIP genk kakak lu. Tapi emang gossip beneran (??).” Ngerti gag  sih?&lt;br /&gt;“Lu ngomong apaan sih? Gua kagak ngarti. Sumpah!” Kata Shilla garuk –  garuk kepala. Seharusnya gue yang garuk kepala, Shillaaaaa...&lt;br /&gt;“AAAAAAAhhhh udah deh...males gue kalo ngomong sama lu.”&lt;br /&gt;“Eh??? Siapa yang memelas Yos???” Tanya Shilla dengan tampang lugu yang  menjengkelkan -_-&lt;br /&gt;“Bukan memelas Shil, tapi males..... ya oloh, sabar gue dah....” Kata  Yossy berusaha untuk sabar.&lt;br /&gt;“Jadi orang emang harus sabar Yos.....” Kata nanink sok perhatian :p.  Tiba – tiba datang bidadari nan cantik jelita -_-. Hmm...nih bidadari  kalo udah ketemu Nanink apa dah jadinya. Tet tereetttt....&lt;br /&gt;“Nanink...oh nanink....sudah lama kita tak berjumpa. Apa khabar dirimu  disana...” Tuh kan. Sok dramatis gitu, tapi cantik. Namanya DEFFIE :D.&lt;br /&gt;“Jiah, dua orang dramator sedang beraksi.” Kata Yossy.&lt;br /&gt;“Lu kate dramator dramator, yang ada tuh propokator kali.” Kata Shilla.  Tumben luh Shil -_-.&lt;br /&gt;“Whatever deh. Tumben amat lu Shil bisa berfikiran kayak gitu. Biasanya  elu kan punya penyakit o’on stadium akhir. -_-.” Jawab Yossy. Lanjut ke  Deffie dan Nanink.&lt;br /&gt;“Diriku disini baik baik saja. Aku fikir kau melupakan aku. Hiks, jangan  pernah lupakan aku...jangan tinggalkan diriku. Huuuuu....” Jiah. Drama  dimulai teman – teman.&lt;br /&gt;“Itu tak seperti yang kau fikirkan Nanink, aku selalu MERINDUKANMU  seperti kata D’Nasip....apakah engkau memiliki pikiran yang sama  denganku, oh Nanink tertayong.” Kata Defie dengan gayanya yang ckckckck,  bisa dibilang oke lah (???). Lupakan kalimat terakhir :p.&lt;br /&gt;“Dulu aku sempat hancur karnanmu. Aku hancur ku terluka namun engkaulah  nafasku...kau cintaku meski aku bukan dibenakmu lagi dan ku beruntung  sempat memilikimu.” Ckckckck, anak2 kelas 8e emang stress ya -_-&lt;br /&gt;“Oh Nanink....Mengapa kita berjumpa bila akhirnya dipisahkan, mengapa  kita bertemu...bila akhirnya dijauhkan. Kau bilang hatimu  aku....nyatanya bukan untuk aku. Bintang dilangit nan indah dimanakah  cinta yang dulu. Masihkah aku disana direlung hati dan mimpimu.” Semua  pada geleng – geleng kepala. Ckckckck, apa dosa mereka punya teman  sekelas seperti Deffie dan Nanink.&lt;br /&gt;“Namun sekarang kita bertemu lagi Deffie tertayong. Karna kita  bersahabat seperti Persahabatan dudung maman....tak pernah lekang oleh  jaman. Ya...takkan pernah lekang seperti kata kerispatih dirimu dihatiku  tak lekang oleh waktu...meski kau bukan milikku.” Tiba – tiba nimbrung  suara orang lain.&lt;br /&gt;“Apa yang harus aku lakukan...untuk membuat kau mengerti aku segala  upaya tlah kulakukan untukmu. Apa yang harus aku tunjukan untuk membuat  kau melihat aku, inilah aku guru mtk dirimu.” Suara yang bagus, tapi  kok...&lt;br /&gt;“Waa kereennn...siapa tuh???” Kata Sivia. Semua menoleh ke arah suara.  Sepertinya ada yang ganjal, kok guru mtk? Batin Sivia.&lt;br /&gt;“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”&lt;br /&gt;Semua yang berada didepan kelas teriak, ga peduli cewek cowok semuanya  teriak sambil lari – lari ga tentu arah.&lt;br /&gt;“Buset dah, sepatu gue mana???” Kata Lintar sambil celingak celinguk  mencari sepatunya yang hilang. Sedangkan Cakka udah kayak anak ilang  berdiri di depan kelas sambil teriak ga tau mau ngapain.&lt;br /&gt;“Woy, kaki gue kemana???” Kata Manda dengan gilanya. Noh, diatas genteng  kaki lu. Ckckck.. “Ya oloh....ini dia kaki gua, gua kira ilang.” Kata  Manda sambil memegang kakinya.&lt;br /&gt;“Awaaasss....” Kata Cinda teriak.&lt;br /&gt;DUAAAKKKKK&lt;br /&gt;“Awwwwwww......” Cinda terjatuh karna menabrak seorang cowok imut trus  rambutnya gondrong. Hohoho&lt;br /&gt;“Aduh, sori ya....sini...” Kata cowok yang bernama MUHAMAD RAYNALD  PRASETYA itu sambil menjulurkan tangannya. Cinda menoleh ke atas, dan  wooww....&lt;br /&gt;“..........................” Cinda masih dalam pose melongo melihat Ray.&lt;br /&gt;“Ehmmm...mau berdiri ga sih?” Kata Ray.inda kaget dan langsung menyambar  tangan Ray. Hallah si Cinda.&lt;br /&gt;“ Thx ya....” Kata Cinda lagi.&lt;br /&gt;“Ya masama...lain kali kalo lari hati hati ya.” Kata Ray sambil  meninggalkan Cinda. ‘Hmmm...imut juga sih’ Batin Ray. Eitss Cinda jangan  loncat2 deh :D.&lt;br /&gt;“Hmmmm....cakepp abiss...” Kata Cinda manyun.&lt;br /&gt;Sedangkannn......&lt;br /&gt;Guru MTK tersebut sangat bingung plus kesel melihat kenakalan yang  diperbuat anak – anak 8e. Maklumlah, anak – anak 8e adaah kelas paling  eror seperti nama kelasnya 8e-ror dan 8e-lit (ekonomi sulit).&lt;br /&gt;“DIAAAMMMMMM!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”  Teriak Pak Duta sang guru MTK. Semua diam sambil memandang Pak Duta.&lt;br /&gt;“KEMBALI KALIAN KE BANGKU MASING – MASING!!!!!!!!!!!” Teriak Pak Duta.  Ahh...Pak Duta kayak baru pertama kali aja masuk ke kelas 8e.&lt;br /&gt;“Ada apa dengan kalian??? Kenapa kalian lari lari kesana kemari seperti  tadi. Apa ada yang aneh dengan tampang cakep saya?” Eh?? Cakep? Ga salah  tuh Pak?&lt;br /&gt;“Abis bapak datangnya tiba – tiba sih. Kan serem.... -_-“ Kata Cinda.&lt;br /&gt;“Kalian fikir saya hantu????” Kata Pak Duta lagi.&lt;br /&gt;“Ya begitulah..” Kata Bastian dengan suara kecil. Nyari mati lu Bas. -_-&lt;br /&gt;“Siapa tadi yang bilang???!!! SIAPA????????!!!” Kata Pak Duta dengan  nada rocker. “uhuk uhuk.” Tuh kan pak, udah tau udah tua, jaga kesehatan  dong pak.&lt;br /&gt;“Pak hati hati pak....marah – marahnya nyantai aja pak. Kita masih bisa  denger suara bapak kok pak.” Kata Riko.&lt;br /&gt;“Ya oloh....” Kata Pak Duta menepuk keningnya. “Maklumlah anak – anak  8e” batin pak duta.&lt;br /&gt;It’s time to break...&lt;br /&gt;Tiba – tiba muncul sebuah bola basket menuju ke arah CSF dan menyambar  kepala Deffie.&lt;br /&gt;“Awww sakit begok. Siapa sih yang ngelempar? Kalo punya bola basket  masukinnya ke ring basket dong, jangan nyambar ke kepala gue!!” Kata  Deffie marah – marah.&lt;br /&gt;“Aduh, maaf2 Def. Gua kagak sengaja.” Kata cowok dengan penampilan keren  itu. Dia anak tim basket yang baru terbentuk yaitu tim basket SUPER.  Tim baket SUPER tsb sangat akrab dengan tim basket PerBoys. Sebenarnya  Deffie naksir ama cowok itu, tapi cowok itu selalu saja gagal untuk  Deffie deketin. NB: CSF udah tau kalo Deffie naksir dia.&lt;br /&gt;“Lu ternyata. Kalo mau ngelempar bola liat – liat dong. Sakit tau...”  Kata Deffie sambil memgang kepalanya yang terkena bola.&lt;br /&gt;“Lu sih Dev, kalo main basket jangan ngasal lempar dong.” Bela manda.&lt;br /&gt;“Iya – iya gue minta maaf. Kan gue gag sengaja.”&lt;br /&gt;“Udah udah...gue maafin kali ini. Awas kalo lu ulangin lagi.”&lt;br /&gt;“Tuh, denger Dev.” Kata Della.&lt;br /&gt;“Iya deh. Sorry ya. Eh, ntar di kantin ya.” Kata Deva sambil memberi  kode ke Deffie. Ciee Deffie. Udah gede ya -_-.&lt;br /&gt;“Cieeeee........apaan ya maksudnya.” Ejek anak – anak CSF.&lt;br /&gt;“Dih, kalian...biasa aja kali.” Tiba – tiba pipi Deffie berubah jadi  warna pink -_-. “Hmmmm...kantin? maksudnya Deva apa ya? Hihihi...” Kata  Deffie dalam hati.&lt;br /&gt;Dikelas......&lt;br /&gt;“Eh, tau gag lo???” Tanya Mirandha singkat.&lt;br /&gt;“Gag.....kan lo belum ngasi tau...” Kata Shilla dengan dodol garutnya  yang udah mulai ngacir dikepalanya.&lt;br /&gt;“Ckckckckck, belum selese gue ngomong Shill....”&lt;br /&gt;“Ohh...yaudah, diselese’in aja..” Kata Shilla singkat. Seperti gag ada  salah.&lt;br /&gt;“Hoho, bener juga lu...” Ternyata kali ini Mirandha telah ketularan  penyakit Shilla. “Itu loh.....Jus....”&lt;br /&gt;“Justin Bieber!!! Gue tau Mir... Iya kan???” Dih, sok tau banget ya  Shilla.&lt;br /&gt;“Sok tau lu!! Orang mau bilang Jus Apel.” Nah loh? Ada apa dengan jus  apel?&lt;br /&gt;“Hah?? Jus apel??? Ngapain kita gosipin jus apel?? Jus apel pacaran sama  jus jeruk? Atau jus apel selingkuh sama jus tomat??? Emang lagi heboh  ya?? Hmm...kok gue ga liat ada jus apel di TV.” Huft, maklum deh Shilla.&lt;br /&gt;“GUBRACK!!!! Ya ampuun neng, sejak kapan jus apel bisa pacaran?? Lu  pikir jus apel bgisa jalan2 kayak kita?? Dasaaarrrr otak dodol...” Kata  Shilla menoyor jidat Shilla.&lt;br /&gt;“Dodol?? Lu pikir kepala gue toko oleh – oleh??? Kepala lu tuh pasar  loak.”&lt;br /&gt;“Astaga................”&lt;br /&gt;To be continue......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-2972847637359436744?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/2972847637359436744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/04/cinta-gila-shilla-part-6-bukan-dia.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2972847637359436744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2972847637359436744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/04/cinta-gila-shilla-part-6-bukan-dia.html' title='Cinta Gila Shilla Part. 6 (Bukan Dia)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-4043864179491217239</id><published>2010-04-02T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T21:44:21.979-07:00</updated><title type='text'>Video klip Kamu Dan Aku Bisa, check it outtt....</title><content type='html'>Nah, iniii dia VC Kamu Dan Aku Bisa by Idola Cilik 3...&lt;br /&gt;Setuju gag kalau yang paling banyak nongol itu Deva, Rio, Alvin, sama Ray???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4XmTkXzmf_I&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/4XmTkXzmf_I&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1&amp;amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;Pantau blog ini terus ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-4043864179491217239?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/4043864179491217239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/04/video-klip-kamu-dan-aku-bisa-check-it.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4043864179491217239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4043864179491217239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/04/video-klip-kamu-dan-aku-bisa-check-it.html' title='Video klip Kamu Dan Aku Bisa, check it outtt....'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-1796723963023680240</id><published>2010-03-28T22:20:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T22:20:30.341-07:00</updated><title type='text'>About 9E</title><content type='html'>&lt;div style="color: #3d85c6; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;............9E.............&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;9E=EROR tapi IT'S OKAY&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;9E=LIT tapi EKONOMI SULIT&lt;/div&gt;&lt;div style="color: purple;"&gt;9E=KSKLUSIF tapi ANGARRR&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;- Gag ada lagi 9E yang selalu bikin bahasa2 baru&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt; - Gag ada lagi 9E yang kalo gag ada guru pasti teriak "KALO RIBUT, DICATOK RAMAI2"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;- Gag ada lagi 9E yang jadi bahan omongan guru guru di kantor&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;- Gag ada lagi 9E yang selalu dimarahin/diceramahin guru, tiap kali pelajaran mulai&lt;/div&gt;&lt;div style="color: orange;"&gt;- Gag ada lagi cewek - cewek 9E yang selalu ngebantu'in cowok - cowok 9E tiap kali mereka ada masalah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #93c47d;"&gt;Betapa banyak kenangan kita di kelas 9E&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #93c47d;"&gt;Tapi mulai tanggal 29 kita udah gabisa senang senang lagi, karan tanggal 29&amp;nbsp; kita UN!&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #93c47d;"&gt;GANBATTE 9E!!&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #93c47d;"&gt;SAY "WE CAN DO IT!!!"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-1796723963023680240?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/1796723963023680240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/03/about-9e.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1796723963023680240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1796723963023680240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/03/about-9e.html' title='About 9E'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-4957167370328485508</id><published>2010-03-10T06:24:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T06:24:20.979-08:00</updated><title type='text'>Mau ngapus blog ini</title><content type='html'>&lt;div style="color: magenta;"&gt;Gue mau ngapus blog ini, mau gue pindahin ke blog yg baru...&lt;/div&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;Ato gag gue mau nyunting nih blog ajaa.....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-4957167370328485508?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/4957167370328485508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/03/mau-ngapus-blog-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4957167370328485508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/4957167370328485508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/03/mau-ngapus-blog-ini.html' title='Mau ngapus blog ini'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-5666968443610559960</id><published>2010-02-28T04:34:00.001-08:00</published><updated>2010-02-28T04:52:05.061-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Mau majang foto2 koleksian aku...&lt;br /&gt;Chekidot........&lt;br /&gt;Ini foto 8 besar Idola Cilik 3.....&lt;br /&gt;Coba liat Ozy ma Nova deh, hihihi...&lt;br /&gt;So sweeet gitu deh..&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pgdPjOFXI/AAAAAAAAACs/DIwtMkDIJ1E/s1600-h/Look+at+Ozy+and+Nova.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pgdPjOFXI/AAAAAAAAACs/DIwtMkDIJ1E/s320/Look+at+Ozy+and+Nova.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;So sweet kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus yg ini fotoanak2 IC 3 yg lagi nunjuk - nunjuk, tau deh nunjuk apaan, wkwkwkw *gila.com*&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pguQvkBJI/AAAAAAAAAC0/mMsr75UTsZk/s1600-h/Foto0466.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pguQvkBJI/AAAAAAAAAC0/mMsr75UTsZk/s320/Foto0466.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Yang ini foto Dea Idola Cilik 3 (IC3)...&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4phGUgrWcI/AAAAAAAAAC8/pi16EKPmGOU/s1600-h/Foto0510.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4phGUgrWcI/AAAAAAAAAC8/pi16EKPmGOU/s320/Foto0510.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cantik kan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg ini foto Nyopon, Ozy, Dea sama Nova pas dapar rapot bayangan merah... (Idola Cilik 3)&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4phe_8hfGI/AAAAAAAAADE/Ah6BeHF1Dgw/s1600-h/Foto0500.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4phe_8hfGI/AAAAAAAAADE/Ah6BeHF1Dgw/s320/Foto0500.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Udah deh, segitu ajaa...&lt;br /&gt;Capee soalnya, hehe..&lt;br /&gt;Ntar deh aku masukin foto2 anak2 Idola Cilik 3 lagy..&lt;br /&gt;So datengin blog ini terus ea?? Jgn lupa di follow, nih blog kagak ada penghuninya perasaan, hiks *drama.com*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-5666968443610559960?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/5666968443610559960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/mau-majang-foto2-koleksian-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/5666968443610559960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/5666968443610559960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/mau-majang-foto2-koleksian-aku.html' title=''/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pgdPjOFXI/AAAAAAAAACs/DIwtMkDIJ1E/s72-c/Look+at+Ozy+and+Nova.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-2627444267882353691</id><published>2010-02-27T01:11:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T01:11:08.037-08:00</updated><title type='text'>Video Klip Kamu dan Aku Bisa.....</title><content type='html'>Huaaaahhhh, tadi aku barusan nonton IC3..&lt;br /&gt;Ada v-clip kamu dan aku bisa, huaaahh...&lt;br /&gt;Kereeeennn bgt...&lt;br /&gt;Yg paling banyak nongol itu Deva, Alvin, Rio ama Ray..&lt;br /&gt;Gelaaaa kereeennn abissss tau gag......&lt;br /&gt;Huuuhhh.....4'4nya idola aku....&lt;br /&gt;Love them so much....&lt;br /&gt;Muaaahh (idihh)...&lt;br /&gt;Hehee, sekian cerita gue...&lt;br /&gt;Ntar gue tampilin video kamu dan aku bisa by idola cilik 3 dehh disini....&lt;br /&gt;Sooo, trs2 nongol d'blog ini dehhh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-2627444267882353691?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/2627444267882353691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/video-klip-kamu-dan-aku-bisa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2627444267882353691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2627444267882353691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/video-klip-kamu-dan-aku-bisa.html' title='Video Klip Kamu dan Aku Bisa.....'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-3777759808515486188</id><published>2010-02-25T06:48:00.001-08:00</published><updated>2010-02-25T06:48:33.067-08:00</updated><title type='text'>Brothers On 3 And Three Angels Part. 3</title><content type='html'>Mav lama nunggu.......&lt;br /&gt;Lagi males ngepost nih. Abis ceritanya jelek.&lt;br /&gt;Langsung aja ea.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya.....disekolah..&lt;br /&gt;“Apakah semua sudah berkumpul?” Tanya Bu Okky didepan murid2nya. “Sudahh..........” Jawab anak2 kompak. “Ya sudah kalau begitu, nanti disana akan ada 3 buah bis yang akan menampung kita untuk pergi ke hutan green greeny.” Semua anak2 menoleh ketempak yang dituju. “Bu.....!!! Ntar masuknya bebas ya bu?? Bukan satu bis isinya cowok semua atau sebaliknya?” Tanya gabriel. ‘Oh, iya. Nanti kalian masuknya bebas. tidak mesti satu bis cowok semua atau sebaliknya.” Semua lagi2 membulatkan bibir. Tiba2 datang 3 buah bis bersamaan. Itu adalah bis mereka. “Nah, anak2 sepertinya bis kita sudah datang. Silahkan mencari tempat duduk kalian.” Perintah Bu Okky. Semua bubar seperti semut. “Via sini...” Kata Oik. “Aku dimana??”  Kata Shilla berusaha mencari tempat duduk yang masih kosong. Sementara itu Cakka berusa memenuhi tempat duduk disebelahnya yang masih kosong. Bu Ucci pun masuk kedalam bi situ. “Shilla, kenapa kamu masih berdiri?” Tanya Bu Ucci. “Saya belum dapat kursi bu.” Jawab shilla. Bu Ucci mencari tempat duduk yang masih kosong di dalam bi situ. “Itu masih ada kursi.” Bu Ucci nampak menunjuk kursi disamping Cakka. “Ha??? Jangan disitu dong bu...saya rela pindah ke bis lain  daripada saya duduk disitu bu.” Kata Shilla dengan muka kusut. “Siapa juga yang mau duduk sama kamu.” Cakka ikutan kusut juga mukanya. “Kalian itu kok malah kelahi sih?? Kalian liat tuh, bis2 yang lain udah pada berangkat. Apa kalian mau campingnya dibatalin?” Bu Ucci geleng2 kepala. “Ya ngga lah buu....” Jawab Cakka dan Shilla kompak. “Udah Shill, Cak....nurut aja..” Ucap Obiet yang duduk didepan kursi Cakka bersama Irsyad. “Iya tuh...kalian nurut aja....dari pada campingnya dibatalin...” Ancam Dayat. “Kalau kamu mau, kamu bisa duduk disamping aku kok Shill.” tutur Riko. “Hee....makasih...tapi aku ngga niat.” Jawab Shilla. “Ya udah, kamu tunggu apalagi Shilla, ayo duduk di samping Cakka. Dan Cakka, sinkirin tas kamu itu dari kursi yang ada disamping kamu.” Ucap Bu Ucci. Terpaksa Shilla duduk dikursi itu dan Cakka segera menyingkirkan Tas hijaunya itu dengan terpaksa juga. “Terpaksa tau duduk disini!” kata Shilla sambil duduk. “Aku juga terpaksa ngerelain kamu untuk duduk disini! Kalau ngga Bu Ucci yang suruh, aku mana mau.” Kata Cakka dengan volume suara yang minim. “Ya sudah....pak supir. Lets go...” Kata Bu Uci sambil duduk didepan, tepatnya disebelah Pak Supir.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Sesampai di hutan Green Greeny....&lt;br /&gt;Anaka2 idola cilik’s school tampak kegirangan. Terutama Cakka dan Shilla. karena mereka udah kebelet pengen jauh2. Sebelum semua memasuki tenda, Pak Duta tampak memeberikan pengarahan dan peringatan. ‘Anaka2....nanti didalam hutan, sudah ada tenda yang didirikan. Minimal didalam tenda disi oleh 3 orang, dan maksimal 5 orang. Paham???” Terang Pak Duta. “Pahammm.....” Kata seluruh anak2 Idola cilik school kompak. “Setelah itu, kalian tidak boleh keluar sari area percampingan, dan kalian harus menaati aturan yang telah dibuat, lalu kalian juga harus mematuhi jadwal yang telah dicantumkan. Untuk handphone, bapak perbolehkan kalian untuk membawanya. karena siapa tau saja nanti ada yang tersesat, jadi kalian bisa menghubungi orang untuk meminta pertolongan.” Tutur Pak Duta. “Asyikkk.....” Sorak anak2 kompak. “Tapi.....tapi kalau ada handphone yang hilang atau segala macem, itu bukan tanggung jawab bapak atau pihak2 sekolah lainnya. Sekali lagi kalian paham???” Tanya Pak Duta meyakinkan. “Paham.....” “Kalau kalian benar2 paham. Sekarang kalian balik kanan, bubar. Pergi ke percampingan” Semua anak2 bubar dan semua tampak ceria.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Sesampai dipercampingan....&lt;br /&gt;“Obiet, Irsyad....kita ditenda itu aja yuk. Soalnya tendanya deket sama tenda cewek2.” Cakka nyengir. “Ayoo.....” Jawab Irsyad dan Obiet semangat. “Wah, tendanya muat ngga ya buat kita?” Tanya Irsyad. “Ya muat lah syad....” Jawab Obiet. “Cukup gede buat kita bertiga....” Kata Cakka. “Iaya...iya....” Kata Obiet nyambung. “Eh, aku ditengah ya bobo’nya.....” Kata Irsyad. “Iya.....aku dikiri aja.” Jawab Obiet. “Yo wess....aku dikanan. Daripada ditengah, kata orang sih cepet mati...hehe...” Cakka nyengir. “Cakkaa..........” Irsyad shock.&lt;br /&gt;Sementara itu dengan 3angels....&lt;br /&gt;“Kayaknya tenda yang itu masih kosong deh Shill...” Kata Via menunjuk ketenda yang ngga mereka ketahui ternyata tenda mereka bersebelahan dengan tenda BO3. “Iya tuh....sekalian, kita bisa deket2 cowok...hehe...” Kata Shilla kecentilan. “Yuk kita masuk....” Ajak Oik. 3angels berlari ke tenda itu. “Wah....agak luas ya....” Kata Oik. “Luas apanya.....masih gedean juga kamar aku daripada tenda ini.” Kata Shilla bersungut2. “Ya iyalah Shilla....emang kamu fikir kita mau nginap di Villa atau Hotel?” Tutur Via heran. “Tau tuh Shilla....” Jawab Oik juga heran. Seharian itu mereka menjalankan aktifitas yang telah ditentukan dan dipimpin oleh Cakka dan Shilla. Ketika malam hari, tepatnya ketika malam api unggun, ternyata ada 2 orang murid yang kabur yaitu Iyan dan Osha. Yang kabur karena pacaran. Hal itu baru tersadari oleh Shilla. Karena takut dimarahi oleh guru2, Dia pergi meminta izin dengan alas an mau ngambil sesuatu. Dan ia pun pergi membawa senter. Hal itu ternyata juga baru tersadar dibenak Cakka. Sama dengan Shilla, dia juga meminta izin kepada Pak Dave dengan alas an yang sama dengan Shilla. Shilla telah mencoba menghubungi Osha tapi handphonenya mati. Begitu juga dengan Cakka. Ternyata ditengah2 hutan itu secara ngga sengaja Cakka yang menabrak Shilla. Hampir aja Shilla teriak. Tapi mulutnya tertutup oleh tangan Cakka.”Tenang2....kamu ngapain kesini?” Ucap Cakka pelan. “Aku?? Suka2 aku dong...emang kenapa? Kmau sendiri ngapain kesini? Pasti ngikutin aku ya??” Kata Shilla narsis. “Enak aja ngikutin kamu.....buat apa? Sebenarnya sih aku disini nyariin Iyan. Tiba2 aja dia nghilang.” Tutur Cakka. “Ha?? Sebenarnya aku juga lagi nyariin Osha sih. Abis dia ngilang gitu aja waktu malam api unggun.” Shilla berusaha baik pada Cakka. “Ya udah....kita sama2 aja nyariin mereka” Kata Cakka. “Ha??? Sama kamu??? Aku ngga salah denger?” Jawab Shilla. “Kamu fikir aku bilang gitu kekamu karena aku suka sama kamu? Ya ngga lah....siapa juga yang mau sama kamu....lagipula Iyan dan Osha itu kan pacaran. Mungkin mereka kabur untuk mojok berdua kali....” Ucap Cakka. “Kamu ada benernya juga sih, tapi kamu udah ngecek tenda Osha dan Iyan ngga??” Tanya Shilla. “Udah, tapi mereka yang ngga ada...” Jawab Cakka simple. Sementara itu Pak Dave keheranan melihat Cakka dan Shilla yang sudah lama perginya tappi ngga kembali2. Tapi hal itu terlupakan oleh Pak Dave karena ia sibuk dandan. Setelah berpuluh2 menit mereka tak jua menemukan Iyan dan Osha.”Aduhh.....Iyan dan Osha mana??? Iyan........Osha........” Teriak Shilla. “Iyann..........Oshaa...........” Teriak Cakka. Hal it uterus mereka lakukan berulang2. Hingga jam 10 malam mereka tak juga menemukan mereka. Sementara itu Guru2 dan murid2 pada bingung mereka ada dimana. “Apakah kalian tadi ada melihat mereka berdua??” Tanya Bu Ira. “Ngaa ada buu....” Kata murid2 ikutan bingung. Mereka sibuk mengobrol sana sini mennyakan hal tersebut. “Ehmm......tadi sebenarnya sih mereka ada izin ke saya bu....katanya minta izin ke tenda untuk mengambil sesuatu. Ya saya izinin buu....” Kata Pak dave dengan gaya kemayunya. “Mereka ngga bilang apa2 lagi selain itu?” Tanya Bu Ira lagi. “Ngga ada buu......” Jawab Pak dave. Ternyata anak2 juga baru sadar kalau Iyan dan Osha juga menghilang. “Bu! Menurut pengamatan saya.... Iyan dan Osha juga ikutan hilang bu...” Teriak Angel. “Aduh....gimana ini. Ada 4 orang murid kita yang hilang...” Tutur Bu Ucci. semua menjadi panic dan berusaha untuk berpencar mencari mereka. Kembali ke Cakka dan Shilla. Saat mereka mencari Osha dan Iyan, Susana menjadi tambah gelap...burung hantupun makin terdengar suaranya. Suara jangkrik membuat hati mereka makin takut dan gelisah. Dan tiba2 terdengar bunyi suara anjing mengaung. Karena saking takutnya Shilla memeluk Cakka. Cakka kaget melihat Shilla memeluknya. “Cak, aku takut. Kita balik aja yuk.” Suara shilla terdengar gemeteran. “Udahh...jangan takut, itu cukman suara anjing aja kok...” Cakka berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan. Shilla melepaskan pelukannya. “Eh, kamu jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya...” Kata Shilla memarahi Cakka. ‘Iyaa....iya......” Cakka hanya pasrah dimarahi Shilla. tiba2 terdengar suara orang lagi ngobrol di balik pohon. “Jangan...jangan....” Mereka langsung menghampiri balik pohon itu. “Kamu makin cantik ya kalau lagi gelap2an kayak gini.” Kata Iyan gombal. “Kamu bisa aja....” Muka Osha menjadi merah. “Nahh.....ketahuan ya kalian mojok disini” Kejut Shilla dan Cakka. “hehe.....” Iyan dan Osha nyengir. Kembali ke murid2 dan guru2 yang tengah sibuk mencari mereka. Mereka sudah kelelahan mencari Shilla, Cakka, Iyan, dan Osha. Akhirnya mereka sepakat untuk kembali ke percampingan, mereka kembali berkumpul ke  “Pake nyengir segala lagi.” Kata Cakka. “Pliss jangan marahin kami.” Iyan memohon. “Siapa yang ngga marah kalau kaliannya bandel kayak gini, kalian tau ngga hampir aja kami berdua dimarahin sama guru2 kalau kami ngga nemuin kalian disini.” Shilla ngedumel. “Iya tuh....makanya kalau pacaran ngga usah disini, lebih baik pas pulang dari camping!” Cakka ikut ngedumel. “Iya deh...kami ngaku kami salah...tapi jangan marah lagi dong....” Osha merayu Cakka dan Shilla. “ya udah....karena kita berdua udah lama nyariin kalian, terpaksa kita mesti balik. Takutnya ntar anak2 pada nyariin kita lagi.” kata Cakka. “Iya....iya....” Osha dan Iyan segera angkat dari tempat duduk mereka. Mereka berempat akhirnya kembali ke percampingan. Shilla tiba2 berhenti karena gelangnya jatuh. Shilla berusaha mencarinya sampai2 ia ditinggal oleh yang lain. “Shilla mana ya??” batin Cakka. “Kayaknya Shilla ketinggalan dibelakang deh....kalain duluan aja ya, soalnya percampingannya udah deket tuh! Aku mau cari Shilla dulu.” Tiba2 aja Cakka perhatian ke Shilla. “Shilll, kamu ngapain disitu?” Tanya Cakka. “Ini, gelang aku jatuh...bantuin  cariin dong.” Shilla juga tiba2 baik terhadap Cakka. “Kenapa aku tiba2 baik ya ke Cakka?” Batin Shilla. “Aku kenapa tiba2 perhatian gini ke Shilla?” Batin Cakka. Ternyata mereka berdua sama2 merasa aneh dengan dirinya masing2. Sementara itu....Osa dan Iyan telah datang ke percampingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang punya saran ato kritikan untuk cerita ini.&lt;br /&gt;^Don’t forget to comment^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-3777759808515486188?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/3777759808515486188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/brothers-on-3-and-three-angels-part-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/3777759808515486188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/3777759808515486188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/brothers-on-3-and-three-angels-part-3.html' title='Brothers On 3 And Three Angels Part. 3'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7211253524000541992</id><published>2010-02-19T06:11:00.001-08:00</published><updated>2010-02-28T04:49:58.687-08:00</updated><title type='text'>Profil Dinda Kirana (Beby De'Rainbow) dan Adipati (Virgo Kepompong)</title><content type='html'>&lt;a href="http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/iseng-edit-foto-dinda-kirana-beby.html"&gt;Profil Dinda Kirana (Beby De'Rainbow) dan Adipati (Virgo Kepompong)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dindakirana.com/"&gt;&lt;b&gt;Dinda Kirana&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pkCTcixtI/AAAAAAAAADM/QBWNLaCg5WY/s1600-h/866da7184c03124e9bc5ae3.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pkCTcixtI/AAAAAAAAADM/QBWNLaCg5WY/s320/866da7184c03124e9bc5ae3.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap : Dinda Kirana&lt;br /&gt;Nama Panggilan : Dinda&lt;br /&gt;TTL : Tasikmalaya, 30 April 1995&lt;br /&gt;Nama Ayah/Ibu : S.U.Mardi/ Lia Priatiningsih&lt;br /&gt;Pendidikan Terakhir : SMPN 7&lt;br /&gt;Hobi : Nyanyi, Shopping&lt;br /&gt;Cita – cita : Dokter Spesialis Anak&lt;br /&gt;Makanan favorit : Sushi&lt;br /&gt;Warna Favorit : Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adipati Koesmadji&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pkyop5rPI/AAAAAAAAADU/OPfaSdAU_XY/s1600-h/adipati+%281%29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pkyop5rPI/AAAAAAAAADU/OPfaSdAU_XY/s320/adipati+%281%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap: adipati koesmadji&lt;br /&gt;Nickname: adi,dodot,bule&lt;br /&gt;Jenis Kelamin: laki-laki&lt;br /&gt;TTL: jakarta 19 agustus 1991&lt;br /&gt;Alamat: taman pondok cabe&lt;br /&gt;Status: in a relationship&lt;br /&gt;Pekerjaan: beracting&lt;br /&gt;Pendidikan: SMA&lt;br /&gt;Kewarganegaraan: WNI&lt;br /&gt;Warna Pavorit: hitam,putih,merah&lt;br /&gt;Friendster: adipati_2007@yahoo.com&lt;br /&gt;Hobi: basket,bersandiwara&lt;br /&gt;Musik paporit: rock,slow rock&lt;br /&gt;Film favorit: komedi,action&lt;br /&gt;Buku Favorit: jarang baca hahaha:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Dinda Kirana dan Adipati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4plERKNxJI/AAAAAAAAADc/YnIJd0hQ80k/s1600-h/10317_147952352486_38048982486_2537254_5572520_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4plERKNxJI/AAAAAAAAADc/YnIJd0hQ80k/s320/10317_147952352486_38048982486_2537254_5572520_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;So sweet kan?? Cocok bgt!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trs yg ini jga..&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pl-PioWhI/AAAAAAAAADk/yTWx__XJKJc/s1600-h/5851_122540682851_106817862851_2490435_4575303_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pl-PioWhI/AAAAAAAAADk/yTWx__XJKJc/s320/5851_122540682851_106817862851_2490435_4575303_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pokonya Dinda Kirana dan Adipati cocok banget!!!&lt;br /&gt;Wkwkwkwk *terobsesi.com*&lt;br /&gt;Tpi emg kenyataan kan??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7211253524000541992?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7211253524000541992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/iseng-edit-foto-dinda-kirana-beby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7211253524000541992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7211253524000541992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/iseng-edit-foto-dinda-kirana-beby.html' title='Profil Dinda Kirana (Beby De&apos;Rainbow) dan Adipati (Virgo Kepompong)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/S4pkCTcixtI/AAAAAAAAADM/QBWNLaCg5WY/s72-c/866da7184c03124e9bc5ae3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7338240750547822477</id><published>2010-02-18T22:01:00.001-08:00</published><updated>2010-02-18T22:01:19.748-08:00</updated><title type='text'>9 Besar Idola Cilik 3</title><content type='html'>IDOLA CILIK 3&lt;br /&gt;Sabtu 13.00 WIB &amp; Minggu 15.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKSI 9 FINALIS DALAM PENTAS IDOLA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babak PENTAS IDOLA CILIK 3 kini sudah memasuki babak 9 besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut Mereka yang Masih Bertahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Rio&lt;br /&gt;   2. Lintar&lt;br /&gt;   3. Daud &lt;br /&gt;   4. Alvin&lt;br /&gt;   5. Nyopon&lt;br /&gt;   6. Ozy&lt;br /&gt;   7. Dea&lt;br /&gt;   8. Nova&lt;br /&gt;   9. Olivia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEREKA AKAN BERGABUNG DALAM SUPER KIDS!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASING-MASING MEREKA AKAN MEMPERLIHATKAN KEUNIKAN DAN KEKUATAN SUARA MEREKA DI ATAS PANGGUNG IDOLA CILIK 3 !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN SAMPAI KETINGGALAN PENAMPILAN MEREKA, SABTU 20 FEBRUARI JAM SATU SIANG DAN SAKSIKAN HASILNYA DI RAPOR PENTAS IDOLA CILIK MINGGU 21 FEBRUARI JAM TIGA SORE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGI ADIK- ADIK YANG MAU TIKET GRATIS IDOLA CILIK 3 HARAP HUBUNGI DI NOMOR 021-5303540  EXT.3329 HARI SENIN ( 10.00 - 15.00 WIB ) GRATIS !!BURUAN PERSEDIAAN TERBATAS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau cerita seru Audisi Idola Cilik 3? Ketik REG ICIL kirim ke 9388 (tarif Rp2000/sms)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: rcti.tv&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7338240750547822477?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7338240750547822477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/9-besar-idola-cilik-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7338240750547822477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7338240750547822477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/9-besar-idola-cilik-3.html' title='9 Besar Idola Cilik 3'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-2583240391173914587</id><published>2010-02-18T03:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T03:17:16.560-08:00</updated><title type='text'>Deva Out??? Gag rela!</title><content type='html'>Gila bgt dah tuh RCTI...&lt;br /&gt;Masa Deva out di 10 besar??&lt;br /&gt;Padahal dari segi kualitas Deva bener2 gag pantas out di 10 besar!!!&lt;br /&gt;Bener2 gag dipercaya, padahal anak2 DS udah pada ngaku kalau mereka udah ngirimin sms banyak bgt sampe pulsa mereka habis, tapi???? Deva tetep aja ouT.&lt;br /&gt;Liat aja peserta yg lain *maaf*, yang pendukungnay sedikit aja bisa dpt poling sms tinggi melulu.&lt;br /&gt;Huaaaa....&lt;br /&gt;Pokoknya gue gag terima!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deva udah pantes jadi IDOLA CILIK!!!!&lt;br /&gt;Check is out www.devasociety.ning.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-2583240391173914587?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/2583240391173914587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/deva-out-gag-rela.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2583240391173914587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/2583240391173914587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/02/deva-out-gag-rela.html' title='Deva Out??? Gag rela!'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7431596572237283287</id><published>2010-01-29T03:56:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T03:56:10.934-08:00</updated><title type='text'>Lebih dekat dgn Deffie, ;) *iseng*</title><content type='html'>Hehe, iseng doang nih..&lt;br /&gt;Gue mau bicarain tentang diri gue, khususnya sifat2 gue...&lt;br /&gt;Yuukk...lebih dekat dgn Deffie ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I'M A SIMPLE GIRL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Aku tuh orangnya simple banget...dlm arti sederhana bgt. Aku tuh entah kenapa gag suka dandan pake &lt;i&gt;cela'&lt;/i&gt;, eyeshadow, bloson (whatever, apalh itu), dll. Yg aku pake cuman bedak doang...aneh kan?! kalo gue retret, diantar temen2 gue yg paling simple gag bawa alat2 dandan ya cuman gue. Gue juga gag tau kenapa. Mungkin karna gue gag hobby kali ea??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KIND GIRL?? HMM...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengakuan temen gue dari SD sampe SMP ini, semua bilang katanya gue baek...padahala gue merasa gag. Malah gue ngerasa gue itu biasa2 aja sama kyk temen2 gue. Mungkin karna gue penurut, dan empati sama temen2 gue kali ea?? Tapi gue gag ngerasa sbg org baik kok, bukannya munafik sih. Tapi emg itu kenyataanya..gue itu bukan sepenuhnya a kind girl (itu pasti). Gue sama kyk temen2 gue yg lain kok..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PINKY GIRL&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gue emang pinky girl, malahan bgt...&lt;br /&gt;Kamar gue puh sama barang2 yg bernuansa PINK. Gag tau kenapa gue suka warna pink, gue juga suka warna UNGU, BIRU, sama PUTIH sih..Tapi gue tetep paling suka warna pink. Forever PINK!&lt;br /&gt;Tempat tidur gue, tas gue, warna dinding kamar gue, alfalink gue, boneka gue, sepatu gue, semuanya bernuansa PINK.&lt;br /&gt;Ohoho...I LOVE PINK, because I'm A PINKY GIRL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dulu ea..hehe.&lt;br /&gt;Kapan2 lanjuut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7431596572237283287?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7431596572237283287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/01/lebih-dekat-dgn-deffie-iseng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7431596572237283287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7431596572237283287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/01/lebih-dekat-dgn-deffie-iseng.html' title='Lebih dekat dgn Deffie, ;) *iseng*'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-532679382169740219</id><published>2010-01-25T05:20:00.001-08:00</published><updated>2010-01-25T05:20:50.044-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brothers On 3 And 3 Angels'/><title type='text'>Brothers On 3 And Three Angels Part. 2</title><content type='html'>Waktunya Istirahat...&lt;br /&gt;3angels pergi kekantin tempat biasa mereka nongkrong and nangkring (sama apa beda nih?), yaitu di kantin Bu Anti. Sama halnya dengan BO3, mereka juga pergi kekantin yang sama, karena hanya dikantin itu tempat yang paling komplit untuk nongkrong and nangkring. Ternyata eh...ternyata..meja khusus 3angels and BO3 deketan. Dan Cuma di batasin 1 meja doang. Sehingga kayaknya pertarungan akan berlangsung sengit. “Ehh..liat tuh Via..BO3! Sok kecakepan banget sih...!” Oik menyenggol sikut Via. Via pun menengok ke arah meja BO3. “Ihh....mereka fikir mereka manis apa? Asal mereka tau..yang manis itu cuman Obiet!” Tutur Via sambil menengok BO3 khususnya Obiet. “Tau tuh...yang cakep itu cuman Cakka doang.” Oik nyambung. Bukannya ngomongin rencana untuk ngerjain mereka, eh...Via dan Oik malah muji2 Cakka dan Obiet. “Menurut kamu Shill...cakepan Cakka atau Obiet?” Tanya Oik. “Menurut aku sih...kayaknya cuman Obiet seorang deh yang keren.” Jawab Via. “Aku kan nanya Shilla...kok kamu sih yang jawab?” Oik mencak2. ternyata daritadi Shilla ngga meduliin omongan Oik dan Via, Shilla malah sibuk nyariin Bu Anti untuk mesen makanan. “Ahh...daripada aku nyariin Bu Anti, mendingan aku suruh Ourel aja ahh...” Batin Shilla. “Ourel! Sini deh!” Dengan segera Ourel adik kelas Shilla itupun menghampiri dirinya. “Ada apma Kak Shilla?” Tanya ourel polos. “Huyyy...kalian mau pesen apa?” Tanya Shilla. “Jadi...daritadi kamu ngga denger omongan kami Shill??” Kata Via melotot. “Emang kalian pada ngomong apaan?” kata Shilla ngga tau apa2. “Udah ahh...aku pesen Bakso sama es Teh aja....biar ngga gila ngedengerin Shilla.” Kata Oik menggaruk2 kepalanya. “kok Es Teh?? Under banget minumannya?” Shilla malah bercomment. “Aduhh...pake komen2 lagi. Pesen ajaa sono.....” Kata Oik. “ya udah...ngga usah marah2 gitu dong. Lau kamu Via?” Tanya Shilla. “Aku Bakso sama Jus Apel aja..” Kata Via pelan. Sementara Ourel yang daritadi udah lama berdiri kayak Bu Anti nunggu pesenan 3angels. “Ehmm.....sebenarnya kak Shilla manggil Ourel kesini untuk apa ya?” Kata Ourel bingung. “Tolong pesenin kita Bakso 3 mangkuk sama jus apel 2, trus...Ice Tea 1 ya....” Ourel ternganga. “Ice Tea?? Aku kan pesennya Teh es, bukan Ice Tea.” Oik protes. “Aduhh...cerewet amat sih...biar kerenan dikit aja kok..” tutur Shilla. “Hmm...tapi Ourel kan bukan Bu Anti kak....mendingan kakak pesen sama Bu Antinya sendirinya aja yaa...” Ourel malah protes. Melihat yayangnya Bastian, Si Ourel berdiri bak Bu Anti di hadapan 3angels, Bastian menghampii yayangnya itu. “Protes aja sih....udah pesen sana! Kamu mau kita cuekin?” kata Via membela Shilla. “Iya tuh....ntar ngga kita kasi coklat lagi....” Oik membujuk Ourel denagn mengeluarkan coklat kesukaan Ourel. “Nih uangnya....sama coklatnya...pergi sono!” terpaksa Ourel mejalankan perintah 3angels demi coklat. “Bay the way...kamu ngga pergi meeting OSIS Shill??” Tanya Oik. “Aduh...aku pusing sama yang gituan!” Jawab Shilla simple. Sementara itu.... “Ada apa Ourelku sayang? Perlu bantuan?” kata Bastian sok perhatian. “Perlu! Nih kamu pesenin bakso 3 mangkuk sama Jus Apel 2 trus Es Teh 1!” Ourel malah memerintah pacrnya tersayang itu. “Banyak banget pesenannya. Emang Ourel mampu makan semuanya?” Tanya Bastian. “Bukan Ourel, tapi kakak2 3angels.” Kata Ourel pelan. “Ohh,,,mereka...beraninya merintah Ourel! Sini Bastian tindas.” Bastian sok jagoan. “Emang berani?” Ourel menguji Bastian. “Hehe....ngga sih...” Bastian nyengir. “Udah sana! Pesenin! Ntar mereka marah lagi!” “Yoo...wess...Bastian pesenin..buat Ourel apa sih yang ngga?” Bastian langsung pergi.&lt;br /&gt;Sementara itu diruang OSIS..terlihat Zahra sang ketua OSIS mempersiapkan segala yang akan diperlukan nanti waktu camping. Terlihat juga anggota2nya yaitu Riko, Gabriel, Cahya, Gita, Dayat, Kiki, Debo, Patton, Siti, Agni, Rahmi, dan sebenarnya Shilla dan Cakka juga ikut. Hanya mereka lagi2 membolos, tidak ikut meeting OSIS. “Jadi gimana nih persiapannya Bu Ketua OSIS??” Tanya Riko. “Ehmmm.....gimana ya? Soalnya murid2 anak kelas 1 dan 2 cukup banyak juga...jadi mungkin agak susah mengaturnya...” Kata Zahra sok bijak. “Iya juga sih...tapi jumlah siswa yang ikut hanya 45 orang aja...sedangkan ada sekitar 36 orang yang tidak ikut. Dikarenakan ada yang tidak diizinkan orangtuanya..dan ada juga yang memberikan alasan karena sakit. Maklum, sekarang kan musim sakit flu babi.” Terang Rahmi. Semua menatap Rahmi heran. “Emang di Indonesia udah ada yang tertular penyakit flu babi??” Kata Agni si cewek tomboy. “Ehhh.....ngga tau juga sih? Tapi kayaknya ngga ada deh...heh...” Rahmi malah nyengir. “Tapi kalau cuman 45 orang mungkin bisa kita atur deh...apalagi kalau ada Cakka dan Shilla. Soalnya ngga bakalan ada yang berani nentang mereka....” Celetuk Gita. “Bay the way.....Shilla sama Cakka kemana ya?” Kata Cahya sambil menengok kebangku Cakka dan Shilla. Ternyata lagi2 mereka tidak hadir lagi. “Mereka ngga ikut meeting lagi???” Tutur Kiki. “Maklum deh mereka...mana pernah ikut meeting OSIS! Palingan cuman nampang muka doang.” Celetuk Siti, yang sama tomboynya dengan Agni (eh...tapi kayaknya tomboyan Siti deh). “Tau tuh mereka...” Debo ikut2an. “Tapi gitu2 mereka juga ka nada gunanya...apalagi Shilla.” Riko tampak membela Shilla. “Tau deh...yang naksir Shilla..” Kata Gabriel. “Tapi Riko juga ada benernya sih....mereka juga ada gunanya. Contohnya kita sering makai merka untuk memimpin anak2.” Celetuk Dayat. “Dayat....it’s great! Kita bisa pakai merka untuk memimpin anak2. Shilla memimpin anak2 cewek. Dan Cakka memimpin anak2 cowok. Soalnya, Kalau mereka yang mimpin, ngga bakalan ada yang berani nentang! Betul ngga...??” Kata Zahra semangat. “Aku boleh ikutan bantuin Cakka ngga?” Kata Gita centil. “Aku juga pengen bantuin Shilla mimpin. Kan kasian kalau dia kecape’an ngurusin anak2.” Mata Riko berbinar2. “Maunyaa.......” Kata Cahya.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Esoknya....&lt;br /&gt;Dikamar serba cowok yang luas itu. Terlihat Cakka sedang sibuk menyiapkan baju yang akan dia bawa pada waktu camping nanti. Sretttt...... “Siaappp.........!! Beres semuanya.....” Tampaknya Cakka telah membereskan apa yang diperlukannya nanti. Persahabatan bagai kepompong...mengubah ulat menjadi kupu2..... Handphone Cakka berdering. Segera Cakka mengambil handphone Blackberrynya itu. “Ify?? Ngapain dia nelfon aku?” Tutur Cakka, sembari langsung menerima telfon tersebut. “Haloo...” “Haloo...Cak, tadi Zahra titip pesen ke aku, dia bilang besok waktu camping kamu dimintain tolong untuk mimpin anak2 cowok.” “Owhh....Cuma itu. Kirain apaan. Kirain mau dimarahin lagi ngga ikut meeting OSIS.” “Kamu ngga ikut meeting lagi?” “Iya....kenapa?” “Cakka..Cakka....dari dulu ngga pernah berubah ya?” mengingat dulu Ify pernah menjadi pacar Cakka, sehingga ia tau sifat2 Cakka. “Kamu masih ingat aja sifat aku...” “Ya masih lah....sifat kamu itu akan selalu aku ingat.” ‘Hehe....jangan2 kamu masih suka lagi sama aku.” “Tuh kan...baru aja aku bilang. Sifat kamu yang narsis itu lho. Ahh..udah ahh...aku masih banyak kerjaan.” “Oh yaudah...da Ify.” “Da...”.&lt;br /&gt;Sementara itu.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Via.....semua makanannya udah siap kan?” Tanya Shilla. “Siapp...” Jawab Via. “Kalau alat2 dandan?” Tutur Oik. “Udah dong..trus alat2 mandi.” Shilla bertanya kepada Oik. “Sipp....” Kayaknya 3angels udah siap semua nih. Persahabatan bagai kepompong...mengubah ulat menjadi kupu2...... Dering yang sama dengan Cakka terdengar dari Handphone Blackberry Shilla. “Halo....kenapa Irva?” “Halo Shill, tadi Zahra titip pesen ke aku dan Ify, dia bilang kamu sama Cakka disuruh mimpin anak2.” “Maksudnya berdua gitu??!” Shilla shock mendengarnya. “Ya ngga..maksudnya kamu mimpin anak2 cewek. Dan Cakka mimpin anak2 cowok.” Irva menenangkan. “Owh....syukur deh kalau gitu.” “Kamu bisa kan mimpin anak2?” “Bisa dong....kalau masalah mimpin memimpin sih gampang.” Shilla menyentil ujung jarinya. “Oke....tapi kamu juga yang tanggung jawab kalau ada apa2 sama anak2 cewek.” “Okeyh....it’s easy kok.” “ya udah kalau gitu.” “da... “Da...”. “Siapa Shill?” Tanya Via. “Itu...si Irva, katanya aku dimintain tolong sama Zahra untuk mimpin anak2 cewek.” Jawab Shilla santai. “Owh....” Tutur Via simple. “Bay the way...kalian jangan lupa bawa baju secukupnya ya. Dan jangan bawa baju yang malu2in.” Saran Shilla. “Udah kok. Tinggal suruh Ma’e bawain bajunya kesini aja lagi.” Jawab oik. “Aku juga udah siap, tinggal telfon Mamaku aja.” Kata Via nyambung. “So..kalian jadikan nginap disini?” Tanya Shilla meyakinkan. “Jadi dong.....” Kata Via dan Oik kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mav ea jelek, trus pendek lagy. Tapi moga2 aja suka.&lt;br /&gt;Bagi yang punya kritikan dan saran. Comment aja ea?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-532679382169740219?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/532679382169740219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/01/brothers-on-3-and-three-angels-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/532679382169740219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/532679382169740219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/01/brothers-on-3-and-three-angels-part-2.html' title='Brothers On 3 And Three Angels Part. 2'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7663595323111953711</id><published>2010-01-22T21:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T21:21:18.269-08:00</updated><title type='text'>Brothers On 3 and Three Angels Part. 1</title><content type='html'>Cerita baru nieh guys....&lt;br /&gt;Judulnya brothers on 3 and three angels. Cuman sampai part 5 aja. Ini cerita buat pengganti CGS sementar. Sementara doing kok…soalnya CGS part 5 yg udah aku buat (walupun baru setengah sih) ilang! :’(. Huaaa…..aku nangis sampe mata bengkak gara2 semua file Foto, Dokumen, sama Mp3 aku hilang semua….untung lagu2 Cakka dan anak2 IC ada di hp aku. Jadi masih bias dicopy. Loh kok jadi curhat gini.&lt;br /&gt;Ya udah.....langsung aja ea...&lt;br /&gt;^Medh Baca^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak Idola Cilik’s school semuaa.....khususnya untuk anak kelas 1 dan 2....kita akan melaksakan camping bersama dihutan green greeny (emang ada??)....sedangkan anak kelas 3 tidak ikut dikarenakan akan menempuh ujian.....” Terang Bu Ira sang kepala sekolah Idola Cilik school. “Yaaahh..........” Spontan anak2 kelas 3. Sedangkan anak2 kelas 1 dan 2 bersukaria. Hingga timbullah keributan disemua barisan. “Tenang..tenang semuanya...! ada satu info lagi...” Bu Ira sengaja memotong pembicaraannya karena masih ada suara2 yang terdengar dimana mana. Melihat itu, semua anak2 Idola Cilik School menghentikan pembicaraannya. “Campingnya akan kita laksanakan pada tanggal 7 Juli nanti....sekitar 3 hari lagi...” Semua membulatkan bibirnya, except anak2 kelas 3. “Ibu kira cukup sekian info dari Ibu, persiapkan apa yang kalian perlukan nanti. Ibu harap semua sudah berkumpul di sekolah ini pada jam 8 pagi pada hari rabu nanti...Selamat Siang, bubar...jalan....” Semua berhamburan menuju kelas masing2. Terlihat three angels ( Shilla, Oik, Sivia ) berjalan menuju kelas mereka yaitu kelas 2a dan brothers on 3 ( Cakka, Obiet, Irsyad ) sedang menuju kekelas 2b. Tiba2 Shilla berhenti. “Kenapa Shill???” Tanya Oik lembut. “Duh...aku pengen pipis....” Kata Shilla nampak nerves. “Temenin aku yuk...” Lanjut Shilla lagi. “Ngga ahh...kita berdua kan belum ngerjain PR  kesenian..sedangkan kamu kan udah. Udah nyontek Angel sih....” Kata Sivia yang kerap dipanggil Via itu memelas. “Tau tuh...Shilla...udah ngeboking PR Si pintar Angel, tapi ngga bagi2 kita...” Kata Oik menyenggol sikut Via. “Aduhh...kalian ini...kalian kan bisa cepet2 minjam ke Angel...cepetan....kan habis ini kita pelajaran Kesenian, lagipula Pak Dave kan masuknya telat....mungkin dia dandan duluan di kantor...” Kata Shilla tambah nerves, kebelet pipis. “Iya juga yah...” Segera oik dan Via berlari kekelas. Dan Shilla berlari bak seorang pelari ke toilet. Braakkkkk......tabrak seorang cowok. “Duh....kalau jalan liat2 dong...” “Sorry....sorry....” Tanpa memperdulikan lagi siapa orangnya, Shilla langsung pergi ketoilet. Terlihat toilet cewek udah pada penuh. Dan yang tersisa hanya satu toilet cowok. Tanpa ba...bi...bu... lagi Shilla langsung berlari ke toilet cowok yang bersebelahan dengan toilet cewek. Bruuukkk....kali ini seorang cowok berparas cakep menabrak dirinya. “Eh...aku duluan masuk ke toilet ini....” Kata shilla berontak melihat cowok berparas cakep itu ingin memasuki toilet itu juga. “Eh...kamu ngapain masuk toilet cowok?” Berontak cowok cakep tersebut. Shilla baru sadar, bahwa yang menabrak dirinya tadi adalah Cakka. “Eh....sorry...sorry....gue kebelet pipis...” Kata shilla menurunkan volume suaranya. “Tapi tetep aja kamu ngga boleh masuk toilet cowok..” Kata Cakka menegur. “Abisnya toilet cewek udah penuhh....” tutur Shilla. “Tuhh...masih ada yang kosong...” Tunjuk Cakka. Spontan Shilla menengok kearah toilet cewek. “Ngga adaa....” Kesempatan itu diambil Cakka untuk memasuki toilet yang mereka ribut2in dari tadi. Setelah sadar, bahwa Cakka menipunya. Shilla langsung berbalik. “Eh...sialan banget sih lo.....” Kata Shilla menggubrak pintu toiletnya. Keluar seorang cewek bergigi kawat dari toilet cewek, yaitu Osha. “Kamu lama banget sih....” Kata Shilla sambil memasuki toilet tersebut. Ternyata setelah keluar dari toilet. Terlihat Cakka sedang menalikan tali sepatunya yang lepas. “Heh....gara2 kamu aku hampis pipis di celana tau...” Kata Shilla marah2. “Siapa suruh masuk WC cowok?!” Cakka malah menasehati, sambil pergi. “Eh....kamu resek banget sih Cakk.....” Teriak Shilla. “Kamu tau nama aku??” Kata Cakka berbalik. “Ya tau lah....kamu ketua genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu kan?” Kata Shilla memelas. “ihh.....emang kamu cantik?? Bisanya ngatain orang aja..kamu siapa sih??” Tanya Cakka balik. “Aku??? Kamu fikir aja sendiri..” Balas Shilla. Setelah berfikir agak lama, Cakka baru sadar bahwa cewek yang dari tadi ribut sama dia adalah Shilla, kepala genk Three Angels. “Oh...pantesan aja kamu berani ngomong gitu ke Brothers On 3....kamu Shilla kepala genk Three Angels yang pada centil itu kan?” Balas Cakka. “eh....berani ya kamu bilang gitu ke anak2 Three Angels....aku rasa Three Angels lebih baik dari pada Brothers On 3 yang sok kecakepan itu deh...” Tutur Shilla pedas. “Heh...kamu fikir Three Angels itu paling baik??? Paling cantik??? Gitu....?? Malah sebaliknya...Three Angels itu sok cantik dan centil!” Kata Cakka mengakhiri pembicaraanya, lalu berbalik arah menuju kelas. “Heh...dasar kepala genk ngga becus! Urusin tuh anak buah kamu yang sok kecakepan!” Shilla pun mengakhiri pembicaraannya lalu kembali kekelas.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Dikelas...&lt;br /&gt;“Kamu kenapa Shilla??? Kok mukanya bete gitu?” Tanya Via yang duduk bersama Oik didepan bangkunya. Oik yang tengah asyik bermain handphone pun tertegun. “Itu.....tadi di toilet aku perang sama Cakka...” Kata Shilla bersungut-sungut. “Ha??? Cakka yang kepala genk Brothers On 3 itu?? Kok bisa??” Kata Via shock. “Iya....kok bisa??” Oik melanjutkan. “Iya...kepala genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu. Masa dia ngatain kita Three Angels ini kecentilan....sok cantik lagi. Bete ngga dikatain gitu??” Terang Shilla. “Dia bilang kayak gitu?  Kurang ajar banget mereka....” kata Oik mengepal-ngepalkan tangannya. “Trus kamu jawab apa ke dia?” Tanya Via. “Ya...emang sih aku yang pertama bilang mereka sok kecakepan...tapi emang mereka sok kecakepan kok. Iya kan ik...” Kata Shilla mencoba mengambil alih simpati Oik. “Iya....emang tuh BO3 sok kecakepan banget! Aku ngga terima kalau mereka ngatin kita kecentilan dan sok cantik!” Kata Oik membara. “Jadi.......” Via menatap kedua sahabatnya itu. “So......kita mesti......” Potong Shilla. “Ngebalas perbuatan mereka.....” Kata mereka bertiga kompak sambil menatap satu sama lain.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Di waktu yang bersamaan....&lt;br /&gt;“Cak? Kenapa mukanya kusut gitu?” Tanya Obiet melihat sahabatnya itu. Belum sempat Cakka bicara, Irsyad udah duluan bicara. “Iya tuhh.....kusut amat muka kamu Cak? Perlu aku setrikain ngga?? Ntar aku suruh Bi Inyem nyetrikain muka kamu yang kusut ini. Hmm......kalo udah Bi Inyem yang nyetrikain, heehhh.....pasti muka kamu licin banget!!!! Pokoknya T.O.P  B.G.T lahhh......” Kata Irsyad sambil mengancungkan jempolnya kanannya yang sama baunya dengan jempol kakinya kehadapan Cakka. “Fuiihhh........bau amat jempolmu?! Ngga ada bedanya dengan bau jempol kaki kamu syad!” Kata Cakka menutup hidungnya. Obiet ngikik. “Hehe.....” Irsyad malah nyengir. “Jadi kenapa muka kamu kusut gitu?” Tanya Obiet lanjut. “Tadi...ada cewek cerewet banget...ngatain kita sok kecakepan!” Kata Cakka simple. “Wah.....siapa tuh??? Beraninya ngatain kita gitu....emang dia lebih baik apa dari kita2.” Kata Irsyad terburu2. “Emang siapa sih?” Obiet mengernyitkan keningnya. “Siapa lagi coba yang berani ngatain kita gitu? Selain Three Angels....” Tutur Cakka. “Ha??? Three Angels? Mereka semua bilang gitu kekita?” Tanya Obiet. “Ngga semuanya sih.....tapi ketuanya, Shilla.” Terang Cakka. “Wahh....ngga bisa dibiarin gitu aja nih...” Kata Obiet mengepal-ngepal. Setelah Cakka berkata demikian, mata Irsyad berbinar-binar. “Shilla??? Ashilla Zahrantiara itu Cak? Yang anak kelas 2a itu...” Kata Irsyad memajukan mukanya kehadapan Cakka. “Ahh....muka kamu jauhan dikit napa???” Kata Cakka memundurkan muka Irsyad. Irsyad hanya termangu. “Emang kenapa?? Kamu suka sama dia..” Kata Obiet pelan. “Iya....dia itu cantik bangets....sesuai banget dengan nama genk nya Angels....trus dia lagi ketuanya..” Kata Irsyad berbinar-binar. “Cantik apanya??? Orang cerewet gitu..” Tutur Cakka heran. “Tau tuh si Irsyad...mendingan juga Oik...” Kata Obiet ngga mau kalah. “Eh...cantikan Si Shilla lagi...” Irsyad malah ngajak ribut Obiet. “Oik lebih imut dan manis daripada Shilla.” Obiet malah melakoni Irsyad. “Siapa bilang? Shilla lebih fashionable, lebih manis, lebih cantik, lebih banyak dikejar-kejar cowok lagi!” Irsyad membuat Obiet terdiam. “Ehhhh....Oik...Oik...Oik...Oik...” Obiet sempat terdiam sebentar. “Apa?? Oik kenapa?” Irsyad merasa menang. Sedangkan Cakka keheranan melihat tingkah kedua sahabatnya itu. “Oik lebih lembut, lebih sopan....hayoo...ngga bisa ngomong lagi kan?” Obiet ngga mau kalah. “Tapi Shilla lebih oke kan daripada Oik?!” Obiet kembali terdiam. “Aduhh...kalian ini gimana sih? Kok malah ngeributin mereka? Udah tau nmereka yang ngejelek2in kita. Masih...aja naksir sama Shilla dan Oik.” Cakka menegur mereka. “Iya juga sih. Kenapa kita jadi ngeributin mereka. Sedangkan mereka habis2an ngejelek2in kita.” Obiet berusaha bijak (emang Obiet udah bijak dari sononya kok). ‘Iya ya...kenapa kita muji mereka? Sedangkan mereka ngehina kita!” Irsyad juga berusaha bijak. “jadi??” Obiet menatap Cakka dan Irsyad, sama halnya ketika Via menatap Shilla dan Oik. “Jadi...kita mesti ngebalas perbuatan mereka.” Kata BO3 kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana ceritanya?? Mavv ea jelek.&lt;br /&gt;Soalnya cuman iseng2 aja bikin cerita kayak ginian. Eh, tau2nya selesai.&lt;br /&gt;Daripada lama nunggu CGS, mendingan aku post aja cerita ini.&lt;br /&gt;Tunggu part keduanya ea..... &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7663595323111953711?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7663595323111953711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/01/brothers-on-3-and-three-angels-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7663595323111953711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7663595323111953711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2010/01/brothers-on-3-and-three-angels-part-1.html' title='Brothers On 3 and Three Angels Part. 1'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-7843019580580709047</id><published>2009-12-30T04:16:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T04:22:10.619-08:00</updated><title type='text'>Cover CGS's Story</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/SztF49KBbjI/AAAAAAAAAAo/TUrtudwMC20/s1600-h/CGS%27s+Story.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/SztF49KBbjI/AAAAAAAAAAo/TUrtudwMC20/s320/CGS%27s+Story.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421003421262114354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hohoho...&lt;br /&gt;Buat pecinta CGS's story....harus punya cover ini dikomputer ato gagh hp.&lt;br /&gt;Ayooo...yoyoyooo...&lt;br /&gt;Save it!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-7843019580580709047?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/7843019580580709047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cover-cgss-story.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7843019580580709047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/7843019580580709047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cover-cgss-story.html' title='Cover CGS&apos;s Story'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_po6PB_szWyE/SztF49KBbjI/AAAAAAAAAAo/TUrtudwMC20/s72-c/CGS%27s+Story.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-6859341117562523428</id><published>2009-12-28T18:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T18:56:25.458-08:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla #4 (Untuk Siapa)</title><content type='html'>Hey, guys....sorry lama nunggu. Nih part 4 nya Deffie kasi dahhh....&lt;br /&gt;Oke langsung aja yoooooo.......&lt;br /&gt;~~~~~~~&lt;br /&gt;Ditaman sekolah.....&lt;br /&gt;Cakka memandangi gambar Oik. Sambil berfikir apa yang dikatakan teman2nya.&lt;br /&gt; “Lo suka sama gue Ik???” Batin Cakka. “Tapi kenapa gue gagh suka elo.....entah kenapa seo’on2nya Shilla gue lebih suka dia daripada elo. Shilla emang dipuja banyak cowok. Tapi dia itu gagh kayak elo yang nerima cowok tanpa difikir2 dulu.” Batin Cakka lagi.&lt;br /&gt; “Apa bener ea kata Debo, Iel, ama Dayat kalau gue harus mencoba untuk punya perasaan sama Oik. Tapi......Shilla.........” Cakka menunduk. “Aku bingung. Tuhan, tolong aku.......” Cakka kembali berfikir.&lt;br /&gt;Ditoilet cewek......&lt;br /&gt; “Ahhh...udah!!! Pusing!!” Kata Sivia memberhentikan acara mereka tadi.&lt;br /&gt; “Yaudah!! Gue juga capek! Eh, Shil...lo mau ngomong pa-an tadi???!” Kata Oik sinis.&lt;br /&gt; “Yang mana???” Tanya Shilla polos.&lt;br /&gt; “Ituuu...yang tiba2 Kak Angel dateng.”&lt;br /&gt; “Ohhhh............itu gue tadi mau bilang.........., Hmmm....bilang apa ea????” Jiahhaha.....lupa.&lt;br /&gt; “Shillaaa....plis deh. Ini serius!” Lanjut Oik sabar.&lt;br /&gt; “Yang mana sih???? Aku serius juga! Huft....” Kata Shilla sambil berfikir.&lt;br /&gt; “Jiah.....bener kan apa gue bilang kalau elo itu penyakitnya bertambah satu. Yaitu pikun!” Kata Sivia nyerocos.&lt;br /&gt; “Jaahhhh elo Vi.....bukannya bantuin gue ngingetin, malah ngejelekin gue!”&lt;br /&gt; “Bukan ngejelekin Shilla, ngejekin! OMG.....” Sabar ya Via. Haha...&lt;br /&gt; “Ahhhh udah deh. Pusing gue ngomong sama lo!” Kata Oik sembari pergi.&lt;br /&gt; “Emang gue pa-an bisa bikin pusing orang..” Kata Shilla murung.&lt;br /&gt; “Gubrack!!!!”&lt;br /&gt;Oik kembali kekelas.&lt;br /&gt; “Oik, lo marah sama gue?!” Kata Cakka tiba2.&lt;br /&gt; “Udah tau nanya.” Kata Oik bete. “Wah, kesempatan ini bisa gue manfaatin nih.” Batin Oik licik.&lt;br /&gt; “Yaudah dehhh....sorry. Maukan maafin gue???” Kata Cakka lagy.&lt;br /&gt; “Segampang itu lo minta maaf??? Gue ngga mau!” Dalam hati Oik ia tersenyum sinis.&lt;br /&gt; “Trus lo maunya pa-an?” Tanya Cakka pasrah. Oik berfikir sejenak.&lt;br /&gt; “Hmmmmm....Gue mau lo ntar malem jam 7 datang kerumah gue sambil bawa bunga juga coklat! Pokoknya harus!”&lt;br /&gt; “Hah???? Bunga, coklat?? Serius lo Ik?”&lt;br /&gt; “Ya serius lah. Dua rius kalo perlu! Kalo lo ngga mau gue maafin yaudah....terserah!” Kata Oik hampir pergi. Tapi buru2 tangan Oik ditarik Cakka.&lt;br /&gt; “Ehhh....ehhh...ehh....iya deh gue mau.” Oik tersenyum licik.&lt;br /&gt; “Yaudah.....jangan lupa ntar malem.” Cakka dan Oikpun pergi.&lt;br /&gt;Istirahat....&lt;br /&gt; “Pintar banget lo Ik....” Kata Gita sahabatnya.&lt;br /&gt; “Oik gitu loh...hahha.....” Oik tertawa puas.&lt;br /&gt; “Jiahh.....gue juga mau dong kalau gitu.” Kata Gita ngga nyambung. Oikpun bingung.&lt;br /&gt; “Maksud lo mau Git???” Kata Oik natap Gita. Sehingga jarak wajah mereka cuman 4-5 cm.&lt;br /&gt; “Ahhhh........elo Ik. Jauh dikit napa??!” Kata Gita mendorong pelan kepala Oik. “Maksud gue.....gue juga mau dijodohin sama Debo.” Lanjut Gita.&lt;br /&gt; “Jaaahhhh..bilang dong daritadi. Nih...serahin sama Oik The Princess Of.............Of apa ea?? O, ea....Of Magic! Eh, itukan Rizuki. Ganti ganti......The Princess Of Beatiful. Hahaha....!” Kata Oik narsis bangeeeeeettt....&lt;br /&gt; “Jaahhhh....narsis. Janji ya???” Kata Gita mulai serius.&lt;br /&gt; “Siiiippp....eh, tuh Si Debo. Beraksi!” Kata Oik menarik tangan Gita menuju ketempat Debo yang lagy main basket bersama Cakka cs (tanpa Obiet).&lt;br /&gt; “Kotak kaleee...” Kata Gita kecil.&lt;br /&gt; “Sekalian aja segitiga!” Jawab Oik.&lt;br /&gt; “Hahaa....” Mereka tertawa kecil.&lt;br /&gt; “Debo!!!” Panggil Oik. Reflek Debo yang sedang memegang bola langsung melempar bola itu kesembarang tempat, alhasil bola itu jatuh ke muka Cakka.&lt;br /&gt; “Waddooooooohhhhhhh.........awwww!!!!!!!!!” Kata Cakka sambil memegang matanya yang terkena bola itu. “Deboooooooooooooooooooo” Teriak Cakka sehingga Shilla yang sedang berada tidak jauh dari situ langsung menoleh dan cepet2 berlari kerarah Cakka.&lt;br /&gt; “Aa....a...a....mpun Cak....sumpah gue kagak sengaje...ampun Cak.....piss dah..” Kata Debo memelas sangat. Oikpun buru2 menolong Cakka tapi Shilla udah duluan nolongin Cakka.&lt;br /&gt; “Duhh....Cak, kamu gak papa kan??? Kakinya sakit ya???” Kata Shilla care. Cakka senyum2 sendiri. Uhhhh..................So sweeetttt.&lt;br /&gt; “Ha?? Ga papa kok....tapi bukan kaki aku yang sakit, but mataku.” &lt;br /&gt; “Oh....hidungnya.....” Gubrak deh.&lt;br /&gt; “Bukan hidung tapi Mata. M-A-T-A. Ini nih...” Kata Cakka nunjukin matanya.&lt;br /&gt; “Ohhh....bilang dong daritadi....sakit ya? Mau aku anterin ke UKS gagh??” Kata Shilla  care. Sehingga Cakka ngerasa kalau dia bener2 jatuh cinta pada Shilla. Di tepi lapangan Oik jalous ngeliat kedekatan CakShil. Oik berlari tak tentu arah, dia berlari ke tong sampah, ke kebun binatang, dan keujung kulon. Hagz hagz..., *justkidding*&lt;br /&gt; “Eh...Oik! Tungguin aku!!” Kata Gita sambil mengejar Oik. Tapi Oik gak meduliin Gita, dia tetep aja lari. Dan tiba2 menabrak seseorang.&lt;br /&gt; “Aw!!! Kalau jalan liii....” Tiba2 sosok cowok yang ditabrak Oik itu mengetahui wajah Oik.&lt;br /&gt; “Sorry2....gue gak sengaja.” Kata Oik menghapus air matanya.&lt;br /&gt; “Ga papa kok....loh kamu kenapa Ik??? Kayak ada masalah gitu.” Ternyata cowok itu adalah Obiet.&lt;br /&gt; “Hah??? Ga kenapa napa kok. Cuman lagy buru2 aja. Sorry ya Biet.” Kata Oik tersenyum, menutupi kesedihannya.&lt;br /&gt; “Oik, kalau lo ada masalah lo cerita aja. Siapa tau gue bisa bantuin elo..” Kata Obiet care.&lt;br /&gt; “Beneran Obiet. Gue gak kenapa napa.”&lt;br /&gt; “Trus kenapa lo nangis???”&lt;br /&gt; “Nangis??? Ahh...ngga kok. Ini cuman kena debu aja kali tadi pas gue lari.”&lt;br /&gt; “Beneran gak apa2???”&lt;br /&gt; “Oik!!!!” Panggil Gita.&lt;br /&gt; “Oik. Lo kok ninggalin gue sih!” Kata Gita setengan ngos2an.&lt;br /&gt; “Ehhh....gue tadi buru2.”&lt;br /&gt; “Buru2 karna Ca....” Oik segera menutup mulut Gita yang hampir keceplosan.&lt;br /&gt; “Gitaaa....” Kata Oik sedikit berbisik.&lt;br /&gt; “Eeeehhhh....Obiet, gue pergi dulu ya sama Gita.” Kata Oik menarik tangan Gita.&lt;br /&gt; “Iyaa...iyaa...”&lt;br /&gt;Dilapangan basket....&lt;br /&gt; “Cakkkaaa!!!” Teriak Debo. Cakka yang sedang asik berduaan sama Shilla pun menoleh.&lt;br /&gt; “Kenapa Deb???”&lt;br /&gt; “Lo ngga tau tadi Oik jalous ngeliat kalian beduaan kayak gini!”&lt;br /&gt; “Emang tadi ada Oik??? Kok gue ngga tau???” Kata Cakka merasa tak bersalah.&lt;br /&gt; “Iyaaa....tadi aku juga gagh ngeliat Oik.”&lt;br /&gt; “Uhhhhh....kalian sih asik pacaran! Tadi Oik lari sambil nangis tau gak!”&lt;br /&gt; “Hah??? Oik???” Shilla baru teringat kalau dia udah janji ga akan ngedeketin Cakka lagy demi Oik. “Ehhh...Cak, sorry tadi gue....” Kata Shilla langsung pergi mencari Oik. Tiba2 Shilla melihat Oik bersama Gita dan anak2 Caikers.&lt;br /&gt; “Shilllaaa.....” Panggil Cakka, tapi Shilla terus berlari.&lt;br /&gt; “Duuhhh...gimana nih. Ada anak Caikers lagy. Gue jadi gagh enak ati ngomongnya.” Kata Shilla bolak balik kebingungan + nerves. “Samperin gak ya??? Duuhh......bingung nih! Samperin aja lah!” Kata Shilla memberanikan diri.&lt;br /&gt; “Eehhhhhhh.........Oik......” Kata Shilla sedikit menunduk. Anak2 Caikers menatap Shilla sinis.&lt;br /&gt; “Ngapain lo kesini??? Belum puas lo nyakitin hati gue?! Belum puas??!!!” Kata Oik marah.&lt;br /&gt; “Maafin gue Ik...tadi gue gagh tau kalau lo ada disana juga!” Kata Shilla merasa bersalah.&lt;br /&gt; “Emang dasar kecentilan aja!” Kata Fhily salah satu anak Caikers.&lt;br /&gt; “Bukan gitu......tapi gue bener2 gagh liat Oik tadi...”&lt;br /&gt; “Oh ya????” Kata Faith memojokan Shilla.&lt;br /&gt; “Udah. Pokoknya gue gagh mau tau! Mulai sekarang lo bukan temen gue lagy! Dan lo dikeluarin dari cheers!!” Kata Oik bener marah. Shilla kaget sambil melototin Oik.&lt;br /&gt; “Hah??? Jangan dong Ik. Lo mentega banget sama gue.” Kata Shilla dengan mata yang berkaca2. Sehingga Gita bisa bercermin sambil dandan. Hehe.&lt;br /&gt; “Lo tuh yang tega sama gue!!!” Jawab Oik keras. Sehingga membuat Shilla mati kutu dihadapannya.&lt;br /&gt; “Ta...ta...ta...pi....Ik........” Jawab Shilla terputus putus. Shilla hampir menangis. Matanya yang indah meneteskan sebulir air mata. Jah, kata2nya.  Tiba2 anak2 CSF yang lagy bersenda gurau melewati mereka. Awalnya anak2 CSF gagh tau Shilla lagy dilabrak Oik. Tapi hal itu diketahui oleh Cinda.&lt;br /&gt; “Eh, guys.....itu Shilla kenapa nangis???” Kata Cinda.&lt;br /&gt; “Haa?? Mana???” Kata Mirandha celingak celinguk.&lt;br /&gt; “Iya tuh....mana???” Kata Kaila juga ikutan celingak celinguk.&lt;br /&gt; “Ituuu....tuh.....yang lagy sama Oik, Gita, dan anak2 Caikers.” Kata Cinda menunjuk kearah Shilla.&lt;br /&gt; “O, iyaaaa.......itu Shilla kenapa nangis???” Kata Manda.&lt;br /&gt; “Wahhhh....anak2 Caikers kayaknya mau nyari masalah nih sama kita.” Kata Silvi sambil sedikit mengangkat lengan bajunya.&lt;br /&gt; “Jaaahhh elo Sil......lo cewek apa cowok???” Kata Deffie.&lt;br /&gt; “Hohooo....lo belum ya kalau gue cewok.......Hahahahaha.....” Kata Silvi ngakak ngga jelas. Anak2 CSF geleng2 kepala.&lt;br /&gt; “Gagh lucu, Silvi!!!!!!!!!!!!!!!” Kata anak CSF kompak.&lt;br /&gt; “Oh, gitu ya......” Kata Silvi gigit jari.&lt;br /&gt; “Udahhh....kita kesana aja yuukkk........” Kata Nadin si member baru di CSF yang gosipnya cinlok sama Putra yang juga member baru dari CSF. Hagz..... *dilemparinsepatusuperjumbosamanadin*&lt;br /&gt; “Ayyyuuuuuukkkk......” Kata CSF kompak lagy.&lt;br /&gt;Sesampai di tempat Shilla, Oik, Gita, dan Caikers......&lt;br /&gt; “Heh!!!!!!! Kalian ngapain gangguin Shilla??!” Kata Tasya Baru. Sorry yeee buat Twin Tasya....namanya disini ada yang Tasya Baru dan Tasya lama. Hehe....biar gagh bingung.&lt;br /&gt;Anak2 CSF lainnya seperti Kaila, Deffie, Mirandha, dan Manda menghibur Shilla. Sambil nanyain Shilla apa yang terjadi.&lt;br /&gt; “Kamu kenapa Shill....kok nangis???” Kata Mirandha.&lt;br /&gt; “Iya Shill....gue ngeliat lo nangis gue juga pengen nangis. Hiks...hiks...” Kata Deffie sok sensitive.&lt;br /&gt; “Alaaahhhhh.....lebay sangat lo Deff.....” Kata Manda.&lt;br /&gt; “Heh!!! Kalian tuh kenapa sih??! Selalu aja gangguin Shilla.” Kata Putra.&lt;br /&gt; “Eh, lo anak baru di CSF tapi sok tau banget ea!!!” Kata Faith.&lt;br /&gt; “Eh, lo ngomong tuh dijaga ea!!!!! Gue walaupun baru di CSF. Tapi gue tau kalau kalian itu suka gangguin Shilla!” Kata Putra keras.&lt;br /&gt; “Heeeyyy....Putraa.......ini tuh bukan masalah lo! Jadi lo gagh usah ikut campur deh! Lagian lo gagh malu apa di CSF cumand elo sendiri yang cowok. Apa lo gagh takut ntar lo jadi kecewek2an.....” Kata Oik pedes. Sehingga membuat Putra ingin menampar Oik, tapi hal itu dicegah oleh Kaila.&lt;br /&gt; “Udahhh...Put, biarin aja mereka ngomong gitu. Yang penting elo bukan yang kea mereka bilang. Mereka itu cuman bisa ngomong doang!!!!!!” Kata Kaila nenengin Putra. Salah satu anak Caikers, Monica berdiri sambil menatap CSF sinis.&lt;br /&gt; “Lo kenapa berdiri Mon???” Tanya Gita.&lt;br /&gt; “Gue mau ketoilet!!!!!” Kata Monica sambil pergi dengan gaya yang angkuh.&lt;br /&gt; “Jaaahhh....kirain pa-an.” Kata Gita. Hal itu membuat anak2 CSF tertawa kecil.&lt;br /&gt; “Ngapain kalian ketawa!!!!!!” Kata Gita.&lt;br /&gt; “Suka2 kita dong!!!!” Kata Tasya lama. Makin lama suasana makin panas. Semua anak2 Caikers dan CSF saling berjawab2.&lt;br /&gt; “Eh, elo jadi orang jangan sok deh ea!!!” Kata salah satu anak Caikers, Riri.&lt;br /&gt; “Elo tuh yang sok!!!” Kata Manda. &lt;br /&gt;“Eh, kalian jangan ikut campur masalah gue ya??!!!” Kata Oik.&lt;br /&gt;“Eh...masalah Shilla masalah kita juga!!” Kata Cinda.&lt;br /&gt; “Hah??? Gagh salah tuh?! Emang kalian siapanya Shilla. Lagypula genk kalian Cewek Sejagad Forever! Gagh ada nyambung2nya dengan Shilla!” Jawab Oik.&lt;br /&gt; “Hahaha.....ketinggalan berita Bu?! Lo gagh tau kalau CSF sekarang artinya Cakka Shilla Fevers???! Hoho......percuma gaul tapi isinya NOL!!!” Kata Tasya  lama angkat bicara.&lt;br /&gt; “Hah??? Cakka Shilla Fevers??? Cakka Shilla Demam sekalian!!! Hahha...” Kata Oik lagy.&lt;br /&gt; “Ha...ha....ha....” Kata Manda pura2 ketawa. “Gak lucu!!!!!!!” Lanjut Manda. Bla...bla.....suasana jadi gagh makin panas. Sampe ada yang jambak2an rambut. Weeeewww....lebay sangat ea. Sehingga membuat murid2 lain menonton kejadian tsb. Bu Okky sang kepsek mendengar keributan itu. Sehingga Bu Okky langsung pergi ditempat mereka berantem.&lt;br /&gt; “Ada apa ini??!” Kata Bu Okky keras. Anak2 CSF, Caikers, Oik, Shilla, dan Gita langsung bengong gagh bisa ngapa2in.&lt;br /&gt; “Ikut Ibu ke kantor!!!” Kata Bu Okky langsung berbalik arah menuju kantor. Sehingga para penontonpun pada kabur, karna gagh ada yang jadi tontonan lagy. Hagz hagz. Orang berantem aja ditonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan terjadi sehabis ini???? Apakah ada kejadian seru lagy antara CSF dan Caikers??? *pastiada*&lt;br /&gt;Apakah Cakka akan memilih Shilla??? Atau mungkin Cakka akan memilih Oik???&lt;br /&gt;Jawabannya ada dipart 5!!!!! *hhhmmmmm*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoho....to all anak2 Caikers, mav ea disini kalian jadi agak protagonis. Tapi hal ini semata2 hanya bertujuan untuk membuat kisah semakin seru. &lt;br /&gt;Ini just a story khand. Halaahhhh...apaaan sih kata2nya baku banget. O, ea...to all CSF atau fc couple lain yang mau dimasukin namanya komen langsung aja ea dan aku mau minta maaf yang namanya gagh dimasukin, atau yang diaolognya sedikit. Huhu.....bingung sih.&lt;br /&gt;Don’t forget to comment ea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Cakka Shilla Life For Love~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-6859341117562523428?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/6859341117562523428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-4-untuk-siapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6859341117562523428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6859341117562523428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-4-untuk-siapa.html' title='Cinta Gila Shilla #4 (Untuk Siapa)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-1090812901144820069</id><published>2009-12-28T18:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T18:55:22.096-08:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla #3 (Kepompong)</title><content type='html'>“Lagi ngobrol lah Ik.......masa lagi main basket....” Jawab Shilla santai.&lt;br /&gt; “Aku tau kalian lagi ngobrol, tapi ngobrol apaan???” Kata Oik dengan judesnya.&lt;br /&gt; “Ngobroll..........” Belum sempet Cakka ngomong, Oik udah memotong pembicaraannya.&lt;br /&gt; “Ngobrol kalau kalian udah pacaran. Gitu??!”&lt;br /&gt; “Bukan gitu Ik......” Kata Shilla merasa bersalah.&lt;br /&gt; “Ahhh.....udah!!! Aku gagh mau dengar alasan kamu! Ternyata kamu tuh gagh setia kawan ea.....aku ngga nyangka Shil!” Kata Oik mencak. Sambil meninggalkan Cakka dan Shilla.&lt;br /&gt; “Uhhh....bodoh banget sieh aku.....Cakka, kita putus aja ea....” Kini giliran Shilla yang meninggalkan Cakka.&lt;br /&gt; “Tapi....Shill..................” Cakka bingung mau ngapain. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi kekelas. Sesampai dikelas, Cakka bertemu Obiet dan Debo sahabatnya.&lt;br /&gt; “Woyyy!!!! Kemana aja tadi lo bro!” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Ketempat Shilla. Udah Deb, aku lagi males ngomong..” Kata Cakka lesu.&lt;br /&gt; “Kenapa lu? Ada masalah??? Cerita2 dong kekita. Masa dua sahabat lo yang cakep2 ini gagh lo peduliin.” Kata Obiet.&lt;br /&gt; “Narsiis lo Biet.”&lt;br /&gt; “Dikit narsis gagh apa. Gagh narsis gagh idup bro!” Sentak Obiet.&lt;br /&gt; “Bukan narsis yang bikin hidup, tapi cinta yang bikin hidup. Kalau gagh ada cinta, kita gagh bisa ngerasa’in arti hidup.”&lt;br /&gt; “Lo sakit Cak, kok tiba2 lo jadi low gini. Gagh kayak biasanya! Cakka yang gue kenal itu selalu ceria...gagh pernah low gini!” Kata Debo heran.&lt;br /&gt; “Gue lagi ada masalah  sama Shilla dan Oik, Deb....” Cakka masih low.&lt;br /&gt; “Shilla??? Oik?? Emang mereka kenapa? Perasaan Shilla baru aja kemaren jadian sama lo, kok udah berantem...” Tutur Debo.&lt;br /&gt; “Gara2 Si Oik....gue jadi putusss sama Shilla...”&lt;br /&gt; “Gue tau...pasti Oik gagh terima kan kalau lo pacaran sama Shilla.” Kata Obiet yakin.&lt;br /&gt; “Ya gituuu deh......”&lt;br /&gt; “Idiiihh....Si Oik kok gitu ya...udah tau lo gagh suka sama dia. Tapi masih aja ngejer lo! Coba aja kalau dia sukanya sama gue...pasti gue bakalan nerima dia. Hehe....” kata Obiet ngaur.&lt;br /&gt; “Cari kesempatan dalam monopoli ajee lo.....” Kata Debo sambil noyor Obiet.&lt;br /&gt; “Hah??? Cari kesempatan dalam monopoli? Bukannya cari kesempatan dalam kesempitan Deb??”&lt;br /&gt; “Suka2 gue dong...lagian cari kesempatan dalam kesempitan udah gagh jaman lagi! Hagzz....”&lt;br /&gt; “Bro...ntar sore kita ada pertandingan lagi gagh??” Tanya Cakka.&lt;br /&gt; “Hhmmmmmmmm...........”&lt;br /&gt; “Alahhhhhh...kelamaan mikir lo Deb........ada Cak, jam 3 sore.” Sambung Obiet.&lt;br /&gt; “Gue ikut gagh ya???”&lt;br /&gt; “Harus dong Cak, jangan gara2 lo sekarang lagi low, reputasi tim basket PerBoys (perfect boys) jadi ancur.&lt;br /&gt; “Tanpa gue kalian bisa menang kok....”&lt;br /&gt; “Gagh mungkin kita2 bisa menang tanpa lo Cak, lo itu kapten basket yang perfect untuk kita, makanya Dayat mau milih lo sebagai pengganti dia. Lagipula, lo tau gagh lawan kita ntar sore siapa??” Kata Debo melotot.&lt;br /&gt; “Emang siapa???”&lt;br /&gt; “JailBoys....lo tau kan itu tim basket musuh bebuyutan kita dari SD...” Lanjut Debo.&lt;br /&gt; “Maksud lo SD, Sobadebo??” Tanya Obiet.&lt;br /&gt; “Yeee.....itu mah fansclub gue..jangan lo bawa2. Ya SD (Sekolah Dasar) lah....”&lt;br /&gt; “Ohhh....” Kata Obiet polos.&lt;br /&gt; “Waduh, JailBoys ea?? Jangan sampe kalah nih kita.” Tiba2 Cakka jadi semangat.&lt;br /&gt; “Nah, gitu dong Cak.....dari tadi dong spirit lo on!” sentak Obiet.&lt;br /&gt; “Hehe..kalau sampe ntar kita gagh tanding, kita bakalan ancuur....”&lt;br /&gt; “Iya dong, lagipula kalau lo kalah. Shilla bisa jadi milik dia. Bukan milik lo lagi!” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Ih....debo...lo ngapain bawa2 nama Shilla. Ntar dia low lagi!” senggol Obiet.&lt;br /&gt; “Dia bukan milik aku lagi. Aku udah putus sama dia...” Yahh...low lagi dia.&lt;br /&gt; “Jaaahhh......lo Cak, baru aja gue sebut nama dia. Lo udah low....” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Udah deh....gagh usah mikirin Shilla sama Oik lagi. Mendingan lo pikirin pertandingan ntar sore.”&lt;br /&gt; “Iya deh...”&lt;br /&gt; “Gitu dong....kita ganti baju yuk. Udah mau ganti jam pelajaran nih.” Ajak Obiet.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Ditaman sekolah, Shilla sendirian sambil ngelemparin batu kekolam sekali – kali. Melihat itu, anak CSF dating meghampiri Shilla.&lt;br /&gt; “Shillaaaaa........” Teriak Manda.&lt;br /&gt; “Apa Man? Nyari Gabriel??? Dia diruang ganti tuh.” Kata Shilla bermalas – malasan.&lt;br /&gt; “Yee......siapa juga yang nanyain Iel....”&lt;br /&gt; “Truusss???”&lt;br /&gt; “Ngga, kita tadi ngeliat lo sendirian disini. Trus kita mampir dehh...” Kata AL.&lt;br /&gt; “Lo ada masalah apaan sih Shil?? Kok dari tadi muka lo bete gitu...” Kata Deffie.&lt;br /&gt; “Iya nih......gue lagi bete banget! Plus sedih.....”&lt;br /&gt; “Mang kenapa lo bete? Cerita2 dong kekita.” Kata Ananda.&lt;br /&gt; “Gagh bisa gue certain An.....ngga bakalan ada yang ngerti....”&lt;br /&gt; “Cerita dong, siapa tau kita bisa bantu masalah lo!” Kata Mirandha.&lt;br /&gt; “Mavvv ea...ini masalah pribadi gue. Udah ea, gue mau ganti baju dulu.” Kata Shilla langsung meninggalkan anak2 CSF.&lt;br /&gt; “Kenapa ya tuh anak???” Kata Khariena bingung.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju ruang ganti, Shilla berpapasan sama anak2 Caikers. NB: Caikers sebel sama Shilla, kata anak2 Caikers Shilla itu kecentilan. Caikers jugaa gagh pernah akur sama CSF.&lt;br /&gt; “Ih.....dasar centil! Sahabat sendiri dikhianatin!” Kata Monica, salaha satu anak Caikers. Shilla lari, dia gagh nyangka anak2 Caikers nuduh dia udah nghianatin Shilla.&lt;br /&gt; “Shil, lo kenapa??” Kata Via.&lt;br /&gt; “Ngga.....” Kata Shilla sambil ngapus airmatanya.&lt;br /&gt; “Shil, gue ini sahabat lo sejak kelas 3 SD. Masa lo ngga mau nyeritain masalah lo ke gue.”&lt;br /&gt; “Emang bener ya Via, gue udah nghianatin Oik, yang juga sahabat gue??” Sambil menangis Shilla curhat sama Via.&lt;br /&gt; “Ngga kok, lo ngga nghianatin Oik. Gue tau lo suka banget sama Cakka. Dan Cakka juga suka lo! Jadi lo tuh gagh salah....” Via mencoba menenangkan Shilla.&lt;br /&gt; “Maksud lo Vi??”&lt;br /&gt; “Lo tuh gagh salah. Cinta itu gagh bisa disembunyiin Shil....”&lt;br /&gt; “Jadi gue gagh salah??? Trus kalau bukan gue yang salah, siapa dong yang salah?” Tanya Shilla polos.&lt;br /&gt; “Gagh ada yang salah. Ngga elo, ngga juga oik. Oik begitu mungkin karena emosi sesaat aja kali. Ntar juga dia pasti ngertiin kalian.”&lt;br /&gt; “Thanks ea Via......lo udah jadi tempat curhat gue.”&lt;br /&gt; “Iya, sama - sama. Itulah gunanya sahabat.”&lt;br /&gt; “Lo emang best friend gue Vi....”&lt;br /&gt; “Hehe...lo juga...” Sungguh persahabatan bagai kepompong. Jahhh kata – katanya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Siang itu tim basket PerBoys dan JailBoys tanding basket. Dengan wasit Pak Joe (guru olahraga). Cakka dan Irsyad (ketua tim basket Jailboys) bertatap2an kea divideo kepompong itu lohhh. ^_^&lt;br /&gt; “Nyerah aja sebelum kalah....” Kata Irsyad.&lt;br /&gt; “Percaya diri lo tinggi banget ea? Lo yakin lo bakalan menang???”&lt;br /&gt; “Yakinnn banget. Kita udah menang berkali2 disekolah ini.”&lt;br /&gt; “Hehh....lo emang bisa menang ngelawan tim basket yang lain. Tapi kita ngga!”&lt;br /&gt; “Kita liat aja nanti....” Pak Joe melempar bola keatas. Tapi Irsyad keburu menguasai bola itu.&lt;br /&gt; Ditepi lapangan sebelah kanan anak2 Pink On Cheers/POC (Oik, Shilla, Gita, Via, Ourel, Cahya, Nadya, Meisye, dll), C~LUVers, DayLovers, SobadDebo, D’Bieters, dan GFC pada neriakin PerBoys. Sedangkan ditepi lapangan sebelah kiri anak2 Irsyaders, Arsyaders, dll nerikin JailBoys.&lt;br /&gt; “Cakkkkaaaaaaaaa............yaaaaa ampuuunnnn........” Terika anak2 CL.&lt;br /&gt; “Obiet...Obiet....Lagi...lagi...lagi......yeaaaa...” Teriak D’Bieters.&lt;br /&gt; “Debo......singseuuurrr nyaaakkk......” Hehhe. Teriak anak2 SD. Udah, tiga itu aja yang aku tau. Hehe....&lt;br /&gt; Ketika Cakka menghadang Irsyad disisi kanan, Cakka disenggol Irsyad dan jatuh. Seorang cewek ngulurin tangannya untuk ngebantuin Cakka, ya siapa lagi kalau bukan Oik. Cakka kaget. Shilla yang jauh dari lokasi jatuhnya Cakka tampak lesu.&lt;br /&gt; “Thanks Ik.....” Sambil tersenyum.&lt;br /&gt; “Sama - sama......”&lt;br /&gt; “Cieeeeee..........Caikkkkk. Cocok deh....” Teriak Caikers.&lt;br /&gt; “Yeee......biasa aja kaliiiii........” Teriak anak2 CSF.&lt;br /&gt; “Siriikkkk....sirikkkk....” Anak Caikers membalas ucapan CSF.&lt;br /&gt; “Enak aja sirik.....Huuuu....” Yah gitu deh CSF sama Caikers. Selalu berantem dan ngga pernah akur.&lt;br /&gt;Pertandingan selesai. Anak2 PerBoys pada istirahat sambil minum air.&lt;br /&gt; “Yahh....kenapa kita bisa kalah sih???” Kata Dayat sang mantan kapten basket.&lt;br /&gt; “Hufffttt.......mereka curang. Seharusnya kita yang menang...liat aja, gaya loyo kayak gitu masa bisa menang?!” Sambung Gabriel.&lt;br /&gt; “Iya tuh. Aku aja waktu mau nghadang mereka aku sengaja disenggol. Huft...ditolonginnya sama Oik lagi, coba aja sama Shilla.” Kata Cakka mengeluh.&lt;br /&gt; “Sabar Cak....ntar juga Shilla pasti jadi pacar lo lagi. Dan bentar lagi Oik jadi pacar gue. hihi...” Obiet nyengir.&lt;br /&gt; “Maunyyyyaa ajaa...tapi ga papa sih. Gue gagh suka sama Oik.”&lt;br /&gt; “Beneran Cak??”&lt;br /&gt; “Yaiyalah.....masa yaiya dong..”&lt;br /&gt; “Tapi kasian Oiknya juga sih. Masa dia udah capek2 ngejer lo tapi sma sekali lo ngga ngerespon dia...” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Ya kalau gue emang gagh suka Oik mau gimana lagi.....”&lt;br /&gt; “Emang sih cinta ngga bisa dipaksa. Tapi kalau dicoba dulu kenapa ngga???” Kata Gabriel.&lt;br /&gt; “Haduh kalian ini. Sekali ngga suka tetep ngga suka.”&lt;br /&gt; “Terserah lo deh Cak. Kita cuman nyaranin aja....”&lt;br /&gt; “Kita???? Kalian aja kali......aku sih ngga.........” Kata Obiet.&lt;br /&gt; “Yeee Si Obiet. Tau deh, yang naksir Oik.” Ejek Debo.&lt;br /&gt; “Tapi gue sukanya sama Shilla. Bukan sama Oik. Ntar kalau gue pacaran sama Oik, hidup gue dan Shilla gagh bakal tenang....”&lt;br /&gt; “Bisa kok. Lo sama Oik dan Shilla sama Riko....” Kata Dayat nyaranin.&lt;br /&gt; “Hahhh??? Riko??? Janggannnn.......ntar Rishilver berjaya lagi. CSF jadi kalah.”&lt;br /&gt; “Yeee.....mikirin fansclub doang aja lo!” Kata Gabriel.&lt;br /&gt; “Eh, ngomong2 tentang CSF. CSF itu kenapa sih gagh pernah akur sama Caikers???” Tanya Debo.&lt;br /&gt; “Tau deh......” Kata Obiet.&lt;br /&gt; “CSF sama Caikers itu pada gila *hehe,langsungdikeroyokcsfdancaikers*, mereka nyocok2in lo sama Shilla dan Oik.  Karna beda pendapat, berantem trus deh kayak anjing ama kucing.” Jelas Debo.&lt;br /&gt; “Gabrieeelll.....” Teriak Manda sambil berlari menuju Gabriel.&lt;br /&gt; “Jiaahhh Si Manda.......mau ketemu Gabriel aja kayak mau ketemu pangeran.” Sungut Cakka.&lt;br /&gt; “Manda??? Kenapa?” Tanya Gabriel.&lt;br /&gt; “Hehhe......ngga Yel. Cuman mau ngasi ini.” Manda memberi sebuah minuman.&lt;br /&gt; “Ini minuman apaan???” Tanya Gabriel yang kerap disapa Iyel itu.&lt;br /&gt; “Itu Es cappuccino buatan akuuu..”&lt;br /&gt; “Ada racunnya gagh tuh........jangan2 ntar dikasi pellet lagy. Hagzz...” Kata Dayat.&lt;br /&gt; “Dayaaaaaaaaatttttttt...........” Manda langsungt nyerbu Dayat sampe mukanya biru2, palanya benjol, bajunya koyak2, matanya bengkak. Kayaknya parah banget tuh ya? Lhaa.....jadi gembel deh Dayat.&lt;br /&gt; “Saddiisss amat lo Man sama sepupu sendiri.” Kata Dayat bersungut2.&lt;br /&gt; “Biarinnnnn.......weeeekkkkk.....” Kata Manda mengejek Dayat. Cat: Dayat adalah sepupu Manda, mereka bedua gagh pernah akur.&lt;br /&gt; “Tega lo Man. Yel, jangan mau pacaran sama orgil kea dia. Ntar lo dikeroyok lagi sama dia.”&lt;br /&gt; “Hehhh....enak aja. Kalau Gabriel gagh akan gue keroyokin, tapi kalo elo 5 kali sehari wajib gue keroyokin. Hahhaha....”&lt;br /&gt; “Lhaaa.....kok jadi berantem gini?? Kalian bedua itu ngga pernah akur ya? Setiap ketemu selalu aja berantem. Capekkk ngeliatnya.” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Abis sih....Dayat tuh nyebelin. Debo....ada salam dari Kak Zahra. Hehe...”&lt;br /&gt; “Hah??? Emang iya?? Salam balik aja ya....hehe...” Debo nyengir. Soalnya dia udah lama suka sama Zahra.&lt;br /&gt; “Oke dehhh. O, ya Yel.....aku balik dulu ya......dada....” Manda langsung pergi sambil loncat2 kayak anak kecil. Piss Manda...&lt;br /&gt; “Yel....tuh minuman ngga lo minum? Kalau ngga mau untuk gue aja. Hagzz...” Kata Obiet.&lt;br /&gt; “Yeeeee..........enak aja. Ntar aja gue minumnya. Lagypula ngga baik klau habis olahraga langsung minum eank dingin2.”&lt;br /&gt; “Gue juga ahh. Mau nonton Take him out dulu.” Kata Cakka sambil membereskan tasnya.&lt;br /&gt; “Take Him Out??? Lo doyan nonton begituan???” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Iya. Acaranya seruuu. Udah ya.....gue pulang dulu.” Cakka lalu meninggalkan mereka. Tiba - tiba Deffie datang dan Ciendry datang.&lt;br /&gt; “Woooyyyyyyyy!!!!!!!!!” Kaget Deffie dan Ciendry.&lt;br /&gt; “Eh, copot kucing melayang ke atas genteng....” Kata Gabriel latah.&lt;br /&gt; “Eh copot Deffie sama Ciendry emang cantik.” Kata Obiet juga ikut2an latah. Tapi gagh kedengaran sama ank2, karna Gabriel latahnya kenceng bangeeeet.&lt;br /&gt; “Idihhh....Gabriel latah.” Kata Deffie mengejek Gabriel.&lt;br /&gt; “Huaahhh....kalian bikin kaget aja. Bisa2 copot nih jantung.” Kata Debo.&lt;br /&gt; “Iya tuh. Aib gue kebuka deh.” Kata Obiet.&lt;br /&gt; “Emang aib lo pa-an Biet??” Tanya Dayat heran. Yang laen juga ikut melototin Obiet.&lt;br /&gt; “Gue tau. Tadi lo latah trus bilang gue sama Deffie cantik khand??? Hayooo ngaku..” Lha? Perasaan tadi gagh kedengaran deh.&lt;br /&gt; “Wadooohh....parah banget sih lo Deff. Bikin cerita aneh2 gini. Tadi katanya gagh kedengaran. Tapi kok Ciendry bisa tau??!” Kata Obiet marah2 sama gue.&lt;br /&gt; “Yee....suka2 gue dong. Yang nulis siapa....yang jadi pemain siapa?? Weekkk...” &lt;br /&gt; “Ntar cerita Cinta Gila Shilla gue hapus lohh.....” Obiet masih marah2 sama gue.&lt;br /&gt; “Mana bisa lo ngapus cerita gue. Lo khand ada dicerita sedangkan gue didunia nyata..”&lt;br /&gt; “Kalian kok malah berantem.....udah Def, lanjuut ceritanya...” Kata dayat.&lt;br /&gt; “Oke deh. Deb, beneran lo suka sama Zahra kakak gue?” Tanya Cindry.&lt;br /&gt; “Hehehe…..kasi tau ngga ea………” Kata Debo sambil menerawang jauuuuhhh buangeeet sampe ke kutub utara (??).&lt;br /&gt; “Halaahhh…kasi tau aja...tak kasi seribu lohhh...” Kata Cindry nawarin. Cat: Cindry suka berbisnis dan suka banget sama yang namanya uang. Wah...wah....kayak Tuan Crab dund???&lt;br /&gt; “Ca’elah.....seribu doang. Pelit amat lo Cin....udah deh gue kasi tau aja deh....! Iya, emang kenapa??”&lt;br /&gt; “Ngga kenapa2 sieh, cuman mau bilang kalau kalian itu cocok! DZFureva!! Wah....cocok tuh...”&lt;br /&gt; “Wah....ada fansclub baru nih.......” Kata Gabriel nyindir Si Debo.&lt;br /&gt; “Ahh...lo ada ada aja Yel....” Kata Debo tersipu malu.&lt;br /&gt; “Jiaahhahaha........si Debo....malu2 Kebo.....eh, kucing!” Kata Deffie ngejek Debo.&lt;br /&gt; “Waduuuh lo Def...tega amat am ague...masa gue dibilang Kebo. Hikzz....” Jiahh....malah nangis tuh orang.&lt;br /&gt; “Hahaha....lo cewek apa cowok sih Deb. Masa gitu doang nangis???” Kata Cindry.&lt;br /&gt; “Tau tuh....cengeng. Hehe...piss Deb....” Kata Deffie.&lt;br /&gt; “Gue ya cowok lah!!! Udah ah...gue mau back to humzzz...” Kata Debo sambil membereskan tasnya.&lt;br /&gt; “Jiaaa....ngambek. Yaudah...gue ama Cindry juga mau pulang. Gue mau nonton Take Him Out! Babayyyyy....”&lt;br /&gt; “Lha??? Kok pada hobi banget sih nonton begituan? Tadi Cakka sekarang elo! Waduuuh....emang gimana sih tuh acara?!” Kata Dayat bersungut.&lt;br /&gt; “Hah??? Cakka juga hobi nonton THO?? Wahh...wah...jodoh emang gagh kemana.....” Kata Deffie ngareph.&lt;br /&gt; “Jaahhhh elo def....ntar disamber Shilla baru tau rasa....” Kata Cindry protes.&lt;br /&gt; “Just Kidding Cind.....hehe....”&lt;br /&gt; “Udahhh yukk....pulang....” Ajak Cindry.&lt;br /&gt; “Hehe....babay Deffie, Cindry....hehe....” Kata Obiet nyengir gagh karuan.&lt;br /&gt; “Jaahhhh....Obiet. Playboy amat lo....lo sukanya ama Oik apa sama mereka??” Kata Dayat.&lt;br /&gt; “Tiga2nya.....hehe.....”&lt;br /&gt; “Jiaaahhhhhh.......” Kata Dayat, debo, Gabriel kompak sambil satu persatu noyor jidat Obiet.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Keesokan harinya.....&lt;br /&gt; “Shilla.......” Panggil Cakka. Tapi Shilla langsung kabur gitu aja, dia udah ngga mau lagy ketemu sama Cakka.&lt;br /&gt; “Shill....tunggu Shill......ada yang mau aku omongin sama kamu....” Shillapun berhenti. Lalu menoleh kearah Cakka.&lt;br /&gt; “Ada apa lagy??? Gagh ada lagy yang mesti kita omongin. Urusan kita selesai. Dan aku udah gagh mau berurusan sama kamu.” Kata Shilla dengan nada tinggi.&lt;br /&gt; “Shill....dengerin aku dulu. Urusan kita belum selesai. Kita tuh belum putus secara sah.”&lt;br /&gt; “Maksud kamu???”&lt;br /&gt; “Dimana-mana gagh pernah orang pacaran yang mutusin cuma satu pihak aja. Aku kemarin belum jawab IYA.”&lt;br /&gt; “Tinggal bilang iya aja susah amat sih.”&lt;br /&gt; “Aku gagh akan mau bilang IYA!”&lt;br /&gt; “Nahhh...itu tadi barusan kamu bilang iya. Berarti kita udah sah putus dong. Udah dehh...aku mau pergi. Masih banyak urusan yang lebih penting daripada ini.” Kata Shilla sambil melangkah pergi.&lt;br /&gt; “Shillla..........tunggu! Tadi itu aku bilang Iya bukan karma aku setuju kalau kita putus.”&lt;br /&gt; “Whatever...” Shilla tetep cuek dan pergi menuju Sivia.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Heyyy Shilla....darimana aja tadi.” Sapa Sivia dikelas.&lt;br /&gt; “Dari tempat Cilaka. Emang ya dia itu bikin celaka!”&lt;br /&gt; “Lha??? Kenapa?? Lo habis berantem ya tadi ama Cakka.”&lt;br /&gt; “Ya gituuu deh.”&lt;br /&gt; “Abis lo sih...mutusin dia tanpa alasan yang jelas.”&lt;br /&gt; “Gagh jelas apanya. Gue mutusin dia khand biar Oik gagh marah lagy ama gue.” Tiba2 Oik datang sambil menatap sinis Shilla.&lt;br /&gt; “Oik!!!” Kata Shilla sambil menuju Oik.&lt;br /&gt; “Kenapa??? Lo mau bilang kalau lo gagh akan mau mutusin Cakka.” Kata Oik dengan sinisnya.&lt;br /&gt; “Bukan gitu Ik...tapi justru gue mau bilang kalau gue......” Tiba2 omongan Shilla terpotong ketika Angel memanggil Oik.&lt;br /&gt; “Ade’ Oik...” Kata Angel dari pintu kelas.&lt;br /&gt; “Kak Angel? Kenapa kak??” Kata Oik.&lt;br /&gt; “Kak Angel ngapain kesini??” Tanya Shilla.&lt;br /&gt; “Ngga....cuman ada urusan bentar sama Oik. Eh...maaf ea De’Shill...kayaknya kita mau ngomong berdua doang deh. Gpp khand??”&lt;br /&gt; “Gagh apa kok...”&lt;br /&gt; “Yaudah....yuk De’Oik. Ikut kakak...” Hmm...kira2 ngapain ya mereka. Jahhh...gue yang bikin cerita gue sendiri yang gagh tau. *begokbegokbegok*&lt;br /&gt;Bel berbunyi. Oik masuk kelas. Hari ini adalah pelajaran menggambar. Bu Winda sang guru Kesenian pun masuk.&lt;br /&gt; “Good morning madam.....”&lt;br /&gt; “Good morning. Today we would like to drawing, yes??”&lt;br /&gt; “Yes, madam.”&lt;br /&gt; “Sekarang kalian keluarin buku gambar kalian. Hari ini kita menggamabar bebas.”&lt;br /&gt; “Okay, madam.” Anak2 kelas 8b mulai menggambar. Sekitar setengah jam kemudian Bu Winda menerima sms. Ternyata itu sms dari suaminya.&lt;br /&gt; “I’m sorry. I’m must go to my house now. Because my father is sick. But, you must silent when I go!” Kata Bu Winda.&lt;br /&gt; “Yess madam....”&lt;br /&gt; “Via...artinya pa-an sih?? Bu Winda ngomongnya laju buanget. Sampe kedengaran kalau dia nyebut cwelwodasjkbdasgfnsfbdfweec gitu.” Senggol Shilla.&lt;br /&gt; “Ibu bilang kalau Ibu mau pergi ke rumahnya. Soalnya papanya Ibu sakit.”&lt;br /&gt; “Ohhh....gituuu.....Jadi Papanya Ibu Winda mau datang kerumahnya. Ohh...” Jahh....tar tabok-tabok dah pala Shilla. *langsungdicakarkekey*&lt;br /&gt; “Haduuuhhhh Shilla......susah deh ngomong ama lo.”&lt;br /&gt; “Ah...masa sih susah ngomong ama gue?? Emang gue pake bahasa pa-an??”&lt;br /&gt; “Pake bahasa alien!! Huftt....” Kata Via geram.&lt;br /&gt; “Duhh....Via.....ketoilet yuukk...” Ajak Shilla.&lt;br /&gt; “Yah...elo Shill...hampir selese nieh gambar.”&lt;br /&gt; “Udah ah...bentaran doang.” Kata Shilla langsung menarik tangan Via.&lt;br /&gt; “Eh....kita kagetin si Oik yuk. Kata Debo.”  Muncul deh kelakuan jailnya.&lt;br /&gt; “Hahaha....ide bagus tuh....” Kata Cakka.&lt;br /&gt; “Ssssttt......” Kata 3 orang itu kepada satu kelas. Oik yang tengah asik menggambar jadi gagh tau kalau mereka mau ngagetin dia.&lt;br /&gt; “Baaaaaaaaaaa.............” Gambar Oik tiba2 tercoret karena saking kagetnya.&lt;br /&gt; “Yahhhh...kecoret deh gambarnya. Ih.....kamu nyebelin banget sih Cak! Khand jadi rusak nih gambar aku.” Kata Oik sambil meninggalkan kelas. Cakka merasa bersalah karna dia yang paling depan ngagetin Oik. Lalu tanpa sengaja Cakka melihat gambar Oik. Alangkah kagetnya Cakka ketika dia tau kalau itu adalah gambar dirnya sedang bermain basket (waduh...kata-katanya).&lt;br /&gt; “Dihh....si Oik. Beneran suka ya ama gue???” Kata Cakka sambil membawa gambar itu karna dia tau cewek kayak Oik sekali kesel akan kesel terus sampe orang yang bikin dia kesel minta maaf ke dia dan harus mau ngelakuin apapun yang dia mau.&lt;br /&gt;Ternyata Oik pergi ke toilet, dia bertemu Shilla dan Oik.&lt;br /&gt; “Oik???” Kata Shilla.&lt;br /&gt; “Via??” Kata Oik.&lt;br /&gt; “Shilla???” Kata Via.&lt;br /&gt; “Oik???” &lt;br /&gt; “Via??” &lt;br /&gt; “Shilla???” &lt;br /&gt; “Oik???” &lt;br /&gt; “Via??” &lt;br /&gt; “Shilla???” Dst sampe mereka capek (hehe). &lt;br /&gt;Teruss....apakah yang terjadi setelah ini?? Tunggu episode selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maft kali ini ceritanya terlalu panjang, habis tanggung (weleh-weleh...). Pengen jadi penulis novel aja deh. Hagz...hagz...ngareph buanget dah gue....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sankyu. Jangan lupa komen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-1090812901144820069?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/1090812901144820069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-3-kepompong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1090812901144820069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1090812901144820069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-3-kepompong.html' title='Cinta Gila Shilla #3 (Kepompong)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-8753301490317760595</id><published>2009-12-28T18:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-28T19:01:45.321-08:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla #2 (Ciee....CakShil)</title><content type='html'>Akhirnyaa dipost juga nieh cerita. Udah lama kesimpen cuman belum dipost adjahhh.... Mav kalau lama nunggu.&lt;br /&gt;Oke....lagsung aja ea........&lt;br /&gt;^Medh baca.....^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dirumah.....&lt;br /&gt;Shilla membuka pintu kamarnya....&lt;br /&gt; “Hehe.....” Shilla cengar cengir sendiri.&lt;br /&gt; “Dek.....kamu ngapain cengir2 kayak gitu?? kayak orang gila tauk!” tiba2 Kak Angel (Kakaknya Shilla) masuk kamar.&lt;br /&gt; “Wadooohh....Kak Angel bikin kaget aja....hehe. Apa kak?? Kincir?? Emang disini ada kincir angin...” Dasar ya.&lt;br /&gt; “Makanya.....jangan ngelamun terus....ntar kesambek lohh.....emang mau kamu kesambek?? Bukan kincir, tapi cengar-cengir..” Angel yang sekarang duduk dikelas 3 SMP itu berusaha menegur adiknya yang super duper meler o’on itu....hagzzz...formasi baru booo......&lt;br /&gt; “Kalau kesambek Cakka sih mau Kak.....” Shilla masih senyum2 sendiri.&lt;br /&gt; “Hah??? Cakka?? Siapa tuh dek? Cowok kamu....”&lt;br /&gt; “Dia bukan cowok aku....tapi dia pacar aku kak.......”&lt;br /&gt; “Ca’elah.....apa bedanya cowok sama pacar???” Dalam fikiran Angel dia berkata “Kasian banget ya gue...punya adek o’on kayak gini....”&lt;br /&gt; “Ya beda dong kak....kalo cowok kan bukan berarti pacar....kalau pacar ya jelas itu emang pacar bukan temen ato sahabat....”&lt;br /&gt; “Akhirnyaa dek......akhirnya kamu sembuh juga....” Angel tersenyum. Shilla langsung melihat wajah kakaknya itu.&lt;br /&gt; “Sembuh apanya Kak?? Gak ngerti aku....” Shilla garuk2 kepala.&lt;br /&gt; “Sembuh dari penyakit o’on kamu ituuuu...” Mulut Angel moyong sekitar satu meter.&lt;br /&gt; “Idiiiihhh.....monyong banget.....biasa aja kaliii.....” Shilla nyengir.&lt;br /&gt; “Baru aja penyakitnya sembuh.....eh kambuh lagi. Huaaa....apesss banget deh hidup loo...” Shilla garuk2 kepala ngga tau apa2.&lt;br /&gt; “Apaan sih kak....gak ngerti akuuu.......”&lt;br /&gt; “Sabar....sabar....” Angel menegelus2 dadanya. “Ya...udah...ganti topik aja....”&lt;br /&gt; “Ohhh.....topi... Kak, tadi siang aku beli topi baru loh....warnanya pink! Keren loh kak....” Shilla mengacungkan jempol.&lt;br /&gt; “Bukan topi adekkku saiannkkk.....tapi topik......pake K!” Kasian banget ya tuh Angel.&lt;br /&gt; “Ohh....kirain apaan. Bilang dong dari tadi. Huft....aku kirain Topi....”&lt;br /&gt; “Arrrgghhh.....sabar gel....sabar....btw Cakka itu pacar kamu? Kapan jadiannya??? kenapa gak kasi tau kakak??”&lt;br /&gt; “Hehe....jadiannya tadi kak. Waktu Shilla pergi ke bioskop. Hihi....Cakka orangnya so sweet banget Kak....dia nyanyiin aku lagunya Bola Matta yang judulnya  Pacarku Yang Cantik...” Lha.....kok Bola Matta?? Ntar dilaporin ke komnas HAM sama Matta band lho...&lt;br /&gt; “Hahahaa.....kamu ada2 aja dek....yang ada tuh Matta, buka Bola Matta...emang dia sekolah di Starring School juga sama kayak kita?”&lt;br /&gt; “Iya kak....dia juga sekolah di Starring School...sama kayak kita. Kelasnya juga sama kayak aku, kelas 8b....”&lt;br /&gt; “Jangan2 dia anak basket yang cakep itu ya? Yang baru dimasukin ke tim basket sama Dayat itu?”&lt;br /&gt; “Iya...yang itu kak.....cakep kan? Ya iya lah...secara dia adek kelas yang always digosippin sama Kakak Kelas kan?? Aku tau kok....”&lt;br /&gt; “Iya....Cakka emang cakep banget! Kenapa dia jadiannya sama kamu...bukan sama aku? Huhu....tapi gpp. Gosip tentang kamu pacaran sama Cakka bakalan Kakak sebarin. haha....yess....!” Huft....dasar anak2 cewek jaman sekarang. Lha...emang gue bukan cewek??&lt;br /&gt; “Dasar.....kakak kelas yang aneh.....tuh kan bener. Kakak kelas suka ngegosipin Cakka. Aku juga tau.....anak2 cheers kelas 8 termasuk aku juga sering digossipin kan?” Wah....walaupn o’on, Shilla tetep punya satu kelebihan...yaitu indera keenam.&lt;br /&gt; “Wahhh....hebat kamu dek. Bisa nebak! Hagzz....emang sih bener apa yang kamu bilang. Secara.....genk ^GOSSIP^ getooo loh......” Genk gossip terdiri dari kakak2 kelas 9 yang hobby ngeggosip dan anggotanya adalahh....tada...Ify (Ketuanya), Angel, Zahra, Osha, dan Irva.&lt;br /&gt; “Udahh ketauan dari namanya......bay the way jangan disebarin dong kak....kan aku jadi gak enak sama Cakka....Oik juga...” Shilla menunduk.&lt;br /&gt; “Oik??? Emang dia kenapa? Oik itu...kalau gak salah yang anak cheers juga kayak kamu itu kan??”&lt;br /&gt; “Iya....itu dia Iok...eh, Oik. Hehe..”&lt;br /&gt; “Emang ada apaan sih sama Oik?”&lt;br /&gt; “Dia itu suka sama Cilaka. Tapi Cilakanya lebih deket sama aku...dan sekarang kita jadian...ntar kalo dia marah sama aku gimana Kak? Aku juga sih....bego banget waktu Cilaka nembak aku. Kenapa aku waktu itu gak mikir sampe kesitu ya....huft. Coba aja waktu itu aku nolak Cilaka....” Shilla makin sedih. Huhu....hiks...hiks...(lebay)&lt;br /&gt; “Perasaan tadi namanya Cakka, bukan Cilaka??” Angel bingung.&lt;br /&gt;“Sama aja kali kak.....”  Hah??????????????????????????????????????&lt;br /&gt;”Aduh....Shilla bikin bingung aja...”&lt;br /&gt;“Iya deh, namanya Cakka, bukan Cilaka...”&lt;br /&gt;“Akhirnya ngaku juga. Eh.....jangan gitu dong. Kamu gak boleh nyesel udah nerima Cakka. Berarti kamu nerima Cakka gak ikhlas dong?”&lt;br /&gt; “Bukkannya gitu kak....tapi aku gak enak aja sama Iok.” Lagi lagi...&lt;br /&gt; “Kalau kamu gak enak sama dia...kamu bilang aja yang sebenarnya. Pasti Iok ngerti kok...eh, Oik maksudnya. Gara2 kamu sih dek...”&lt;br /&gt; “Idiih...kakak ketularan. Aduhh...kakak ini gimana sih...ntar kalau aku bilang yang sebenarnya ke Oik. Makin bereba urusannya kalo gitu....”&lt;br /&gt; “Berabe Shilla. Bukan bereba..huft..” Shilla cuman nyengir. “Hmmm....iya juga sih. Tapi emang sih kadang2 jujur itu menyakitkan. Tapi lebih menyakitkan lagi kalo kita bo’onk dek....jangan sampe kamu nyembunyin hubungan kamu sama Cakka ke Oik. Ntar kalo Oik tau....bisa pecah masalahnya.....”&lt;br /&gt; “Iya sih.....tapi.....” Tiba2 handphone Angel berbunyi Persahabatan bagai kepompong....mengubah ulat menjadi kupu2... &lt;br /&gt; “Duh...bentar ya dek....handphone kakak bunyi nih.”  Angel segera mengangkat telfon itu. “Haloo”&lt;br /&gt; “Halo.....gel...malam ini jadi kan kita ngumpul bareng. Yang laen udah pada ngumpul nih...tinggal kamu aja....”&lt;br /&gt; “Jadi dong fy....masa ngga....ntar kalo aku ketinggalan gossip baru bisa gawat tuhh ceritanya..” Ternyata yang nelfon Si Ify....&lt;br /&gt; “Oke....tapi datengnya gak usah lama2 ea...”&lt;br /&gt; “Oke deh....”&lt;br /&gt; “Siapa kak? Kak Deffie?? (Hehe....)” Tanya Shilla.&lt;br /&gt; “Bukan.....tapi Ify....Deffie kan bukan anak GOSSIP...” &lt;br /&gt; “Emang kenapa kalau bukan anak GOSSIP yang nelfon?”&lt;br /&gt; “Gagh kenapa2 siiih. Ini....kayak biasa anak2 GOSSIP pada ngumpul...o, ea udah dulu ya...kakak mau pergi dulu nieh..gak enak kalau anak2 GOSSIP pada nunggu lama.&lt;br /&gt; “Iya....tapi tentang aku pacaran sama Cakka jangan dibilang ya...”&lt;br /&gt; “Okee......”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Esoknya disekolah.....&lt;br /&gt;Anak2 kelas 8 semuanya udah pake baju olahraga..karna hari ini adalah jadwal mereka olahraga. Anak2 cheers juga udah siap2 ganti baju untuk latihan cheers lagi.&lt;br /&gt; “Shil...kok lo mukanya gak semangat gitu? Ntar ngecheersnya jadi gak semangat juga lho....” Kata Gita yang juga anak Cheers.&lt;br /&gt; “Iya tuh....mukanya asem banget.....” Kata Sivia sahabat Shilla yang juga anak cheers. Cat. anak2 cheers: Oik (ketua), Shilla, Gita, Via, Ourel, Cahya, Nadya, Meisye, dll.&lt;br /&gt; “Asem?? Emang gue lemon apa???” Jawab Shilla dengan muka murung.&lt;br /&gt; “Maksudnya bukan asem itu Shilla...tapi muka kamu kenapa sedih getoo...ntar cantiknya hilang lho...” Oik berusaha menghibur.&lt;br /&gt; “Cantik ntuh gak bisa hilang Iok......yang bisa hilang itu pacar...” Upss...Shilla keceplosan.&lt;br /&gt; “Ihhh wauuw Shilla. Sejak kapan nama Oik berubah jadi Iok??” Shilla ngikik ngga karuan.&lt;br /&gt;“Emang siapa pacar lo Shil?”  Tanya Oik serius. Shilla memandangi Via, seakan memberi harapan supaya Via gak ngasi tau kalo sebenarnya dia pacaran sama Cakka. Via pun merespon. Via ngagngguk2, kepala seakan memberi jawaban kalau dia gak akan ngasi tau yang sebenarnya.&lt;br /&gt; “Huft..bagus deh.....”&lt;br /&gt; “Bagus kenapa Shil?” Tanya Oik.&lt;br /&gt; “Ahhh....gak kok. Ini....tadi gue bilang permainan basket timnya Cakka bagus...hehe” Shilla menunjuk Cakka yang lagi main basket. Ternyata Cakka ngeliat Shilla. Lalu dada2in Shilla, sambil tersenyum manissssss banget. Tau deh senyumnya Cakka...bikin pingsan euy....&lt;br /&gt; “Lo suka ya sama Cakka....ciee......” Ejek Oik, padahal dia gak setuju banget kalau Shilla sama Cakka jadian.&lt;br /&gt; “Ya gak dong.....emangnya lo gak cemburu?”&lt;br /&gt; “Cemburu sih....hehe”&lt;br /&gt; “Eh...jadinya kapan kita latihan cheers kalo ngobrol2 terus kayak gini...” Saran Gita.&lt;br /&gt; “Eh...iya...jadi lupa....yukkzzzzz....” Akhirnya mereka pergi keruang latihan. Disitu Ourel dan Cahya udah nunggu. Sambil menunggu, Ourel udah lathan cungkir balik sebanyak 7 kali. Cahya cuman lagi OL fb pake BB-nya.&lt;br /&gt; “Ourel.....ngapain lo cungkir balik kayak gitu?” Tanya Gita heran.&lt;br /&gt; “Pemanasan Git....” Ourel nyengir sambil melanjutkan latihan pemanasan cungkir baliknya itu.&lt;br /&gt; “Haha.......gila lo rel.....mana ada pemanasan kayak gitu. Yang ada tuh pemanasan sayur yang udah dingin diatas kompor. Haha....” Kata Shilla ngakak sampe guling2.&lt;br /&gt; “Yeee......sama aja lo Shil!” Kata Ourel.&lt;br /&gt; “Shilla!!!!” Panggil Cakka. Oik terlihat jelous.&lt;br /&gt; “Cakka.......??” Shilla berlari menuju Cakka dan membawa Cakka kelapangan, dia takut kalau Oik cemburu sama dia.&lt;br /&gt; “Lho??? Kok kesini??” Tanya Cakka heran.&lt;br /&gt; “Aku takut Oik jelous Cak.....”&lt;br /&gt; “Jadi Oik belum tau klau kita.....” Omongan Cakka terpotong saat Shilla menutup mulutnya.&lt;br /&gt; “Ssssttt.....jangan sampe ada yang tau.....”&lt;br /&gt; “Emang kenapa sih Shil?”&lt;br /&gt; “Aku gak mau satu sekolah tau kalau kita ehm2....apalagi kalau sampe kedengaran Oik bisa berabe urusannya.&lt;br /&gt; “Kok kamu jadi aneh sih? Yang pacaran tuh kita...bukan Oik....” Tiba2 anak2 CSF yang ada ditepi lapangan ngeliat Cakka sama Shilla beduaan.&lt;br /&gt; “Cieee................CakShill............cuit2......” Ejek anak2 CSF.&lt;br /&gt; “CakShil? apaan tuh???” Tanya Cakka.&lt;br /&gt; “Cakka Shilla......cieeee.....” teriak Deffie.&lt;br /&gt; “Ohh....kirain apaan.....kirain CakShil kepanjangannya Cantiknya Shilla....hehe...” Shilla narsis beuuuuddd….&lt;br /&gt; “Ehm2.....” Kata Oik yang ada udah dari tadi ngedenger pembicaraan mereka.&lt;br /&gt; “Yaah....kok ada Oik sih...ganggu suasana CakShill aja....” Kata Cinda.&lt;br /&gt; “Ea tuh......gangguin aja deh. Padahal kan udah bagus tadi beduaan doang..” Kata Ciendry yaitu ketua genk CSF. Disini CSF artinya Cewek Sejagad Forever. Hahahaha....capek deuuhh...&lt;br /&gt; “Btw...kok Oik bisa muncul tiba-tiba ea??? Aneh banged..kalian pada liat Oik gagh tadi bediri nguping Cakka ama Shilla ngomong??” Mirandha kebingungan.&lt;br /&gt; “E-eh....perasaan Oik tadi gagh ada disitu..aneh! Mungkin Iok punya temen jin kali??” Kata Deffie ngaur.&lt;br /&gt; “Halahh.....ngaur lo Def.” Kata Cinda sambil menoyor jidat Deffie.&lt;br /&gt; “Ea tuh....perasaan namanya Oik deh, bukan iok???” Kata Mirandha.&lt;br /&gt; “Hehe....khand aku kembaranya Shilla.....” Mulai deh ngarephnya datang.&lt;br /&gt; “Ngareeepppppp.....” Kata anak CSF kompak sambil noyor jidat Deffie.&lt;br /&gt; “Kalian pada ngapain???” Tanya Oik kepada Cakka dan Shilla dengan judes.&lt;br /&gt;Apa yang terjadi abis ini????&lt;br /&gt;Apakah Oik bakalan musuhin Shilla? Ato malah ngdukung hubungan mereka?&lt;br /&gt;Tunggu aja part ke’3 nya........&lt;br /&gt;Mav kalo part kedua ini ceritanya kurang lucu dan kurang panjang. Soalnya lagi gak mood nieh...&lt;br /&gt;O, ea....bagi anak2 CSF yang pengend dicantumin namanya dicerita Cinta Gila Shilla, comment aja ea. Pasti aku cantumin kok. Sementara hanya admin2nya dulu yang nongol.&lt;br /&gt;Bagi yang punya kritikan atau masukan...&lt;br /&gt;^Don’t forget to comment....^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-8753301490317760595?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/8753301490317760595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/8753301490317760595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/8753301490317760595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-2.html' title='Cinta Gila Shilla #2 (Ciee....CakShil)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-6368889686129763794</id><published>2009-12-28T18:49:00.001-08:00</published><updated>2009-12-28T18:52:21.635-08:00</updated><title type='text'>Cinta Gila Shilla #1 (Shilla si o'on)</title><content type='html'>“Aviiiiiii....................” Shilla berteriak2 dipintu gerbang sekolah kayak orang gila.&lt;br /&gt;“Shilla??? Lo gila ya...manggil gue kenceng2 gitu? Lagipula sejak kapan nama gue berubah jadi Avi?” Via bersungut2&lt;br /&gt;“Hahahaaaaa........corry deh corry......tapi gue lagi falling in love Via, falling in love.....” Harap maklum ya temen2..Shilla  emang orangnya kayak gitu.&lt;br /&gt;“Falling in love sih falling in love...tapi ngga usah segitunya kaleee......” Via marah2. “Emang lo lagi falling in love sama capa??? Riko?” &lt;br /&gt;“Ya ngga lah Via....itu mah elo yang naksir ma Riko. Gue lagi falling in love cama titik2....”&lt;br /&gt;“Ha?? Emang ada nama ya nama cowok titik2?” Kok tulalit ma o’on nya Shilla pindah ke Via sih?&lt;br /&gt;“Lhaaaa.......kok lo o’on banget sih? Atau jangan2 virus gue pindah ke elo?” Shilla menunjuk2 muka Via.&lt;br /&gt;“He....nyadar juga lo..........kalau lo o’on!”&lt;br /&gt;“Hehe.......tapi gue seneng Via...seneng..........” Via hanya tersenyum tipis. “Aku jatuh cinta...ku jatuh cinta cinta kepadamu....ku jatuh cinta...I am falling in love...I’m falling in love with you.....” Lhaa.....kok with you? Shilla falling in love sama Via??? Waduh! Lalu Kedua sahabat karib itu terus berjalan menuju kelas mereka sambil diiringi lagu falling in love yang dinyanyikan Shilla. Via hanya mesem mesum.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Dikelas........&lt;br /&gt; “Shilla, lo ntar malem ada acara ngga?” Tanya Via.&lt;br /&gt; “Acara? Emang gue ulang tahun....pake acara2 segala...” Kayaknya penyakit Shilla mulai kambuh nih.&lt;br /&gt; “Duh...kumat deh penyakit o’on nya. Maksud gue ntar malem lo ada kegiatan ngga? Misalnya pergi ke undangan, atau ada acara keluarga gitu....Ngerti khand?”&lt;br /&gt; “Ouh....bilang dong dari tadi.....” Via garuk2 kepala. Sabar...sabar.... “Ngga ada tuh, emang kenapa?”&lt;br /&gt; “Ntar malem temenin gue nonton yuk....”&lt;br /&gt;“Nonton?? Kan lo bisa nonton sendiri...adek lo kan ada tuh dirumah. Trus kata lo kemarin Nyokap dan Bokap lo kan pergi keluar kota. Jadi lo bisa leluasa dong nonton dirumah..” Shilla emang tulalit banget.&lt;br /&gt; “Maksud gue nonton di bioskop Shillaku saiankkk.....” Via berusaha sabar menghadapi kenyataan pahit itu (hehe).&lt;br /&gt; “Ouuhhhh........emang nonton film apaan lagi? Tapi gue saranin sih nonton film Boys Before Flowers aja. Soalnya keren. Walaupun..gue ngga ngerti sih jalan ceritanya. Yang penting ada Lee Min ho, Kim Joon Hyung, Kim Beom, ma Kim Hyun Joong aja gue udah ngerti kalau disitu banyak cowok2 ganteng....hehe....”&lt;br /&gt; “Kalau masalah cowok ngga pernah tulalit. Tapi kalau yang laen2....beeeehh.....parah tulalitnya...mungkin kalau lo periksa kedokter. Gue rasa penyakit o’on ma tulalit lo itu udah stadium akhir!”&lt;br /&gt; “Lho....kok lo nyumpahin gue sih! Gue kan ngga punya penyakit apa2.” Lagi2 Via garuk2 kepala.&lt;br /&gt; “Jadi bisa ngga ntar malem?”&lt;br /&gt; “Bisa...bisa....tapi film Boys Before Flowers ya..”&lt;br /&gt; “Oceeee.....abisnya gue dirumah ngga ada kerjaan sih.”&lt;br /&gt; “Ya iya lah ngga ada kerjaan. Orang semua pembantu lo yang ngerjain. Dari nyapu, ngepel, nyuci baju, nyuci piring, el de de...(haa??? el de de??)”&lt;br /&gt; “De el el Shilla.....”&lt;br /&gt; “O, iya de el de....”&lt;br /&gt; “De el el.......saiankkk.......”&lt;br /&gt; “O, iya....iya.....de el...el...Hehe!”&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Malamnya...&lt;br /&gt; “Shil, gue tunggu di bioskop  ya...” Via menelfon Shilla.&lt;br /&gt; “Sorry Vi...gue lupa. Malam nih gue ketemuan sama cowok itu...”&lt;br /&gt; “Yaahh..kenapa lo baru bilang sih. Apa penyakit lo bertambah satu, pikun? Truss gue sama siapa dong perginya? Padahal tiketnya udah gue beli, dua lagi.”&lt;br /&gt; “Sorry Vi....sorry....abisnya gue  ngga ingat sama sekali. Lo pergi sama Si Ourel (Adik Via) kan bisa.”&lt;br /&gt; “Ngga seru ahh....mendingan gue ajak Riko aja....weexxxxxzzzz.....”&lt;br /&gt; “Ajak sono......emang gue jalous apa lau lo pergi sama Riko?”&lt;br /&gt; “Yee....siapa tau aja jalous. Emang siapa sih cowok yang bisa bikin lo falling in love itu?”&lt;br /&gt; “Gue juga ngga tau jelas namanya. Abis dia ngga jelas nyebutin namanya. Kalau ngga salah sih...Cilaka....” Duh, kayaknya penyakit Shilla emang udah parah bangetz, masa ada sih cowok yang namanya Cilaka?&lt;br /&gt; “What??? Cilaka??? huahaa....hahahha........” Via ngga henti2nya tertawa.&lt;br /&gt; “Kenapa lo? Kesambek setan?”&lt;br /&gt; “Shilla...Shilla...mana ada orang yang namanya Cilaka. Hahahaha......”&lt;br /&gt; “Ya gue kan juga ngga tau jelas. Abis dia yang nyebut namanya sendiri ngga jelas gitu.”&lt;br /&gt; “Dia yang nyebutnya ngga jelas apa lo nya nih yang ngga jelas...” Via masih ngakak. Kayaknya udah keterlaluan banget nih penyakitnya Shilla.&lt;br /&gt; “Udah ahh....malez dengerin lo ngakak ngga jelas gitu..”&lt;br /&gt; “Yoo wes....aku juga mau SMS Riko dulu nih. Kalau dengerin lo ngomong si Cilaka2 itu bisa gila gue..” Tapi bukannya Via udah gila karna penyakitnya Shilla yang udah ngga bisa diobatin lagi itu?&lt;br /&gt;tut...tut....tut....&lt;br /&gt; “Yah....dia marah. Telfonnya diputusin!” Via masih senyam senyum ngingatin yang tadi.&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;Shilla udah nunggu sekitar baru lima menit.&lt;br /&gt; “Duh....Cilaka mana ya? Upzz.....eee....ngga tau deh capa namanya. Kok lama bangets sih? Gue udah nunggu berjam2 dicini...” Ha?? Berjam2 padahal baru 5 menit doang.&lt;br /&gt;Tiba2 sosok cowok cakeb memakai celana jeans dengan penampilan layaknya cowok2 jaman sekarang menghampiri Shilla.&lt;br /&gt; “Udah lama belom nunggu gue?”&lt;br /&gt; “Udah lama tauk....udah berjam2!”&lt;br /&gt; “Emangnya perginya jam berapa?”&lt;br /&gt; “Jam 7 pas.”&lt;br /&gt; “Lhaa......kan sekarang baru jam 7 lewad 5? Apa jam gue yang rusak kali ya?” Kayaknya ni cowok bakalan tersiksa sama seperti Via ketika berhadapan dengan penyakit Shilla.&lt;br /&gt; “Ngga....jam lo ngga rusak kok. jam gue juga sama kayak lo, jam 7 lewad 5! ya udah...tunggu apa lagi, sekarang kita mau pergi kemana?”&lt;br /&gt; “???????????” Cowok itu bengong bingung (ngerti kagak?).&lt;br /&gt; “Lho...kok malah bengong? Sekarang kita mau pergi kemana?”&lt;br /&gt; “E...e....kita pergi ke bioskop aja yuk. Soalnya gue juga udah beli tiketnya.”&lt;br /&gt; “Occehhh.....tapi nonton film horror ya.....” Lha...tadi sama Via pengen nonton film boys Before flowers. Sekarang minta nonton film horror. Gimana sih Shilla??&lt;br /&gt; “Siippp....”&lt;br /&gt; “Bay The Way nama lo siapa kemarin? Gue lupa...kalau ngga salah Cilaka ya?” Waduh...gawat nih.&lt;br /&gt; “Ya elah....masa orang cakeb gini namanya Cilaka?! Apa kata dunia coba? Nama gue tuh Cakka bukan Cilaka.”&lt;br /&gt; “Owh....Kacca...”&lt;br /&gt; “Astaganaga....Cakka neng bukan Kacca.” Duh...resek amat nih cewek.&lt;br /&gt; “Sorry...sorry....penyakit gue kayaknya mulai kambuh deh.”&lt;br /&gt;Sesampai di bioskop.&lt;br /&gt; “Eh, tu Shilla bukan ya? Iya...iya...itu Shilla...tapi cowok yang sama dia siapa ya? Kok cakeb amat. Mungkin itu kali ya yang dia bilang cilaka2 itu.”&lt;br /&gt; “Apa Vi?” Tanya Riko heran melihat Via ngobrol2 sendiri.&lt;br /&gt; “Ahh...ngga..”&lt;br /&gt;Riko dan Via memasuki bioskop itu.&lt;br /&gt; “Wah....kayaknya seru nih!” Shilla udah nyiapin popcorn biar makin seru.&lt;br /&gt; “Shil, kalau takut jangan malu2 untuk meluk gue ya?”&lt;br /&gt; “Ha?? Apa mas? Mas mau saya peluk. Wahh...mau dong..” Kata cewek berbadan gede yang duduk disebelah Cakka. Cakka menepuk dahinya.&lt;br /&gt; “Maaf mbak, saya ngga bilang mbak tapi pacar saya yang disebelah. Namanya Shilla.” What? Pacar?&lt;br /&gt; “Ohh....saya kirain bilang saya mas. Abis namanya mirip sama nama saya, Shilta.”&lt;br /&gt; “Wahhh...beda dong mbak. Namanya aja beda gitu. Apalagi Shilla pacar saya lebih cantik dari mbak! Hehe...kidding mbak.” Padahal sebenarnya itu jujur dari hati Cakka. Shilla itu cantik, imut, manis, langsing sedangkan Mbak yang disebelahnya itu gendut, pahit, narsis...mana rambutnya dikucir dua lagi.&lt;br /&gt; “Ehm...ehm....pacar? Sejak kapan?” ternyata Shilla mendengar percakapan tersebut.&lt;br /&gt; “Hehe....tapi kamu mau kan?” Cakka merayu Shilla.&lt;br /&gt; “Wah...filmnya mulai.....”&lt;br /&gt;Film horror tersebut dimulai.&lt;br /&gt;Dan akhirnya pun selesai juga. Di luar...&lt;br /&gt; “Tadi filmnya seru ya?” Padahal serunya karena Cakka habis2an dipeluk Shilla.&lt;br /&gt; “Seru apanya? orang kamunya yang keenakan dipeluk!”&lt;br /&gt; “Hehe....kapan2 nonton lagi yuk...”&lt;br /&gt; “Ogahhh........”&lt;br /&gt; “Shilla.......” Panggil Via.&lt;br /&gt; “Eh...Via...lo ngapain disini?”&lt;br /&gt; “Ya...elah...seharusnya tu ya gue yang nanya lo ngapain disini. Kalau gue mah...emang tadi mau nonton disini sama lo sebenarnya. Tapi lo nya yang ngga jadi.”&lt;br /&gt; “Oh iya...lupa. Riko mana?”&lt;br /&gt; “Dia lagi ditoilet. Bay the way cpa nieh?”&lt;br /&gt; “Ini lho cowok yang aku bilang itu.” Shilla mengedikkan matanya. Cakka tambah pede kalau dia akan menjadi pacar Shilla.&lt;br /&gt; “Ouh...yang namanya Cilaka itu ya??? Hehe...”&lt;br /&gt; “Via..........!!! Namanya Cakka tauk.”&lt;br /&gt; “Lho?? Kok orang cakeb gini namanya Cilaka?” Cakka protes.&lt;br /&gt; “Corry...corry...abis Shilla sendiri sih yang bilang.” Cakka memandang Shilla. Shilla hanya menangkringkan huruf V dijari telunjuk dan jari tengahnya.&lt;br /&gt; “Haha....yaudah...gue balik dulu ya...itu Riko.. Bye....”&lt;br /&gt; “Daaa.......”&lt;br /&gt;Cakka dan Shilla pun pergi ke mobil.&lt;br /&gt; “Itu tadi temen kamu Shil?”&lt;br /&gt; “Iya, kenapa? Cantik? Trus aku dikemanain?” Uppsss...salah sebut.&lt;br /&gt; “Ha?? Ngga...kok. Masih cantikan kamu daripada dia. Lagipula kamu tetep akan jadi calon pacar aku kok.” Lho...kok kata2nya berubah jadi aku kamu sih? Kacau...kacau...&lt;br /&gt; “Ha?? Beneran?”&lt;br /&gt; “Bener....dan lebih baik lagi kalau sekarang kamu ngga usah jadi calon pacar aku, tapi pacar aku.” Cakka emang pandai meluluhkan hati2 para cewek. Uhh....co cweett........&lt;br /&gt; “Kalau gitu sekarang kita jadian dong?” Kok nanya sih? Bukannya dijawab...&lt;br /&gt; “Tergantung dari jawaban kamu....”&lt;br /&gt; “Duh...jangan sekarang dong....aku belum belajar nih. Jangan ulangan sekarang. Pliss.”&lt;br /&gt; “Shilla.....maksudnya jawaban dari cinta aku. Bukan jawaban ulangan.”&lt;br /&gt; “Hee........kalau kamu maunya gimana?”&lt;br /&gt; “Aku sih maunya kamu nerima cinta aku.”&lt;br /&gt; “Ya udah....aku ngikut what you say lahhh....”&lt;br /&gt; “Beneran Say??? Maksudnya Shil?”&lt;br /&gt; “Beneran......”&lt;br /&gt; “Terima kasih Cinta.....untuk segalanya kau berikan lagi kesempatan itu.” Cakka memeluk Shilla. (Song : Terima Kasih Cinta, Afghan)&lt;br /&gt; “Tapi kamu beneran ngga nih suka sama aku? Apa kamu ngga nyesel? Aku kan punya penyakit.”&lt;br /&gt; “Ha??? Penyakit apaan?”&lt;br /&gt; “Penyakit tulalit sama o’on!”&lt;br /&gt; “Ohh....aku beneran kok Shilla, aku cinta kamu apa adanya.....Emang dokter mana sih yang bilang kalu kamu punya penyakit itu?”&lt;br /&gt; “Dokter Via. s pede es teller. Hagzz...” Shilla nyengir.&lt;br /&gt; “Ha?? Apaan tuh? Kamu becanda ahh Shil...”&lt;br /&gt; “Ya emang aku becanda, siapa bilang aku marah?!”&lt;br /&gt; “Kamu lucu deh. Itu yang bikin aku cinta sama kamu..”&lt;br /&gt; “Aku juga cinta sama kamu...” Cakka memeluk Shilla erat2. Lalu setelah beberapa menit dia melepaskan pelukannya itu.&lt;br /&gt; “Pacarku yang cantik, cantiknya pacarku...kalau tidak cantik...bukanlah pacarku.. Pacarku yang lucu, lucunya pacarku...kalau tidak lucu bukanlah pacarku....” Cakka bernyanyi untuk Shilla. (Song: Pacarku yang Cantik, Matta)&lt;br /&gt; “Hey....senangnya dalam hati, kalau beristri dua...” (Song: Madu 3, Ahmad Dhani)&lt;br /&gt; “Aaaa......stop...stop...stopppp.....”&lt;br /&gt; “Kenapa stop? Gue kan bukan mobil???”&lt;br /&gt; “Maksudnya stop nyanyinya Shilla.....Kenapa kamu nyanyi lagu itu???”&lt;br /&gt; “Lhaa.....kamu sendiri nyanyi2 tadi kenapa?”&lt;br /&gt; “Ya...lagunya tuh sesuai dengan kamu. Kok kamu malah nyanyi lagu asal gitu sih...” Cakka berusaha sabar.&lt;br /&gt; “Sorry2.....sabar ya Cak. Penyakit gue emang parah kayaknya. Kamu sabar aja yah...karena orang sabar itu disayang hutan....”&lt;br /&gt; “Tuhan kali Shil......”&lt;br /&gt; “Ahh...ngga tau lah! Whatever you say lah..” Kali ini Shilla raspah, eh...pasrah! Jadi ketularan si Shilla nih Gue! Gawaaatttttt.....&lt;br /&gt; “Eitz, kamu marah?”&lt;br /&gt; “Ngga...cuman kesel aja! Kenapa ngue punya penyakit kayak gini? Apa penyakitnya ngga bisa diganti ya?? Kanker kek, Flu burung kek, atau Flu Babi gitu...”&lt;br /&gt; “Waduh...bisa gawat dong kalau kamu pindah kepenyakit2 itu. Mendingan kamu kayak sekarang aja. Karna....aku mau mendampingi dirimu...aku mau cintai kekurangan mu...selalu bersedia bahagiakanmu..apapun terjadi..ii...kujanjikan aku adaa......” (Song: Aku Mau, Kiki)&lt;br /&gt; Shilla membalas nyanyianya itu dengan senyuman terindahnya... &lt;br /&gt; ~~~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mav bangedh...ceritaku jelek.... &lt;br /&gt;Huhu....hagz...&lt;br /&gt;Tapi tetep coment ea...&lt;br /&gt;Zankkyuuuuuuu..... &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-6368889686129763794?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/6368889686129763794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-1-shilla-si-oon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6368889686129763794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/6368889686129763794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/cinta-gila-shilla-1-shilla-si-oon.html' title='Cinta Gila Shilla #1 (Shilla si o&apos;on)'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6207969647452450540.post-1332838580060585632</id><published>2009-12-27T01:50:00.001-08:00</published><updated>2009-12-27T01:52:15.761-08:00</updated><title type='text'>Baru bikin blog!</title><content type='html'>Huhuhu....senengnya aku baru bikin blog.&lt;br /&gt;Hagz...&lt;br /&gt;Hari ini aku juga sedih gara2 si Andi (adek sepupu gue) bakalan balik lagy ke kampung halamannya. Hohoho....sepi deh rumah gue. hiks....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6207969647452450540-1332838580060585632?l=deffiediary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deffiediary.blogspot.com/feeds/1332838580060585632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/baru-bikin-blog.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1332838580060585632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6207969647452450540/posts/default/1332838580060585632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deffiediary.blogspot.com/2009/12/baru-bikin-blog.html' title='Baru bikin blog!'/><author><name>Devi Dionesia</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10886784245314198385</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-zpdL34sb9qc/TlhE_qKuxXI/AAAAAAAAAGw/pTrqVDhWIM4/s220/Miauw.Edition3699.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
